www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Pembak Kuansing Akan Surati Kementerian Pariwisata Terkait Pelaksanaan Pacu Jalur
 
Benarkah Muslim Uighur Tak Terkena Virus Corona? Ini Faktanya
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:52:48 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Akun Instagram info.indonesia mengunggah foto sejumlah perempuan mengenakan jilbab dan pria-pria yang sebagian mengenakan peci.

Ada tulisan, 'Ahli Dunia Terkejut, Tak Satupun Muslim Uighur Tertular Virus Corona' dalam foto tersebut.

Tak hanya foto, akun Instragram tersebut juga menambahkan narasi dalam unggahannya. Berikut isinya:

"Hanny Kristianto, dari Mualaf Center Indonesia menyampaikan kabar terbaru dari Xinjiang China Kamis (6/2/2020). Katanya, informasi yang ia peroleh dari Xinjiang ini pasti mengejutkan ahli-ahli kesehatan di dunia. Katanya, tak satupun warga muslim Uyghur yang tertular virus corona..

Bisa jadi hal itu disebabkan gaya hidup warga muslim Uyghur bersih dan senantiasa mencuci tangan, kaki dan wajah seperti berwudhu seperti yang dianjurkan ahli kesehatan dunia..

Tim dai dari Indonesia yang berhasil masuk ke Xinjiang dan berjumpa saudara muslim Uighur, @formasi1.official dan @ayogerakbareng menyalurkan bantuan langsung ke saudara muslim Uyghur di Xinjiang..

“Sampai detik ini tidak ada satu pun saudara kita Muslim Uighur di Xinjiang yang terkena virus corona, yang terkena 200 an orang semua orang Han (komunis China).”

“Mari baca doa ini dengan iman..اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ.“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit. (HR. Abu Dawud).”.“Dulu komunis china melarang hijab dan niqab, hari ini mereka mau tidak mau berhijab berniqab.”.

Situs hajinews.id juga mengunggah klaim serupa dalam artikel berjudul, Ahli Dunia Terkejut, Tak Satupun Muslim Uyghur Tertular Virus Corona.

Benarkah klaim bahwa ahli dunia terkejut karena tak satupun muslim Uighur yang tertular virus corona? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini:

Penelusuran Fakta
Nama Hanny Kristianto dari Mualaf Center Indonesia disebut sebagai sumber kabar tersebut. Cek Fakta Liputan6.com menghubungi Steven Indra Wibowo, pengurus Yayasan Mualaf Center Indonesia untuk mendapatkan konfirmasi.

"Benar, Hanny Kristianto anggota Yayasan Mualaf Center Indonesia," kata Steven Indra Wibowo kepada Senin (10/2/2020). "Hanny ada di Indonesia, sekarang di Cibubur."

Steven mengaku, kabar bahwa umat muslim Uighur bebas dari virus corona adalah benar. "Sehat menurut Muslim Federation of China itu aman."

Alasannya, tambah dia, muslim Uighur menjaga kebersihan dengan wudhu, menggunakan cadar atau masker, dan tidak memakan binatang endemik yang jadi sumber penyakit, seperti kelelawar dan babi. "Mereka di sana masih aktivitas seperti biasa, ke masjid buka toko. Enggak kayak di Wuhan."

Dikutip dari liputan6 sedang mengupayakan konfirmasi langsung dari Hanny Kristianto. Pencarian dengan kata kunci 'Muslim Federation of China' tidak menghasilkan temuan ke situs lembaga tersebut. 

Sementara itu, berdasarkan data penyebaran wabah Virus Corona (2019-nCoV) yang dimuat JHU CSSE pada Senin (10/2/2020) pukul 18.00 WIB, di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang atau Xinjiang Uygur Autonomous Region (XUAR) terdapat 49 kasus nCoV yang terkonfirmasi -- bukan 200 seperti dalam klaim. 

Sementara, baik angka kematian maupun kesembuhan dinyatakan nol. Tidak disebutkan apa latar belakang etnisitas atau agama para pasien yang terkonfirmasi 2019-nCoV.

Dikhawatirkan, Nasib Muslim Uighur di Kamp

Berbeda dengan klaim yang menyebut bahwa 'ahli dunia terkejut karena tak satu pun warga muslim Uighur tertular virus Corona', sejumlah ilmuwan justru menyuarakan kekhawatirannya.

Salah satunya Munawwar Abdulla, peraih gelar master atau MSc dari UNSW Sydney yang saat ini bekerja sebagai manajer laboratorium dan teknisi di laboratorium ilmu saraf evolusi di Universitas Harvard.

Dalam artikel opini berjudul "Coronavirus: China’s Xinjiang camps are a neglected high-risk area and should be closed" yang dimuat situs www.hongkongfp.com dan artikel opini berjudul Uyghurs and the China Coronavirus yang dimuat situs The Diplomat, ia mengkhawatirkan kasus n-CoV di Xinjiang dikhawatirkan lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Menurut dia, PBB dan sejumlah sumber di Amerika Serikat menyebut, lebih dari 1 juta, bahkan mungkin mencapai 3 juta warga Uighur dan minoritas lainnya berada di kamp. Mereka tak bebas keluar masuk. 

Pihak Barat menyebutnya sebagai kamp penahanan, sementara Beijing mengaku itu adalah fasilitas pendidikan vokasional atau fasilitas re-edukasi.

Kekhawatiran lain disuarakan Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch China dalam opini berjudul, WHY ARBITRARY, SECRETIVE DETENTION OF OVER A MILLION CHINESE MUSLIMS IS LIKELY TO WORSEN CORONAVIRUS SCARE | OPINION yang dimuat situs Newsweek.com pada 7 Februari 2020. 

Ia menyebut, tidak ada informasi yang transparan membuat warga Uighur yang ada di negara lain nyaris putus asa untuk mengetahui kanbar keluarganya di Xinjiang.

Kekhawatiran diaspora Uighur diungkap dalam artikel berjudul "Uyghur Muslims fear impact of coronavirus on populations in camps in China" yang dibuat situs calgary.ctvnews.ca pada 2 Februari 2020. 

"Ada kemungkinan, jika virus masuk ke dalam kamp, mereka akan terinfeksi dan meninggal dunia," kata Dr. Fozia Alvi, pimpinan Humanity Auxilium. 

"Tak ada satu pun dari kami terjaga pada malam hari tanpa bertanya-tanya apa yang menimpa keluarga kami (di sana)," kata Babur Ilchi, juru bicara East Turkestan Association of Alberta.

Situs berita Al Jazeera, dalam artikel berjudul Coronavirus outbreak: 'We need facts not fear', mewawancarai presenter China Global Television Network, Wang Guan, untuk mengetahui kondisi Tiongkok dalam merespons wabah Virus Corona (2019-nCoV). Salah satunya terkait kondisi di Xinjiang.

Berikut cuplikan artikel yang dimuat pada 8 Februari 2020:

"In Xinjiang province, where at least one million Uighur Muslims are being held in camps, multiple cases of the coronavirus have been confirmed raising fears it could spread rapidly in the region.

"There have been very few cases in Xinjiang. Actually, Xinjiang ranks number six from the bottom in terms of the confirmed cases. There has not been a single death in Xinjiang so far. The situation is well under control over there," Wang said."

Dalam artikel itu disebut, di Provinsi Xinjiang, di mana setidaknya 1 juta muslim Uighur ditahan di kamp-kamp, beberapa kasus Virus Corona telah terkonfirmasi, meningkatkan kekhawatiran bahwa virus itu dapat menyebar dengan cepat di wilayah tersebut.

"Ada beberapa kasus di Xinjiang. Sebenarnya, Xinjiang berada di peringkat enam terbawah dalam hal kasus (2019-nCoV) yang terkonfirmasi. Belum ada satupun kematian sejauh ini dilaporkan di Xinjiang. Situasi masih terkendali di sana." kata Wang Guan.

Pencarian menggunakan kata kunci 'xinjiang, coronavirus' mengarah ke artikel berjudul Man in Xinjiang donates horses to help Hubei yang dimuat Asia One pada 10 Febaruari 2020.

Kesimpulan Klaim
Klaim yang menyebut ahli dunia terkejut karena tak satu pun muslim Uighur yang tertular virus Corona tak didasari bukti sahih. 

Hingga berita ini diturunkan, jumlah kasus terkonfirmasi di Xinjiang, menurut data JHU CSSE, berjumlah 49 orang, bukan 200 seperti dalam klaim. Tidak ada penjelasan soal etnisitas maupun keyakinan para pasien. 

Bertolak belakang dengan klaim, ahli dan aktivis HAM justru menyuarakan kekhawatiran mengenai nasib warga muslim Uighur yang berada dalam kamp. Pun dengan para diaspora Uighur di luar negeri yang mengkhawatirkan nasib keluarga mereka. (*)





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Bumi.Aneh, Medan Magnet di Bumi Tiba-tiba Melemah secara Misterius
IlustrasiAhli Biologi Ungkap Virus Corona Bukan dari Penularan Hewan di Pasar Wuhan
IlustrasiKlaim Kemajuan Besar Uji Klinis, China Siap Produksi Massal Vaksin Virus Corona
  IlustrasiLebih 100 Orang di Korea Selatan Tertular Covid-19 Gara-gara Latihan Dance
Menlu AS, Mike Pompeo.Presiden Trump Klaim Punya Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan
IlustrasiMalaysia Segera Longgarkan Lockdown, Angka Kematian Corona di Bawah 2 Persen

 
Berita Lainnya :
  • Pembak Kuansing Akan Surati Kementerian Pariwisata Terkait Pelaksanaan Pacu Jalur
  • Kabar Gembira, RSUD Arifin Ahmad Pulangkan Satu Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat
  • PPDB Tingkat SD dan SMP Negeri di Pekanbaru Dibuka 1-7 Juli 2020
  • Bobol Karaoke dan Kafe di Pekanbaru, Doyok Diamankan Polisi
  • Besok Citilink Terbang Lagi, Penumpang Cek Kembali Kelengkapan Dokumen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved