www.halloriau.com
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Desa Ini Larang Para Lansia Meninggal Dunia
Sabtu, 16 Januari 2016 - 20:59:34 WIB
<font size="2">Desa indah di Italia ini larang Lansia pasrah menunggu ajal.</font>
Desa indah di Italia ini larang Lansia pasrah menunggu ajal.

SEBUAH desa di selatan Italia mengeluarkan kebijakan yang memaksa orang lanjut usia (Lansia) di desa itu tidak pasrah menunggu mati begitu saja. Desa Sellia mewajibkan setiap manula di wilayah itu agar rajin cek kesehatan.

Alasan pemerintah setempat menjaga populasi orang tua, adalah melestarikan tradisi dan budaya desa tersebut.

"Kehidupan manusia secara alami memang sangat berharga, namun nilai sosial juga penting ada di tengah kita karena setiap orang yang meninggal membawa kita selangkah lagi pada desa yang tak berpenghuni," kata Walikota Davide Zicchinella yang membawahi Sellia kepada AFP, yang ditulis ulang France24, Jumat (15/1/2016).

Imigrasi massal sempat melanda kawasan Sellia pada 1920-an hingga 1960-an. Para pemuda di selatan Italia menuju ke kota-kota besar di utara seperti Milan atau Genoa, atau sekalian pergi ke negara Eropa lainnya untuk bekerja. Alhasil, Desa Sellia tinggal menyisakan dua per tiga populasi di atas 60 tahun.

Dengan banyaknya yang keluar dari tempat mereka, para sesepuh yang bertahan tentunya sudah tidak produktif lagi untuk membuat populasi. Situasi semacam ini berulang sepanjang tahun di Sellia sampai sekarang.

Selama 15 tahun terakhir, jumlah penduduk hanya tinggal sekitar 500 orang di desa itu.

Sejak 2014, lantaran ada kebijakan memberikan promosi cek kesehatan untuk para sepuh, puskesmas di desa ini mulai kedatangan "tamu" untuk berobat. Hal ini rupanya salah satu upaya pemerintah setempat untuk menambah penghasilan di wilayah tersebut.

"Sebab tak ada yang berobat, Sellia kehilangan 100,000 euro (setara Rp 1,5 M) dalam anggaran kesehatan. Alasannya karena pelayan kesehatan di klinik kurang memadai," ucap sang wali kota.

"Sebagai daerah, kita pada dasarnya serupa dengan negara terbelakang lain di Eropa, seperti Hungaria atau Bulgaria. Namun, Sellia berhasil menyelamatkan daerah ini dengan mengubah sekolah menjadi klinik kesehatan masyarakat yang bagus dan lengkap," lanjut dia.

Akibat diperbaharuinya desa itu, para lansia mau untuk mendaftarkan dirinya cek kesehatan di klinik tersebut. Pesiunan Vincenzo Rotella (79) merupakan yang pertama kali mendaftar untuk cek kesehatan di tempat yang juga bisa beralih fungsi sebagai bioskop masyarakat itu.

Selain itu, wali kota juga berjanji untuk memberikan subsidi bagi mereka yang tidak mampu agar tetap bisa mengecek kesehatannya, termasuk tes mata dan perawatan ortopedi. Wali Kota Zicchinella menambahkan warganya hanya perlu membayar sebesar 30 euro (setara Rp 456 ribu) untuk pajak tahunan. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
istRumah Yatim Serahkan Sembako untuk Lansia Prasejahtera Riau
Kasatpol PP Riau Hadi PenandioKesadaran Masih Rendah, 1,721 Pelaku Usaha di Pekanbaru Langgar Prokes
Kadiskes Riau Mimi Yuliani NazirTenaga Kesehatan di Riau 95 Persen Sembuh dari Covid-19
  IstRumah Yatim Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Joni, Lansia Prasejahtera Pekanbaru
Sekdaprov Riau Yan Prana JayaSekdaprov Riau Berharap Tim Kemitraan Perjaka Dapat Jamin Kesehatan Pekerja
Jelang Libur Akhir Tahun, Pengelola Wisata Diingatkan agar Patuhi Protokol Kesehatan

BERITA LAINNYA    
IlustrasiKecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai Kembali Renggut 1 Nyawa
Kapolsek Iptu Budi Ikhsani dan tim Gugus Covid Rambah Hilir, komite sekolah dan Kepsek SMN 2 Rambah Hilir, monotoring 3 sekolah terkait penerapan prokes di sekolah.
Tim Gugus Covid 19 Rambah Hilir Monitoring Kesiapan Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka
Kadiskes Pekanbaru M Noer86 Nakes di Pekanbaru Divaksin Covid-19
  Showroom HSH PekanbaruDihantam Pandemi Corona, Honda di Riau Lepas 2.479 Unit Sepanjang 2020
Sudah 5 hari Tim SAR mencari Intum warga Rohil yang  hilang.Lima Hari, Tim SAR Masih Cari Lansia yang Hilang di Rohil
IlustrasiLewat APBN, Dinas ESDM Riau Ajukan Permohonan Pasang Rooftop Panel Surya di Sekolah
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved