www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Isolasi Mandiri di Mandau Tak Efektif, Isolasi Terpadu Bakal Diterapkan secara Ketat
 
Diduga dari Indonesia-Filipina, Malaysia Temukan Lagi Mutasi Corona D614G
Minggu, 18 Oktober 2020 - 11:05:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Malaysia sebelumnya mengklaim menemukan mutasi Corona D614G di negaranya. Mutasi COVID-19 jenis ini sempat disebut-sebut 10 kali lebih menular, meski para pakar menyebut belum ada bukti kuat tentang hal itu.

"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah beberapa waktu lalu.

Kini, Malaysia kembali melaporkan mutasi Corona D614G. Mutasi Corona D614G di Malaysia terdeteksi di antara kasus COVID-19 di Lahad Datu, Sabah, wabah yang disebut memicu gelombang ketiga Corona Malaysia.

Dikutip dari detik, mutasi Corona di Malaysia diklaim kemungkinan berasal dari Indonesia dan Filipina. Kementerian Kesehatan Malaysia tengah melakukan tes pada 20 sampel COVID-19 untuk mempelajari lebih lanjut.

Menurut Dr Noor Hisham, mutasi Corona D614G yang terdeteksi di Lahad Datu berbeda dibandingkan dengan mutasi Corona D614G di Sivagangga, Tawar, yang sebelumnya muncul di Kedah.

"Virus (mutasi Corona D614G) berbeda dari segi karakteristik. Kami menemukan bahwa ada kemungkinan mutasi Corona D614G yang ditemukan di Sabah mungkin berasal dari Filipina atau Indonesia," kata Dr Noor Hisham dalam konferensi pers hariannya tentang situasi COVID-19 di Malaysia baru-baru ini.

Hingga kini, ada 23 klaster baru COVID-19 di Malaysia. Sebanyak 604 orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19 sepulang dari Sabah.

"Ada kemungkinan bahwa mereka mungkin pembawa mutasi tipe D614G," jelasnya.

Mutasi Corona D614G yang disebut 10 kali lebih menular, masih menjadi perdebatan. Pasalnya, para ahli meyakini belum ada bukti lebih lanjut terkait studi yang menyatakan mutasi Corona D614G faktanya lebih menular.

"Jadi kalau itu sebetulnya dugaan bahwa dengan perubahan atau mutasi dari (D) asam aspartat ke (G) glisin di no 614 itu bisa mempercepat penularan, tetapi belum ada bukti, artinya bagaimana mempercepatnya," kata Prof Chairul A Nidom Guru Besar Unair kepada detikcom beberapa waktu lalu. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiTermasuk Indonesia, Ini Daftar Penerima Vaksin Covid-19 China
IlustrasiMulai Hari Ini, WNI Dilarang Masuk Malaysia
IlustrasiSelundupkan 230 Kg Ganja, 5 WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia
  IlustrasiChina Larang Produk Laut Indonesia karena Ada Virus Corona
Filipina menjadi negara tertinggi kasus Corona di Asia Tenggara. Foto: CNNIndonesiaIndonesia Urutan Kedua, Filipina Catat Kasus Corona Tertinggi di Asia Tenggara
IlustrasiHendak Kabur ke Indonesia Usai Mutilasi Istri, WNA Ditangkap di Bandara

 
Berita Lainnya :
  • Isolasi Mandiri di Mandau Tak Efektif, Isolasi Terpadu Bakal Diterapkan secara Ketat
  • Pembelajaran SLB Sekar Meranti di Tengah Pandemi Covid-19, Guru Datang ke Rumah Siswa
  • Butuh Pembinaan dan Pemasaran, Petani Aren di RTB Kesulitan Pasarkan Gula Aren
  • Ada Penambahan 290 Kasus Baru Corona di Riau Hari Ini
  • Kebiasaan Baru Masyarakat Bengkalis; Hampir 80 Persen Sediakan Tempat Cuci Tangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved