www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
KBI Catat Pendapatan Rp81,4 Miliar Semester I 2020
 
Tolak Klaim China atas Laut China Selatan, RI Kirim Nota Verbal ke PBB
Kamis, 18 Juni 2020 - 07:06:47 WIB
Ilustrasi Laut China Selatan
Ilustrasi Laut China Selatan

JAKARTA - Indonesia menolak klaim China atas Laut China Selatan melalui dua nota verbal atau submission kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 Mei dan 12 Juni lalu.

Dalam nota verbal yang ditujukan ke Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 26 Mei, Indonesia menegaskan kembali bahwa RI bukan negara yang memiliki sengketa di Laut China Selatan.

"Indonesia juga menegaskan sekali lagi bahwa peta Sembilan Garis Putus yang mengindikasikan klaim historis (China) tidak memiliki dasar hukum internasional dan sangat bertentangan dengan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982," bunyi nota verbal tersebut dikutip dari cnnindonesia.

Indonesia juga menegaskan kembali bahwa klaim historis China terhadap Laut China Selatan sudah dimentahkan Pengadilan Arbitrase Internasional pada 12 Juli 2016 lalu.

"Bahwa seluruh hak historis yang mungkin dimiliki oleh Republik Rakyat Tiongkok terhadap sumber daya hayati maupun non-hayati telah gugur seiring dengan ditetapkannya batasan-batasan zona maritim oleh UNCLOS 1982."

Sementara itu, dalam nota verbal yang diajukan Indonesia ke PBB pada 12 Juni lalu, pemerintahan Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa China tidak memiliki hak historis terhadap zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan landas kontinen Indonesia.

Hal itu disampaikan Indonesia setelah sebelumnya pada Januari lalu puluhan kapal ikan China menerobos masuk wilayah ZEE Indonesia di Natuna.

RI telah melayangkan nota protes terhadap China, namun Beijing mementahkannya dengan menyatakan bahwa negaranya memiliki hak historis dan berdaulat atas perairan di sekitar Kepulauan Nansha di Laut China Selatan, yang dianggap Jakarta masih wilayah ZEE Indonesia.

"Tidak terdapat hak historis Republik Rakyat Tiongkok di Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen Indonesia. Sekiranya hak historis tersebut mungkin ada sebelum berlakunya UNCLOS 1982, hak historis tersebut telah digugurkan oleh peraturan UNCLOS 1982," bunyi nota verbal tersebut.

Kedua nota verbal itu diajukan Indonesia ke PBB demi merespons nota serupa yang dilayangkan China ke organisasi tersebut soal klaimnya di Laut China Selatan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menuturkan kedua nota verbal itu hanya bentuk sikap Indonesia untuk menegaskan kembali posisinya "yang konsisten" terkait isu Laut China Selatan.

"Submission ini hanya merupakan koresponendsi diplomatik agar tercatat di dalam forum PBB. Itu prinsipnya kenapa kami keluarkan nota diplomatik tersebut untuk pertegas posisi Indonesia atas isu Laut China Selatan," kata Faizasyah dalam jumpa pers virtual Kemlu pada Rabu (17/6/2020). (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Parah! Indonesia Disebut sudah Jadi Episentrum Virus Corona Dunia
Memakai masker mengurangi kemungkinan pasien Covid-19 menularkan virus ke orang lain.Riset Terbaru: Resiko Menularkan Covid-19 Lebih Besar daripada Ketularan
IlustrasiBenarkan Asal Virus Corona dari Laboratorium di Wuhan?
  Ilustrasi Laut China SelatanTolak Klaim China atas Laut China Selatan, RI Kirim Nota Verbal ke PBB
Pria bertato peta Indonesia jadi viral saat kerusuhan di AS.Viral Perusuh di AS Bertato Peta Indonesia, Kemenlu Ungkap Fakta Sebenarnya
IlustrasiAustralia Tarik Duta Besar, Tak Percaya Penanganan Covid-19 di Indonesia

 
Berita Lainnya :
  • KBI Catat Pendapatan Rp81,4 Miliar Semester I 2020
  • Razia Protokol Kesehatan Depan STC, Warga Tak Gunakan Masker Kena Sanksi
  • Korsleting Listrik, Rumah Nelayan di Desa Alai Ludes Terbakar, Tersisa Baju di Badan
  • Mahasiswa STIT Al-Kifayah Riau Salurkan Bantuan Bibik Ikan Lele pada Masyarakat
  • Gubri Kembali Akan Evaluasi Pejabat Eselon II Pemprov Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved