www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Paslon SADAR Terkaya di Pilkada Siak, Paling Miskin...
 
Kematian Akibat Corona di Brazil Lebih dari 100 Ribu
Minggu, 09 Agustus 2020 - 07:11:38 WIB
Warga Brasil gali kuburan di pasir sebagai bentuk protes penanganan pandemi corona yang buruk di Brasil. Foto: CNNIndonesia
Warga Brasil gali kuburan di pasir sebagai bentuk protes penanganan pandemi corona yang buruk di Brasil. Foto: CNNIndonesia

JAKARTA - Brasil mencatat lebih dari 100.000 kematian akibat Covid-19, Sabtu (8/8/2020). Angka kematian sebanyak itu terjadi lima bulan setelah kasus pertama yang dilaporkan. Negara berpenduduk 210 juta orang itu melaporkan rata-rata lebih dari 1.000 kematian setiap hari akibat pandemi sejak akhir Mei.

Pada Sabtu, tercatat 100,477 kasus kematian di Brasil dengan kasus positif mencapai 3.012.412 orang. Jumlah kematian dan infeksi Brasil nomor dua terbesar setelah Amerika Serikat.

Angka ini terpaut cukup jauh dengan Indonesia yang juga terdampak pandemi selama lima bulan. Angka kematian di RI tercatat 5.658 orang. Sementara kasus positif 123,503 orang per Sabtu (8/8/2020).

Sebagai penghormatan kepada para korban Covid-19, LSM Rio de Paz menempatkan salib di pasir di pantai Copacabana dan melepaskan 1.000 balon merah ke langit, Sabtu (8/8).

"Sangat menyedihkan. 100.000 itu mewakili berbagai keluarga, teman, orang tua, anak-anak ", kata Marcio do Nascimento Silva, seorang sopir taksi berusia 56 tahun yang kehilangan anak-anaknya dalam pandemi dan bergabung dalam seremoni itu dikutip dari cnnindonesia.

"Kami mencapai tanda itu (100.000) dan banyak orang sepertinya tidak melihatnya, baik di kalangan pemerintah maupun rakyat kami. Mereka bukan hanya jumlah tapi orang. Kematian menjadi normal," kata Silva.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, tetap skeptis soal dampak penyakit tersebut. Pria yang disebut ikut terinfeksi ini, tetap mendukung pencabutan pembatasan ekonomi.

Pencabutan pembatasan ekonomi ini telah dilakukan oleh gubernur negara bagian yang mencoba memerangi Covid-19.

Bolsonaro terlihat sering berbaur dengan orang banyak, terkadang tanpa mengenakan masker.

"Saya menyesali semua kematian, ini sudah mencapai angka 100.000, tapi kami akan menemukan jalan keluarnya," kata Bolsonaro lewat Facebook pada Kamis (6/8) malam.

Para ahli mengeluhkan kurangnya koordinasi penanganan Covid-19 secara nasional di bawah pimpinan Bolsonaro. Pemerintah kota dan negara bagian juga mengeluh pembukaan pembatasan yang lebih awal dari yang direkomendasikan para ahli kesehatan.

"Ketidakmampuan administratif merusak kesempatan kami untuk memberikan penanganan yang baik terhadap COVID", kata Miguel Lago, direktur eksekutif Institut Studi Kebijakan Kesehatan Brasil, yang memberi nasihat kepada pejabat kesehatan masyarakat.

Brasil menangani pandemi Covid-19 dengan menteri kesehatan sementara, Eduardo Pazuello. Ia adalah seorang jenderal militer yang berkarier di bidang logistik.

Sebab, dua menteri kesehatan sebelumnya yang seorang dokter, mengundurkan diri karena berbeda pandangan dengan Bolsonaro terkait penerapan protokol kesehatan.

Presiden juga silang pendapat dengan Menteri Kesehatan soal hydroxychloroquine, obat anti-malaria. Obat ini dipromosikan oleh presiden tetapi sebagian besar penelitian ditemukan tidak efektif melawan COVID-19, atau bahkan berbahaya.

Bolsonaro, yang menyebut COVID-19 sebagai "flu ringan", mengatakan ia sembuh dari infeksinya sendiri berkat obat itu.

Saat ini di Brasilia, ibu kota Brasil, tercatat hampir 80 persen ICU-nya terisi. Sementara, tingkat hunian ICU di Rio de Janeiro turun menjadi kurang dari 30 persen.

Di Rio, pusat perbelanjaan dan restoran telah dibuka dan orang-orang telah kembali ke pantai.

"Situasinya sangat nyaman dan kami tidak mengerti mengapa itu terjadi. Mungkin tingkat infeksi jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan pada awal pandemi dan banyak dari mereka yang berada di jalan kebal, "berspekulasi Graccho Alvim, direktur asosiasi rumah sakit di negara bagian.

Viviane Melo da Silva, 47, kehilangan ibunya, Esther Melo da Silva, di ibukota negara bagian Amazonas, Manaus pada 9 April. Ibunya melaporkan mengalami flu, dan beberapa hari kemudian mulai mengalami masalah pernapasan. Dia meninggal setelah lima hari di rumah sakit umum.

"Pemerintah mengatakan bahwa itu adalah 'flu ringan'. Mereka tidak peduli. Tidak khawatir dengan itu dan itulah yang terjadi: Orang yang tidak bersalah meninggal karena kelalaian dan kurangnya persiapan dari pemerintah, "tambahnya.

Nazare Rosa de Paula, 67, mengatakan banyak orang tetap acuh tak acuh terhadap virus meski begitu banyak kematian. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Presiden AS Donald TrumpBerdalih Tak Ingin Penduduk Panik, Trump Akui Remehkan Covid-19
IlustrasiSeorang Pria di Hongkong Kembali Terinfeksi Virus Corona
Ilustrasi mutasi virus Corona. Foto: DetikSingapura Temukan Varian Mutasi Baru Virus Corona dengan Infeksi Lebih Ringan
  IlustrasiPertama Kali, Yordania Konfrmasi Kasus Covid-19 di Kamp Pengungsi Suriah
IlustrasiTerjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Korea Selatan Terapkan Lockdown
IlustrasiMelonjak, Korsel Catat Tambahan 103 Kasus Baru Corona

 
Berita Lainnya :
  • Paslon SADAR Terkaya di Pilkada Siak, Paling Miskin...
  • Tindak Lanjut Hearing dengan Komisi II DPRD, Pemdes dan Masyarakat Batas Desak PT SSL Kembalikan Lahan 2.753 Hektar
  • Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
  • Penyebab Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat
  • Deklarasi Damai, Bawaslu Rohil Tegaskan Kampanye harus Ikuti Protokol Kesehatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved