www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Sah, APBD Siak Tahun 2021 Rp1,7 Triliun Lebih
 
China Akhirnya Akui Simpan Virus Corona di Laboratorium, Sebut Mustahil Terjadi Kebocoran
Senin, 25 Mei 2020 - 19:49:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Setelah sekian lama bungkam, China akhirnya mengakui menyimpan virus Corona atau covid-19 di Laboratorium, ada hal lain  tentang kebocoran.

Misteri yang selama ini terus dipertanyakan mulai terkuak sedikit demi sedikit.

Akhirnya China mengakui menyimpan sampel virus Corona di Laboratoriumnya di Wuhan.

Rahasia yang selama ini terus ditutup-tutupi pun terkuak sedikit demi sedikit.

China tak bisa lagi menghindarinya karena fakta ilmiah yang sudah terbukti dari berbagai penelitian.

Asal muasal virus yang kini membuat pusing seluruh negara di dunia tersebut akhirnya terus terjawab.

Dilansir dari tribunnews, salah satu teori yang banyak berkembang terkait asal muasal virus Corona penyebab covid-19 adalah berasal dari kebocoran yang terjadi di Laboratorium di Wuhan, China.

Ya, memang terlihat sangat kebetulan virus Corona diketahui pertama kali menginfeksi manusia terjadi di Wuhan.

Sementara di kota yang sama, terdapat sebuah Laboratorium milik Institut Virologi China yang banyak meneliti mengenai perkembangan virus.

Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengaku memiliki bukti bahwa virus Corona memang berasal dari Lab tersebut.

Setelah sekian lama bungkam, petinggi dari Institut Virologi China akhirnya buka suara mengenai kondisi di Laboratorium mereka.

Salah satu yang akhirnya mengejutkan, atau mungkin memuaskan dugaan, banyak pihak adalah pengakuan bahwa Laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.

Bahkan, virus Corona tersebut diakui berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain).

Namun, meski mengakui hal tersebut, mereka berani menjamin bahwa kebocoran adalah hal yang mustahil terjadi karena mereka memiliki suatu bukti yang kuat.

Teori konspirasi bahwa Laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.

Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.

Lqab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.

Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.

"Faktanya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada. Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.

WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.

Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus Corona yang mereka punya.

Institut virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus Corona yang berasal dari kelelawar.

Namun berdasarkan keterangan dari Laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.

Awalnya peneliti berpikir covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.

Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus Corona bocor dari Laboratorium mereka "kebohongan murni".

Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.

"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.

Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani Coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".

Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.

"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.

Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiMakanan Beku dari 109 Negara Disebut China Terkontaminas Virus Corona
IlustrasiHasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dinyatakan China Aman
IlustrasiGuru TK Dajjal! Tusuk 25 Muridnya Pakai Jarum hingga Beri Racun, Akhirnya Dihukum Mati
  IlustrasiWabah Brucellosis Kembali Serang China, 6000 Lebih Orang Terinfeksi
Kapal Indonesia yang berpapasan dengan kapal China di Laut China Selatan. Foto: CNNIndonesiaAksi Ilegal China di Laut China Selatan Akan diawasi Kapal AS
IlustrasiTermasuk Indonesia, Ini Daftar Penerima Vaksin Covid-19 China

 
Berita Lainnya :
  • Sah, APBD Siak Tahun 2021 Rp1,7 Triliun Lebih
  • Satgas: Kasus Covid-19 di Dumai Perlu Perhatian Serius
  • Dua Kadis dan 2 Kabiro Pemprov Riau Positif Covid-19
  • Bupati Meranti Raih Penghargaan Pengelolaan Dana Desa Terbaik
  • DPRD dan Pemkab Setujui ABPD Rohul 2021 Rp1,1 Triliun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved