www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Kejutan MotoGP Ceko, Kalahkan Morbidelli Brad Minder Menang
 
ISIS Ditengarai Bakal Gunakan Senjata Kimia untuk Membunuh Besar-besaran
Senin, 02 Januari 2017 - 10:52:52 WIB

LONDON -  Sejak pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat terlibat dalam pertempuran di Irak dan Suriah, tak kurang dari 50 ribu militan ISIS tewas. Wilayah kekuasaan organisasi teror itu juga kian sempit.

Meski demikian, ISIS masih jadi ancaman global. Kelompok itu ditengarai berniat melakukan serangan yang bertujuan merenggut korban jiwa secara massif, termasuk di Inggris.

Menteri Keamanan Inggris, Ben Wallace bahkan mengatakan, kelompok yang juga dikenal sebagai Daesh itu juga tak lagi punya "batasan moral" untuk menggunakan senjata kimia.

Senjata jenis itu memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh.

Wallace mengatakan, ada sejumlah laporan yang menyebut, ISIS menggunakan senjata kimia di Suriah dan Irak -- di mana mereka mengendalikan daerah yang luas di dua negara tersebut.

Sementara, pemerintah Moroko baru-baru ini menangkap sel kelompok itu yang menyimpan zat yang bisa digunakan untuk membuat bom maupun racun mematikan.

Sang menteri juga merujuk pada laporan Europol yang memperingatkan ancaman sejata kimia dan potensi realisasi "ketakutan terburuk semua orang" terkait ISIS.

Kepada Sunday Times, Wallace mengatakan, ambisi ISIS adalah untuk melakukan serangan yang merenggut korban jiwa secara massif. Mereka ingin mencelakakan dan mereror sebanyak mungkin orang.

"Mereka tak punya batasan moralitas untuk menggunakan senjata kimia terhadap masyarakat dan jika mungkin, mereka ingin melakukannya di negara ini," kata dia seperti dikutip dari Guardian, Minggu (1/1/2017). "Jumlah korban yang mungkin jatuh mungkin mewakili ketakutan terburuk semua orang."

Wallace menambahkan, pihaknya telah melihat laporan penggunaan senjata kimia di Irak dan Suriah. "Dan mereka berniat melakukannya di Eropa."

Selain ISIS, Wallace juga memperingatkan tentang ancaman dari kelompok-kelompok teror lainnya, juga Rusia dan penyerang sibernya. Ia juga mengatakan, ada kemungkinan pemerintah asing mencoba menanam orang-orangnya di pemerintahan, kalangan militer, dan bisnis terkemuka.

"Ada pengkhianat. Kita harus waspada untuk musuh yang datang dari dalam," kata dia. 

"Ancaman dari dalam, demikian kita menyebutnya, adalah nyata dan dapat dimanfaatkan. Ada orang yang mencoba untuk melakukannya bahkan saat kita sedang membicarakannya."

Komentar Wallace dikeluarkan setelah setahun Eropa mengalami serentetan serangan teror pada 2016 -- yang masih menggunakan cara yang konvensional.

Dua di antaranya, adalah serangan truk maut di Nice dan Berlin.

Pelaku tunggal menabrakkan truk ke arah kerumunan orang yang sedang merayakan Bastille Day di Prancis, dan sedang meramaikan pasar Natal di Jerman.

Sementara, pada Maret 2016, tiga pelaku bom bunuh diri menyerang bandara dan stasiun metro di Brussels, Belgia. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan kejam tersebut. 

Sebelumnya, menurut Europol, para militan ISIS yang kembali ke negaranya diarahkan untuk melancarkan serangan teror ke negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris.

Yang menakutkan, serangan itu mungkin melibatkan senjata pemusnah massal seperti gas sarin dan anthrax.

Meskipun segala upaya akan dicegah, jika serangan sampai terjadi, itu bakal menimbulkan korban jiwa yang tak terhitung banyaknya.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi militer Amerika Serikat. Amerika Serikat Akan Lanjutkan Operasi Militer, Irak Tolak Beri Izin
Mendiang pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Turki Tangkap Saudara Perempuan Mendiang Pemimpin ISIS di Persembunyiannya
Abu Bakr al-BaghdadiSepak Terjang Al-Baghdadi, Pemimpin ISIS yang Dijuluki 'Hantu'
  Abu Bakr al-Baghdadi dan istrinya Asma Fawzi Muhammad Al-QubaysiIstri Abu Bakr al-Baghdadi Beberkan Rahasia ISIS saat Tertangkap​ di Turki
Donald TrumpBaghdadi Tewas Lalu Digantikan Pemimpin Baru ISIS, Trump Ngaku Tahu Persis Siapa Dia
Ilustrasi.12 WNI Terduga ISIS Ditangkap di Malaysia, RI Minta Akses untuk Temui

 
Berita Lainnya :
  • Kejutan MotoGP Ceko, Kalahkan Morbidelli Brad Minder Menang
  • Buka Turnamen Sepak Bola di Wonorejo, Hamdani Harap Kekompakan Warga Makin Terjaga
  • Tahniah Hari Jadi ke-63, Bersama Bangun Riau Jadi Lebih Baik
  • HUT ke-63 Riau, Pemkab Inhil Ikuti Rapat Paripurna Istimewa Secara Virtual
  • Terapkan Protokol Kesehatan, Pemprov Riau Akan Gunakan Cara Humanis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved