www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
 
Thailand Darurat, Unjuk Rasa Memanas hingga Keluar Larangan Berkumpul
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:27:37 WIB
Pemerintah Thailand larang warga berkumpul.
Pemerintah Thailand larang warga berkumpul.

THAILAND - Pemerintah Thailand mengumumkan dekrit keadaan darurat untuk melawan unjuk rasa di Bangkok, termasuk larangan massa berkumpul.

Pengumuman itu dibacakan polisi yang disiarkan di televisi, mengatakan "banyak kelompok masyarakat diajak, dihasut, dan melakukan perkumpulan massa ilegal di Bangkok".

Pengumuman juga mengatakan tindakan mendesak diperlukan untuk meningkatkan kedamaian dan ketertiban. Para pengunjuk rasa menyerukan pembatasan kekuasaan raja dan pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Pengumuman yang disiarkan televisi pemerintah itu juga menuding para pengunjuk rasa telah memicu kekacauan dan ketidaktenteraman masyarakat.

Ditulis merdeka.com, alasan dekrit dikeluarkan karena para pengunjuk rasa menghadang iring-iringan mobil kerajaan pada Rabu. Para pengunjuk rasa yang didorong mundur barisan polisi mengacungkan tiga jari yang merupakan simbol gerakan protes saat ratu berkendara melalui Bangkok.

Keadaan darurat mulai berlaku pada pukul 04.00 pada Kamis waktu setempat. Demikian dikutip dari BBC, Kamis (15/10/2020).

Selain membatasi perkumpulan sampai empat orang, dekrit itu juga membatasi media, melarang "publikasi berita, media lain dan informasi elektronik yang berisi pesan yang dapat menciptakan ketakutan dan bertujuan mengubah informasi, menciptakan kesalahpahaman yang akan berdampak pada keamanan nasional atau kedamaian dan ketertiban".

Dekrit juga mengizinkan pihak berwenang menghentikan orang memasuki "wilayah manapun yang ditandai", seperti dilaporkan Reuters.

Unjuk rasa selama akhir pekan kemarin di Bangkok merupakan unjuk rasa terbesar dalam beberapa tahun, di mana ribuan orang berkumpul dan menuntut perubahan.

Pihak berwenang mengatakan 18.000 orang ikut demo pada Sabtu, kendati pihak lain mengatakan jumlahnya jauh lebih besar. Banyak demonstran yang tetap melanjutkan aksi pada Minggu sebelum dibubarkan.

Seruan reformasi kerajaan adalah hal yang sensitif di Thailand, di mana mengkritik kerajaan bisa diancam hukuman penjara yang panjang.

Polisi anti huru hara membersihkan pengunjuk rasa dari luar kantor PM sesaat setelah dekrit keadaan darurat diberlakukan pada Kamis pagi.

Sejumlah pengunjuk rasa mencoba bertahan, membuat barikade, tapi didorong mundur. Ratusan polisi terlihat di jalan-jalan setelah demonstran dibubarkan.

Pengacara HAM Thailand mengatakan tiga pemimpin unjuk rasa ditangkap. Polisi belum mengomentari hal ini. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kelompok bersenjata serba hitam yang mengklaim bernama "Not Fucking Around Coalition" (NFAC).Amerika Mencekam, Muncul Ratusan Milisi Hitam Bersenjata Api di Jalanan
IlustrasiPemilik Resto di Thailand Dihukum 723 Tahun Penjara karena Tipu Pelanggan
Chamoy.Terlama dalam Sejarah: Wanita Dihukum Penjara 141.078 Tahun karena Berbuat Kejahatan Ini
  Siswa sekolah di New Normal.Kasus Positif dan Kematian Covid-19 Rendah di Thailand, Penyebabnya Masih Misteri
Pria bertato peta Indonesia jadi viral saat kerusuhan di AS.Viral Perusuh di AS Bertato Peta Indonesia, Kemenlu Ungkap Fakta Sebenarnya
Sebuah foto tersangka yang jadi buronan dipasang di poster, setelah penembakan massal terjadi di Kota Nakhon Ratchasima. Foto: AntaraPenembakan Brutal di Pusat Perbelanjaan Thailand, 17 Orang Tewas, Pelaku Disebut Masih Berkeliaran

 
Berita Lainnya :
  • Polda Riau Belum Tetapkan Status PT BMI Terkait Kasus Kebakaran Lahan
  • Bertambah 282 Kasus, Total Terkonfirmasi Covid-19 Riau 12.600 Kasus
  • Hadapi Lonjakan Wisatawan Luar Daerah, Pemko Dumai Gelar Pelatihan Manajemen Homestay
  • Abdi Tandatangani Pengumuman Penyediaan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswa
  • BAZNas Riau Salurkan Zakat Produktif Rp 300 Juta ke BAZNas Rohul
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved