www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Malam Ini, Mitsubishi Indonesia Siap Luncurkan Xpander Baru
 
Profesor Ini Sebut Swedia sudah Capai Herd Immunity, Pandemi Covid-19 Berakhir di Sana
Senin, 21 September 2020 - 18:08:52 WIB
Warga Swedia hidup normal tanpa lockdown di tengah wabah corona.
Warga Swedia hidup normal tanpa lockdown di tengah wabah corona.

STOCKHOLM - Ketika sebagian besar negara Eropa berjuang membendung gelombang kedua infeksi virus corona, seorang profesor Denmark mengklaim bahwa pandemi global itu "mungkin telah usai" di Swedia, berkat herd immunity atau kekebalan kelompok.

Pada Kamis (17/9/2020) Swedia mencatat 224 kasus Covid-19, angka yang kira-kira setara dengan infeksi baru setiap hari selama dua bulan terakhir tanpa ada pasien yang meninggal.

Situasi itu berbeda dengan di sebagian besar Eropa di mana 300.000 kasus tercatat di seluruh Benua Biru pekan lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lonjakan infeksi itu sebagai "peringatan".

Bahkan tetangga Swedia, Denmark, mengalami rata-rata 61 kasus per juta orang sepanjang minggu, dibandingkan dengan 23 kasus per juta di Swedia yang relatif rendah. Hal itu membuat Kim Sneppen, seorang profesor biokompleksitas di Institut Niels Bohr Kopenhagen percaya bahwa Swedia akhirnya mengembangkan 'kekebalan kelompok' terhadap virus mematikan tersebut.

"Ada indikasi bahwa Swedia telah memperoleh unsur kekebalan terhadap penyakit, yang, bersama dengan segala hal lain yang mereka lakukan untuk mencegah penyebaran infeksi, sudah cukup untuk menekan penyakit itu," kata Sneppen kepada Politiken pekan ini.

Ketika persentase tertentu dari populasi telah terinfeksi virus, pulih, dan menjadi kebal, virus tidak dapat lagi menemukan cukup inang baru untuk disebarkan. Pada titik ini, populasi telah mencapai 'kekebalan kelompok' terhadap virus.

Biasanya, 60 persen dari populasi harus terinfeksi untuk mencapai titik ini, tetapi ahli matematika Universitas Stockholm Tom Britton mengatakan kepada Politiken bahwa “kekebalan 20 persen membuat perbedaan yang cukup besar.”

Kekebalan kelompok adalah konsep kontroversial di awal pandemi virus corona. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikecam di media karena menyarankan bahwa Inggris dapat menerima virus secara langsung dan menderita lonjakan kematian jangka pendek sebagai pengganti terbentuknya herd immunity jangka panjang.

Diwartakan RT, dikutip dari Okezone, Swedia adalah satu-satunya negara Eropa yang menerima gagasan ini, dan memilih untuk tidak menerapkan lock down. Pertemuan lebih dari 50 orang dilarang, dan para lansia disuruh tinggal di rumah. Penggunaan masker tidak direkomendasikan, dan bar, restoran, sekolah, dan bisnis tetap buka.

Warga diminta untuk mempraktikkan jarak sosial dan bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Denmark, sebaliknya, adalah salah satu negara Eropa pertama yang memberlakukan lockdown terhadap warganya. Semua sekolah ditutup dan pekerja non-esensial diperintahkan untuk tinggal di rumah. Pertemuan lebih dari sepuluh orang dilarang, dan pusat perbelanjaan, bar, restoran, dan bisnis yang berhubungan dekat seperti salon dan pusat kebugaran ditutup.

Pembatasan itu dicabut pada Juni, tetapi negara itu telah mengalami lonjakan infeksi baru. pada Jumat (18/9/2020) Denmark melaporkan 454 kasus Covid-19, jumlah harian tertinggi sejak pandemi dimulai.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kementerian Kesehatan Rusia telah mendaftarkan dua obat antivirus Remdesivir.Vaksin Pertama Berhasil, Rusia Kembali Daftarkan Dua Obat Corona
IlustrasiSetelah Berbulan-bulan Bebas Corona, Kini Negara Ini Laporkan Kasus Pertama Covid-19
Donald Trump dan Melania Trump.Presiden Amerika dan Istrinya Positif Corona
  IlustrasiTuruti Nafsu, Pria Pengangguran Perkosa Mayat Wanita Positif Covid-19
Presiden AS Donald TrumpAkhirnya Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Sederet Kontroversi Donald Trump Soal Corona
ASI bisa mencegah penularan Corona.Hasil Riset: ASI Dapat Mencegah dan Mengobati Virus Corona !

 
Berita Lainnya :
  • Malam Ini, Mitsubishi Indonesia Siap Luncurkan Xpander Baru
  • Kasus Suap DAK Kota Dumai, KPK Panggil Dua Saksi
  • Polresta Pekanbaru Ringkus Remaja 17 Tahun Pengedar Narkoba
  • Mandiri Syariah Dipercaya dan Ditunjuk BPKH Sebagai Pemberi Layanan Kustodian Rp5,5 Triliun
  • Momen Satu Tahun Jokowi, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Bergerak ke Istana
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved