www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
 
Dibuka Kembali, Pasar di Wuhan Tetap Nekat Jual Hewan Liar
Kamis, 02 April 2020 - 08:46:44 WIB
Pasar Wuhan kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.
Pasar Wuhan kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

JAKARTA - Setelah dua bulan alami lockdown, kini pasar Huanan di Wuhan China mulai beroperasi dan kembali menjual hewan liar.

Seperti yang diketahui bahwa pasar seafood Huanan di Wuhan, China merupakan tempat pertama kali di mana virus corona muncul pada Desember lalu. Di pasar Wuhan tersebut menjual berbagai hewan liar untuk dikonsumsi manusia.

Hewan liar tersebut ada seperti kelelawar, trenggiling, monyet, ular, anjing dan masih banyak lagi. Keberadaan hewan liar yang dijual di pasar Wuhan itulah yang diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab virus corona.

Penyebaran virus corona kala itu sangat masif sehingga membuat pemerintah setempat terpaksa menutup pasar Wuhan pada Januari 2020. Lalu, di Februari pemerintah juga menyatakan larangan pada perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Bahkan seluruh China saat itu juga lockdown hingga 2 bulan lamanya. Namun, kini China telah membuka lockdown tersebut karena tidak ada kasus virus corona yang baru di negaranya.

Perlahan, segala aktivitas masyarakat kembali berjalan. Toko-toko, restoran dan pasar pun juga mulai beroperasi lagi. Namun, sayangnya seperti tidak belajar dari pengalaman, pasar-pasar di sana kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Dilansir dari Daily Mercuri, dikutip detik.com, (31/3/2020) seorang penjual obat di sebuah pasar di Dongguan, China Selatan terlihat mengiklankan kelelawar, ular, kadar dan kodok untuk pengobatan penyakit umum.

"Ya, pasar telah kembali beroperasi dengan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan sebelum wabah virus corona," ujar salah satu pengunjung.

Sementara pasar lain di Guilin, China Barat Daya juga tampak menjual kucing dan anjing yang dijajakan dalam kandang dengan kondisi kotor dan siap untuk disembelih.

Padahal banyak orang sudah mengutuk pasar tersebut karena selain merupakan perlakuan kejam terhadap hewan, juga tidak higienis. Mengingat ini bukan virus pertama yang dikaitkan dengan pasar hewan liar.

Sebelumnya wabah SARS pada tahun 2003 juga diduga berasal dari sana. Bahkan sebuah studi yang diterbitkan pada 2007 di Universitas Hong Kong menggambarkan budaya makan hewan liar di China seperti 'bom waktu' untuk virus baru.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Raja Salman.Pidato Idul Fitri Raja Salman untuk Warga Arab Saudi
IlustrasiLebih 100 Orang di Korea Selatan Tertular Covid-19 Gara-gara Latihan Dance
IlustrasiAhli Biologi Ungkap Virus Corona Bukan dari Penularan Hewan di Pasar Wuhan
  Virus Corona saat memasuki sel tubuh manusia.Dokter di China Ungkap Jenis Virus Corona Baru Berbeda dari yang di Wuhan
Ilustrasi.Hasil Awal Uji Coba Vaksin Virus Covid-19 kepada Manusia Tampaknya Menjanjikan
Stefanie.Kisah Wanita Melawan Covid-19 Pakai Obat Baru, hanya Beberapa Hari Langsung Lepas Ventilator

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  • Seluruh Anggota Dewan di Siak Diajak Pantau Data Penerima Bantuan Terdampak Covid-19
  • Fasilitas di Ruang Isolasi BLK Meranti Tidak Memadai, Ini Kata Jubir Gugus Tugas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved