www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Bawaslu Meranti Himbau Parpol dan Bapaslon Patuhi Protokol Kesehatan, Ada Ancaman Pidana
 
Pemerintah China Klaim Temukan Virus Corona pada Sayap Ayam Impor dari Brasil
Kamis, 13 Agustus 2020 - 22:04:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

CHINA - Pihak berwenang di Kota Shenzhen, China bagian selatan, mengungkapkan bahwa mereka menemukan virus corona pada sayap ayam yang diimpor dari Brasil.

Temuan ini diumumkan pada Kamis (13/8/2020).

Virus corona disebut telah terdeteksi pada sampel permukaan yang diambil dari sekumpulan sayap ayam selama pemeriksaan makanan beku impor pada Rabu (12/8/2020).

Mengutip CNN, Kamis (13/8/2020), otoritas kesehatan Shenzen segera melacak dan menguji orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan produk ayam tersebut.

Mereka juga menguji produk makanan yang disimpan di dekat bahan yang tercemar virus. Semua hasilnya dinyatakan negatif.

Pihak berwenang kini tengah melacak produk terkait dari merek serupa yang telah dijual, dan telah mendisinfeksi area penyimpanan sayap ayam yang diduga terkontaminasi Covid-19.

Penemuan di Shenzen itu terjadi sehari setelah jejak virus corona penyebab Covid-19 ada pada kemasan udang beku asal Ekuador.

Sejak Juli 2020, ada tujuh kasus di mana virus terdeteksi pada kemasan produk makanan laut impor di seluruh China.

Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan pangan impor.

Otoritas kesehatan China telah berulang kali memberi tahu publik agar berhati-hati dalam membeli daging dan makanan laut impor.

Tidak ada bukti penularan lewat makanan

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS menyatakan bahwa kemungkinan tertular virus melalui makanan, rendah.

WHO menjelaskan, sangat tidak mungkin seseorang dapat terinfeksi Covid-19 dari makanan atau kemasan makanan.

Menurut CDC, risiko infeksi virus dari produk makanan, kemasan makanan, atau wadah makanan dianggap sangat rendah.

Kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa virus corona menyebar sebagian besar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Penularan dapat terjadi jika orang menyentuh permukaan atau benda termasuk makanan yang mengandung virus lalu kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata.

"Tidak ada bukti sampai saat ini virus yang menyebabkan penyakit pernafasan ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan. Virus corona tidak dapat berkembang biak dalam makanan; mereka membutuhkan hewan atau manusia untuk berkembang biak," demikian pernyataan WHO.

Seorang ahli pengobatan pernapasan di Chinese University of Hong Kong, David Hui Shu-cheong mengatakan, produk makanan impor di China yang dinyatakan mengandung Covid-19 hampir pasti telah terkontaminasi selama pengemasan.

Tetapi, dia mengatakan, virus yang ada pada makanan impor akan menular, tes asam nukleat dapat mendeteksi RNA dari virus yang mati.

Sisa-sisa virus tersebut diketahui telah menimbulkan hasil false positive pada pasien yang sudah sembuh dari virus corona.

Mengutip Reuters, Kamis (13/8/2020), Kantor Pusat Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Shenzhen, menyebutkan, masyarakat perlu mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi dari daging dan makanan laut impor.

Selain menyaring semua wadah daging dan makanan laut yang masuk ke pelabuhan utama dalam beberapa bulan terakhir, China telah menangguhkan beberapa impor daging dari berbagai negara, termasuk Brasil.

Kelompok pertama kasus Covid-19 terkait dengan pasar makanan laut Huanan di Kota Wuhan.

Studi awal menunjukkan, virus itu berasal dari produk hewani yang dijual di pasar tersebut.

Li Fengqin, Kepala Laboratorium Mikrobiologi di Pusat Pengkajian Risiko Keamanan Pangan Nasional China, mengatakan, kemungkinan makanan beku yang terkontaminasi menyebabkan infeksi baru tidak bisa dikesampingkan.

Virus bisa bertahan hingga dua tahun pada suhu minus 20 derajat Celcius.

Namun, para ilmuwan mengungkapkan, sejauh ini belum ada bukti kuat virus corona bisa menyebar melalui makanan beku. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiJejak Corona Kembali Ditemukan China di Kemasan Makanan Impor
Virus Corona bermutasi sempurna di Indonesia.Dunia Cemas, Covid-19 di Indonesia Bermutasi Jadi Lebih Mengerikan
India kembali memblokir 118 aplikasi China setelah terjadi bentrok di perbatasan. Foto: CNNIndonesiaKembali Bentrok, India Blokir 118 Aplikasi China
  IlustrasiChina Larang Produk Laut Indonesia karena Ada Virus Corona
Presiden China, Xi Jinping.Dituduh Menutupi-nutupi, Presiden China Tegaskan Negaranya sudah Transparan Terkait Corona
Peternakan ayam.Terdampak Pandemi Covid-19, Ratusan Ribu Ayam di Inggris Akan Dimusnahkan

 
Berita Lainnya :
  • Bawaslu Meranti Himbau Parpol dan Bapaslon Patuhi Protokol Kesehatan, Ada Ancaman Pidana
  • Hakim PN Rengat Tolak Praperadilan Mak Gadih, Terduga Bandar Besar Sabu di Inhu
  • Diserang Rumor Calon Boneka, Ini Tanggapan Hery Saputra
  • Riau Urutan 4 Nasional Tertinggi Kasus Baru Covid-19 Hari Ini
  • PT TGI Serahkan Bantuan 35 Ribu Lembar Masker kepada Pemprov Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved