www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Sudah 48 Orang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu di Korea Selatan
 
Akibat Demo George Floyd, AS Terancam Gelombang Dua Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 - 10:55:33 WIB
Gelombang demonstrasi dipicu kematian George Floyd di Amerika Serikat. Foto: CNNIndonesia
Gelombang demonstrasi dipicu kematian George Floyd di Amerika Serikat. Foto: CNNIndonesia

JAKARTA - Jenderal Ahli Bedah Amerika Serikat Jerome Adams memperingatkan ancaman gelombang dua pandemi virus corona akibat unjuk rasa massal yang dipicu kematian George Floyd.

Ribuan orang yang turun ke jalan berpotensi menularkan virus Covid-19.

"Saya khawatir terhadap konsekuensi kesehatan masyarakat, baik individu dan institusi serta orang-orang yang protes dengan cara yang berbahaya bagi diri mereka sendiri dan bagi kelompok mereka," kata Adams kepada Politico dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin (1/6/2020).

Demonstrasi merupakan aktivitas warga yang bertentangan dengan imbauan jaga jarak fisik dan berpotensi menjadi sumber baru penularan Covid-19.

"Berdasarkan cara penyebaran penyakit, selalu ada alasan terjadi klaster baru dan potensi wabah baru," ujarnya seperti dikutip dari CNNindonesia, Rabu (3/6/2020).

Jangankan mempersiapkan gelombang kedua, AS saat ini masih berjuang keras untuk menekan penyebaran virus corona.

 AS bahkan menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi di dunia akibat corona. Hingga saat ini tercatat ada 1.881.205 kasus corona di AS dan 108.059 kematian.

Meski angka penularan masih tinggi, sejumlah negara bagian telah membuka kembali kegiatan warga.

Adams mengatakan potensi peningkatan jumlah infeksi juga akan terus terjadi mengingat ribuan warga terlihat tetap berkerumun di sejumlah Pantai Barat.

Sebelumnya Ahli medis khawatir orang tanpa gejala bisa menularkan virus ketika banyak orang berdekatan sambil teriak dan tak menggunakan masker.

Demonstrasi solidaritas terhadap Floyd berlangsung di puluhan kota dan negara bagian di AS.  Protes pertama kali mencuat di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd pada Senin (25/5/2020).

Aksi solidaritas atas kematian Floyd bahkan meluas hingga negara Eropa dan Amerika latin seperti Brasil hingga Selandia Baru.

Kematian Floyd bukan lah satu-satunya pematik amarah warga AS yang sesungguhnya. Sebab, insiden Floyd terjadi tak lama setelah dua warga kulit hitam AS lainnya tewas.

Kematian Floyd dianggap sebagai puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial aparat terhadap warga kulit hitam di negara tersebut. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiWarga Jepang Seluruhnya Akan Dapat Vaksin Covid-19 Gratis
IlustrasiSetelah Berbulan-bulan Bebas Corona, Kini Negara Ini Laporkan Kasus Pertama Covid-19
IlustrasiTermasuk Indonesia, Ini Daftar Penerima Vaksin Covid-19 China
  Donald TrumpTerinfeksi Covid-19, Donald Trump Hadapi Masa Kritis 48 Jam
Presiden AS Donald TrumpAkhirnya Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Sederet Kontroversi Donald Trump Soal Corona
ASI bisa mencegah penularan Corona.Hasil Riset: ASI Dapat Mencegah dan Mengobati Virus Corona !

 
Berita Lainnya :
  • Sudah 48 Orang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu di Korea Selatan
  • Dunia Pers Riau Berduka, Wartawan Berdedikasi Itu Mendahului Kita
  • Tegakkan Disiplin Prokes Covid-19, Polsek Tanah Putih dan Koramil 02 Terus Lakukan Operasi Yustisi
  • Libur Cuti Bersama, Sekda Kepulauan Meranti Imbau ASN Tak Keluar Daerah
  • Dari 294 Kasus Baru Covid-19 Riau Hari Ini, Pekanbaru Sumbang 121
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved