www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Saat Pandemi, 33 Ribu Calon Jemaah Tak Lolos Syarat Usia Umrah
 
Dunia Cemas, Covid-19 di Indonesia Bermutasi Jadi Lebih Mengerikan
Jumat, 18 September 2020 - 08:45:58 WIB
Virus Corona bermutasi sempurna di Indonesia.
Virus Corona bermutasi sempurna di Indonesia.

JAKARTA - Penelitian terbaru menemukan bahwa virus Covid-19 yang merajalela di seluruh dunia, telah mengalami mutasi. Bahkan ilmuwan dunia mengatakan mutasi corona paling mengerikan telah terjadi di Indonesia dan Malaysia.

Seperti dilansir dari Daily, Mutasi bernama “D614G” itu akan membuat virus lebih mudah menyerang tubuh manusia, mengakibatkan infektivitas virus meningkat beberapa kali lipat.

Ahli terkait mengingatkan masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan karena epidemi telah berlangsung selama lebih dari setengah tahun. Corona virus gelombang kedua sama menakutkan dan “sangat, sangat mengerikan.”

Hingga 7 Juli 2020, sekitar 11.748.985 orang di seluruh dunia terinfeksi, 540.860 orang meninggal dunia dan jumlah infeksi baru terus mencatat rekor tertinggi setiap hari.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal terkenal “Cell” pada 2 Juli, varian dari Corona virus yang saat ini beredar secara global lebih rentan menginfeksi sel manusia daripada virus dari daratan China. Ini juga salah satu sebab meningkatnya pandemi di Amerika Serikat, Amerika Selatan bahkan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.

Bahkan Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia sementara ini, kecuali kepentingan mendesak. Peringatan level 3 itu dikeluarkan Central Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di negara tersebut.

Para peneliti dari Los Alamos National Laboratory, New Mexico, AS, dan Duke University, North Carolina bekerja sama dengan tim peneliti dari University of Sheffield, Inggris untuk bersama-sama meneliti urutan genom dari Corona virus-Covid-19.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 29% dari sampel virus corona menunjukkan mutasi D614G.Dilihat dari bentuknya, virus D614G memiliki jumlah mahkota yang menonjol empat hingga lima kali lebih banyak ketimbang Covid-19.

Mutasi pada protein S-spike yang mengikat virus ke tubuh manusia ini meningkatkan jumlah ‘tonjolan’ pada coronavirus.

Para peneliti berpendapat, banyaknya jumlah tonjolan inilah yang membuat virus lebih cepat menginfeksi sel manusia, sehingga lebih mudah menginfeksi orang.

Mengutip sindonews.com, sejak awal April lalu, para peneliti menemukan bahwa mutasi D614G di bawah kondisi laboratorium dapat menginfeksi lebih banyak sel berdasarkan perubahan Enzim protease atau peptidase, dan mutasi virus meningkatkan infektivitas 3 hingga 6 kali lipat.

Para peneliti kemudian menambahkan materi penelitian lainnya. Mereka menganalisis data 999 pasien Inggris yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya menemukan bahwa pasien dengan mutasi virus D614G membawa lebih banyak strain, yaitu jumlah virus dalam tubuh lebih banyak, tetapi patogenisitasnya tidak meningkat.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, mutasi pada virus Corona tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin yang saat ini tengah dilakukan.

Bambang juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebih terhadap mutasi, seperti D614G. “Namun harus tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” saran Bambang.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Presiden Polandia, Andrzej DudaPresiden Polandia Positif Terpapar Covid-19
IlustrasiMiris, Ibu Tinggalkan Bayinya yang Masih Berumur 4 Bulan di Rumah Sakit karena Terinfeksi Covid-19
IlustrasiDiduga dari Indonesia-Filipina, Malaysia Temukan Lagi Mutasi Corona D614G
  IlustrasiAmerika Setujui Remdesivir untuk Covid-19, Efektif Lawan Corona?
IlustrasiSimak! Kontak Dekat dengan Pasien Covid-19 Diperbarui CDC
Kementerian Kesehatan Rusia telah mendaftarkan dua obat antivirus Remdesivir.Vaksin Pertama Berhasil, Rusia Kembali Daftarkan Dua Obat Corona

 
Berita Lainnya :
  • Saat Pandemi, 33 Ribu Calon Jemaah Tak Lolos Syarat Usia Umrah
  • Ini Kata Satgas soal Sejauh Mana Persiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia
  • Resmi Jadi Mualaf, DJ Butterfly Baca Dua Kalimat Syahadat
  • Pengurus Masjid di Riau Diimbau Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
  • Konsulat Prancis di Jeddah Diserang Warga Saudi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved