www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Capai 625 Kasus, Ini Langkah Pemprov Riau Atasi Wabah PMK
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
BPKAD Kuansing Mulai Sosialisasikan Proses Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Daerah
Rabu, 15 Mei 2019 - 10:49:47 WIB
Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah, BPKAD, Hasvirta Indra.
Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah, BPKAD, Hasvirta Indra.

TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing, mulai melakukan sosialisasi bagaimana proses pemusnahan dan penghapusan barang milik daerah.

Barang milik daerah dimaksud adalah barang yang dibeli menggunakan APBD Kuansing atau yang berasal dari perolehan lain yang sah yang terdaftar sebagai aset pemerintah.

"Seperti misalnya kipas angin atau mungkin plesdis. Barang ini mungkin dibeli menggunakan APBD, tapi karena sudah sangat lama dan menjadi rusak maka perlu dimusnahkan sehingga tidak lagi dilaporkan oleh OPD," kata Kepala BPKAD Kuansing Hendra melalui Kepala bidang pengelolaan aset daerah, Hasvirta Indra kepada halloriau.com, Rabu (15/5/2019).

Hasvirta mengatakan, cara melaporkan pemusnahan dan penghapusan barang milik daerah ini, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini pengguna barang agar menyampaikan usulan atau telaah terlebih dahulu kepada Bupati selaku penguasa barang milik daerah dan Sekda selaku pejabat pengelola barang milik daerah.

Dan untuk selanjutnya diteliti sesuai ketentuan yang ada. Apabila barang ini disetujui untuk dilakukan pemusnahan dan penghapusan maka barang ini secara sah tidak akan lagi tercatat sebagai aset daerah.

Proses pemusnahan sendiri kata Hasvirta, bisa dilakukan dengan cara mulai dibakar, dihancurkan, ditimbun atau cara lain sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Ini karena barang tersebut tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan lagi. Maka dimusnahkan melalui persetujuan dari pimpinan sebagai penguasan barang milik daerah," katanya.

"Jadi mulai sekarang OPD yang ada sudah bisa membuat usulan mulai pemindatanganan, pemusnahan dan penghapusan barang milik daerah," katanya.

Selain bisa mengusulkan pemusnahan dan penghapusan terhadap BMD ini. Untuk pemindatanganan BMD juga sudah bisa diusulkan kepada BPKAD Kuansing oleh masing-masing OPD.

"Kalau sudah disetujui dilakukan penghapusan maupun pemusnahan,  tentu BMD tidak dilaporkan lagi dan sudah terhapus dari dari daftar barang milik daerah,"katanya.

Selain itu, BPKAD sendiri juga sudah menyampaikan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bertanggungjawab dalam mengelola aset yang ada.

"Kita sudah surati masing-masing OPD, Camat, Kepala Bagian dilingkup Sekretriat daerah agar bertanggungjawab dalam memanfaatkan, memelihara, dan mengamankan aset daerah," kata Hasvirta.

Surat perihal Pengelolaan Barang Milik Daerah tersebut kata Hasvirta sudah kita kirim ke masing-masing OPD, Camat dan Kepala Bagian pada 25 Maret 2019 lalu. Surat tersebut langsung ditandatangani oleh Bupati Kuansing.

"Dalam surat tersebut setiap kepala OPD bertanggungjawab terhadap aset yang ada di masing-masing OPD baik kendraan dan aset lainnya," katanya.

Surat tersebut disampaikan mengacu kepada Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kuansing Nomor 4 Tahun 2018 tentang pengelolaan barang milik daerah.

Dalam surat tersebut katanya, mulai perencanaan kebutuhan barang masing-masing OPD dapat diusulkan melalui dokumen rencana kebutuhan barang milik daerah (RKBMD) yang telah diselaraskan dengan renstra dan renja pada masing-masing OPD.

Kemudian terhadap pengguna barang pada masing-masing OPD agar menginventarisir kembali barang milik daerah yang tertuang pada masing-masing kartu inventaris barang.

"Ini memang sudah dilakukan oleh masing-masing OPD, dan kita akan terus lakukan penataan agar barang milik daerah terdata," katanya. (Ad)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IlustrasiCapai 625 Kasus, Ini Langkah Pemprov Riau Atasi Wabah PMK
Pasangan tim ganda putri Indonesia Apriyani dan FadiaKandaskan Korsel, Ganda Putri Indonesia Apriyani-Fadia Rebut Tiket ke Final Malaysia Open 2022
Sejumlah owner Coffee shop, barista, dan penggiat kopi di Kepulauan Meranti saat mengikuti Coffee Talk yang ditayangkan oleh Dikopi Coffee shop selatpanjang.Coffee Talk Bersama Dikopi Selatpanjang, Mengangkat Cita Rasa Kopi Liberika Meranti
IlustrasiPemprov Riau Kembali Buka Seleksi Beasiswa Prestasi dan Bidikmisi 2022, Ini Caranya
Kaban Kesbangpol Pekanbaru, Zulfahmi AdrianPilkada 2024 di Pekanbaru Bakal Habiskan Anggaran Rp100 Miliar
  PT PHE Kampar bersama sejumlah kader posyandu Desa Talang Sungai LimauCegah Stunting, PHE Kampar Gelar Pelatihan Olah MPASI di Desa Talang Sungai Limau Inhu
Head of Sales XL Axiata Greater Medan, Horas Lubis (tengah) bersama dengan KMI Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Muhammad Ilyas (ketiga dari kanan) pada saat acara penyerahan donasi laptop di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.Dukung Digitalisasi di Pedesaan, XL Axiata Donasi Laptop ke Puluhan Ponpes di 7 Provinsi
IlustrasiKeterbatasan Anggaran, Dishub Pekanbaru Tetap Lakukan Peremajaan PJU
Plt Kadisdik Riau M Job KurniawanUsai PPDB Online, Disdik Riau Bakal Lantik 40 Kepsek SMA/SMK se-Riau
Rektor ITP2I DR Muhammad SyafiITP2I Ciptakan Lulusan Berkualitas dan Siap Pakai
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penandatanganan MoU dan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved