www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Kasus Covid-19 di Inhu Mencapai 518 Kasus, 437 Orang Sembuh
 
Kembali Bentrok, India Blokir 118 Aplikasi China
Kamis, 03 September 2020 - 15:44:54 WIB
India kembali memblokir 118 aplikasi China setelah terjadi bentrok di perbatasan. Foto: CNNIndonesia
India kembali memblokir 118 aplikasi China setelah terjadi bentrok di perbatasan. Foto: CNNIndonesia

JAKARTA - India mengumumkan untuk memblokir lebih dari 118 aplikasi buatan China setelah ketegangan kembali terjadi antara kedua negara di wilayah perbatasan Himalaya pada Selasa (1/9/2020).

Pemblokiran ini berlaku mulai Rabu (2/9/2020) terhadap serangkaian aplikasi, termasuk video gim populer PUBG mobile buatan pengembang China, Tencent.

Pemerintahan Narendra Modi berdalih pemblokiran kali ini dilakukan karena aplikasi-aplikasi tersebut mempromosikan aktivitas yang 'merugikan kedaulatan dan integritas' serta pertahanan, keamanan negara, dan ketertiban umum di India.

Sejumlah aplikasi yang diblokir termasuk gim daring, layanan pembayaran, situs kencan, perangkat lunak, hingga aplikasi edit swafoto.

Kementerian TI India menuding aplikasi tersebut mencuri data pengguna dan memindahkannya ke luar negeri.

"Penambangan dan pembuatan profil oleh elemen-elemen yang memusuhi keamanan dan pertahanan nasional India, yang pada akhirnya mengganggu kedaulatan dan integritas India, adalah masalah yang sangat dalam dan segera menjadi perhatian yang membutuhkan tindakan darurat," ujar pihak kementerian seperti mengutip cnnindonesia.

Langkah pemblokiran serupa sebelumnya juga telah dilakukan India setelah terjadi bentrok mematikan pada Juni. Sedikitnya 20 tentara India tewas dalam bentrokan di perbatasan Ladakh. Sementara China tidak mengungkapkan jumlah tentara yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

Saat itu, pemerintah India memblokir 59 aplikasi China, termasuk TikTok. Tak berselang lama, India kembali memblokir 47 aplikasi lainnya pada Juli.

India semakin sering menggunakan senjata ekonomi untuk menyelesaikan perselisihan dengan negara-negara tetangga. Bukan hanya memblokir aplikasi, India juga membekukan kontrak perusahaan China untuk pengadaan infrastruktur ponsel 5G dan memblokir impor barang di pelabuhan dan bea cukai.

Bentrokan antara tentara India dan China sempat meredam setelah perwakilan kedua pihak melakukan pertemuan dan sepakat untuk menarik diri. Namun pada Sabtu (29/8/2020) malam dan Senin (31/8/2020), bentrokan kembali terjadi di perbatasan Himalaya.

Dalam bentrokan tersebut dilaporkan seorang pasukan khusus India tewas. Seorang anggota parlemen Tibet mengatakan sang tentara India tewas sebagai martir-orang yang mati dalam memperjuangkan kebenaran.

Sebelumnya, Pemerintah India menuduh China kembali melakukan tindakan "provokatif" di perbatasan Himalaya yang tengah diperebutkan, dekat dengan lokasi bentrokan yang menewaskan 20 prajurit India dalam pertempuran dengan tentara China pada Juni lalu.

Kementerian Pertahanan India mengatakan insiden itu terjadi di Ladakh Timur pada Sabtu malam pekan lalu. Namun, mereka tidak menyebutkan apakah kembali terjadi bentrokan.

Di sisi lain Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian membantah pasukannya melakukan provokasi pada tentara India yang berjaga di perbatasan kedua negara, Ladakh, Himalaya.

Bagaimanapun kata Lijian, pasukan China tidak pernah melewati garis kontrol aktual untuk kegiatan apa pun. Hal ini mengacu pada perbatasan kedua negara yang panjang dan tidak bertanda di Himalaya yang terpencil.

Pertempuran India-China di perbatasan sudah terjadi sejak 1962. Mereka saling menuduh dan berusaha untuk melintasi perbatasan tidak resmi di wilayah Ladakh, Himalaya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Warga India.Wabah Covid-19 di India Telah Tulari 8,4 Juta Jiwa
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Foto: CNNIndonesiaIndia Disebut PM Pakistan Sokong Gerakan Kebencian Terhadap Islam
Seorang rampok di pertokoan memakai hand sanitizer sebelum dia mengambil pistol. Lalu menodongkannya ke orang di toko tersebut.Unik, Perampok Tertangkap Kamera Pakai Hand Sanitizer Sebelum Todongkan Pistol ke Korban
  Devendra JainDevendra Jain, Kakek 91 Tahun yang Kumpulkan Kekayaan Rp23,5 Triliun dari Bisnis Kertas
IlustrasiKasus Corona India Tertinggi Kedua Dunia, Ini Perbandingan Jumlah Tes dengan RI
IlustrasiTak Manusiawi! Pasien Corona Malah Diperkosa di Ambulans Lalu Ditelantarkan

 
Berita Lainnya :
  • Kasus Covid-19 di Inhu Mencapai 518 Kasus, 437 Orang Sembuh
  • Diikuti Paguyuban se-Riau, Seminar FPK Hadirkan Gubri dan Kapolda
  • Bhayangkara Jip Community Berikan Bantuan untuk Duma
  • Paslon Alfedri-Husni Matangkan Persiapan Debat Publik
  • Positif Covid-19 Riau Bertambah 138 Kasus, Pekanbaru Penyumbang Kasus Terbanyak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved