www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
PDP di Inhu Tambah 3 Orang, Satu Pasien Positif Masih Dirawat
 
Riset Terbaru: Resiko Menularkan Covid-19 Lebih Besar daripada Ketularan
Minggu, 07 Juni 2020 - 12:25:21 WIB
Memakai masker mengurangi kemungkinan pasien Covid-19 menularkan virus ke orang lain.
Memakai masker mengurangi kemungkinan pasien Covid-19 menularkan virus ke orang lain.

JAKARTA - Riset terbaru COVID-19 jadi bukti kalau risiko menulari lebih tinggi dari pada ketularan. Jangan sampai Anda menjadi super spreader.

Universitas Hong Kong merilis hasil riset terbaru mereka terkait virus Corona. Diberitakan Daily Mail seperti dilihat Sabtu (6/6/2020) para ilmuwan menemukan data bahwa 70 persen pasien tidak menulari orang lain.

Namun, ada 20 persen orang yang menderita COVID-19 bertanggung jawab pada 80% penularan virus Corona. Sementara 10 persen sisanya hanya menulari orang dekat seperti keluarga dan teman kantor. Artinya, super spreader bertanggung jawab terhadap penyebaran pandemi ini.

"Kegiatan yang menyebabkan superspreading terjadi lebih banyak dari yang kita duga, lebih dari yang bisa dijelaskan dengan kemungkinan. Frekuensi superspreading lebih dari yang kita bayangkan," kata Ben Cowling, salah satu peneliti.

Ilmuwan menyebutkan ada orang-orang tertentu yang sanggup menyebarkan virus Corona ke banyak sekali orang. Ada juga momen kegiatan tertentu yang menyebabkan COVID-19 langsung menyebar ke banyak orang.

Untuk mendukung riset ini, tim ilmuwan mempelajari 1.000 kasus penularan virus Corona di Hong Kong dari 23 Januari-28 April. Mereka mempelajari data kapan dan dimana para pasien ketularan COVID-19.

"Keterpaparan sosial menghasilkan kasus sekunder dalam jumlah yang lebih besar daripada keterpaparan keluarga atau pekerjaan," tulis tim ilmuwan dalam laporan risetnya.

Hal ini senada dengan temuan tim ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. Menurut mereka, acara seperti latihan paduan suara, kelas kebugaran, konferensi bisnis bisa menjadi kegiatan super spreader.

Sedangkan, tempat-tempat yang bisa menjadi lokasi super spreader adalah rumah sakit, tempat ibadah dan rumah panti. Nah, menjelang kita memasuki new normal, sepatutnya kita menyadari dan mewaspadai jangan sampai kita berada di lokasi dan kegiatan yang rawan dengan super speader ya!(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Parah! Indonesia Disebut sudah Jadi Episentrum Virus Corona Dunia
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom GhebreyesusWHO Sebut Dunia Hadapi Krisis Oksigen
IlustrasiTiga Bulan Tutup, Besok Saudi Buka Kembali Masjid di Makkah
  IlustrasiBikin Bingung, Bayi Kembar Tiga di Meksiko Positif Covid-19 Padahal Orangtuanya Negatif
Donald TrumpBikin Kontroversi Lagi, Trump Minta Tes Corona Diperlambat karena Tak Ingin AS Tampak Buruk
IlustrasiPeneliti Ungkap Virus Corona susah Ada di Italia Sejak Desember

 
Berita Lainnya :
  • PDP di Inhu Tambah 3 Orang, Satu Pasien Positif Masih Dirawat
  • Jenazah Pelda Anumerta Rama Tiba Esok, Dimakamkan di TMP Pekanbaru
  • Kelola Blok Rokan, Pertamina Targetkan Sumbang 60 Persen Produksi Minyak RI
  • Sepeda Akan Dikenai Pajak? Pegowes: Lucu, di Luar Negeri Malah Dibayar
  • BLT Pemprov Riau Dipotong, Walikota Pekanbaru: Saya Akan Cek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved