www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Terganjal Sistem, APBD Kepulauan Meranti Tahun 2021 Belum Bisa Digunakan Penuh
 
Restui untuk Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Obat Berbahaya
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:51:44 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia dan bisa digunakan untuk keperluan medis.

Dalam pemungutan suara oleh Komisi Obat Narkotika (CND) oleh 53 negara anggota, sekitar 27 suara menyatakan dukungan dengan mengizinkan penggunaan ganja untuk tujuan medis. Sekitar 25 suara menyatakan keberatan dan satu suara abstain. Usulan untuk menghapus ganja dari daftar obat paling berbahaya telah diusulkan selama 59 tahun terakhir.

Para ahli mengatakan bahwa pemungutan suara tidak akan langsung berdampak pada pelonggaran kontrol internasional karena pemerintah masih memiliki yurisdiksi tentang bagaimana mengklasifikasikan ganja.

Namun tidak sedikit negara yang menganggap hal ini menuju konvensi global sebagai panduan, dan pengakuan PBB adalah kemenangan simbolis bagi para pendukung perubahan kebijakan narkoba.

"Ini adalah kemenangan besar dan bersejarah bagi kami, kami tidak bisa berharap lebih," kata peneliti independen untuk kebijakan narkoba, Kenzi Riboulet-Zemouli seperti mengutip cnnindonesia.

Kesepakatan CND ini membuka pintu bagi pengembangan potensi pengobatan dan terapi obat-obatan, kendati di sebagian besar negara penggunaan ganja untuk keperluan medis masih ilegal. Di sisi lain, perubahan ini bisa menjadi upaya legalisasi ganja di seluruh dunia.

Mengutip situs resmi PBB, keputusan kali ini juga dapat mendorong penelitian ilmiah untuk menguak khasiat pengobatan ganja dan bertindak sebagai katalisator bagi negara-negara untuk melegalkannya demi keperluan medis dan mempertimbangkan kembali undang-undang tentang penggunaan untuk rekreasi.

Rekomendasi kunci WHO sejak Januari 2019 menghapus ganja dari Jadwal IV Konvensi Tunggal 1961 tentang narkotika-yang memasukkannya ke dalam daftar opiod berbahaya dan adiktif seperti heroin.

WHO mengklasifikasikan cannabidiol (CBD) sebagai senyawa tidak memabukkan yang memiliki peran penting dalam terapi kesehatan selama beberapa tahun terakhir.

Saat ini lebih dari 50 negara telah menggunakan ganja untuk obat sementara seperti di Kanada, Uruguay, dan 15 negara bagian AS yang telah melegalkan untuk penggunaan rekreasi. Sementara Meksiko dan Luksemburg akan menyusul melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi.

Penggunaan ganja dan produk turunannya seperti cannabidiol (CBD) dan senyawa nonintozxicating untuk medis telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah penelitian menunjukkan penggunaan CBD apat melindungi sistem saraf dan meredakan kejang, nyeri, kecemasan, dan pembengkakan. Sejumlah produk dengan kandungan ganja termasuk krim, serum, minuman soda, dan jus. (*)



BERITA LAINNYA    
Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr H KamsolTerganjal Sistem, APBD Kepulauan Meranti Tahun 2021 Belum Bisa Digunakan Penuh
Suzuki New CarryLebih Kokoh, Tangguh di Berbagai Medan, New Carry Dibanderol Rp163 Juta
ilustrasiRutan Pekanbaru Terima 40 Tahanan Titipan Kejari Pelalawan
  BTS XLTingkatkan Kenyamanan Pelanggan, XL Axiata Implementasikan Platform Zero Touch Operation
Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus, ST, MT menandatangani Deklarasi Pokja Kelurahan Siaga Covid-19 di Hotel Mutiara, Pekanbaru, Kamis (21/1/2021). GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin (kiri) menyerahkan secara simbolis hygiene kits dan sarana cuci tangan portabel (foto kanan)PT CPI Aktifkan Kelurahan Siaga Covid-19 di Pekanbaru-Bengkalis
Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta YhudistiraDor!!! Polres Dumai Bekuk 2 Tahanan Kabur
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Dinas ESDM Riau Serahkan Masker untuk PWI Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved