www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Cegah Covid-19, SKK Migas dan Pertamina EP Salurkan Bantuan Hand Sanitizer
 
Siswa Malaysia Diusir Pemilik Rumah di Australia karena Takut Corona
Kamis, 13/02/2020 - 17:48:44 WIB
Catatan yang ditempelkan di pintu depan rumah tempah Helen tinggal sebelumnya.
Catatan yang ditempelkan di pintu depan rumah tempah Helen tinggal sebelumnya.

CANBERRA - Seorang siswa asal Malaysia menceritakan pengusiran yang dialaminya dari tempat tinggalnya di Perth, Australia, karena kekhawatiran si pemilik rumah tentang virus corona. Padahal, dia tidak pernah melakukan perjalanan ke China.

"Helen", yang disepakati oleh ABC untuk tidak disebutkan identitas aslinya karena khawatir akan menjadi korban diskriminasi lebih lanjut, mengatakan dia menyewa sebuah kamar di sebuah townhouse di pinggiran selatan Perth pada bulan November tahun lalu.

Siswa pengabdian masyarakat ini mengatakan dia tidak menandatangani kontrak tetapi memiliki perjanjian lisan dengan pemilik rumah, yang juga tinggal di rumah tersebut, untuk membayar A$86 atau sekitar Rp860.000 seminggu ditambah tagihan pengeluaran lainnya.

Helen, yang keturunan Cina, pulang ke Malaysia pada 24 Januari untuk mengunjungi keluarga dan teman-temannya untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Dia berkata bahwa dia terbang kembali ke Perth pada tanggal 4 Februari, dan tiba di rumah pada jam 4 pagi. Saat itu ia menemukan semua kunci pintu telah diganti dan ada sebuah catatan yang ditempelkan di pintu depan.

"PERINGATAN - DILARANG MELINTAS", tertulis di kertas itu.

"Rumah ini dikunci karena virus corona.

"Karena Anda telah gagal untuk tetap berhubungan dengan saya saat Organisasi Kesehatan Dunia sudah menyatakan Keadaan Darurat Global atas virus corona, Anda tidak lagi diterima di rumah ini."

Dalam catatan itu tertera juga nomor ponsel yang dapat dihubungi Helen, sebagai tambahan bahwa pemilik rumah telah berusaha untuk menghubungi Helen ketika dia pergi "berkali-kali tanpa hasil".

Barang-barang milik Helen diletakkan di luar rumah supaya bisa ia ambil sekembalinya ke Australia.

Presiden Asosiasi Chung Wah, di negara bagian Western Australia, Ting Chen mengatakan kepada Radio ABC Perth bahwa ia telah menerima laporan tentang perilaku rasis dan informasi yang salah yang ditujukan kepada anggota komunitas Tionghoa setempat.

Dia mengatakan seorang penduduk di pinggiran utara Perth Joondalup menemukan kata "virus" telah ditulis dengan cat di jalan masuk rumahnya.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima," katanya, diberitakan detik.

Dia mengatakan, jumlah pelanggan juga turun di restoran China setempat.

"Beberapa hari yang lalu saya pergi ke salah satu restoran Cina yang populer dan itu setengah kosong. Orang-orang takut keluar rumah untuk makan malam," katanya.

"Namun, saya pikir [negara bagian] Australia Barat adalah tempat yang sangat aman."

Menurut saran resmi dari Departemen Kesehatan, orang-orang di Australia yang paling beresiko terkena virus adalah mereka yang baru-baru ini berada di daratan China atau telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terkonfirmasi terjangkit virus tersebut.

Dari total 15 kasus virus corona yang terkonfirmasi di Australia, tidak ada yang berlokasi di negara bagian Australia Barat.

Semua kasus di Australia berasal dari Wuhan kecuali satu orang di negara bagian New South Wales, yang telah melakukan kontak di China dengan pasien yang dikonfirmasi dari Wuhan.

Tidak ada larangan perjalanan atau saran kesehatan dari Pemerintah Australia terkait dengan perjalanan dari Malaysia. (*)








Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiUpdate Corona Global, Kasus Positif Tembus 1,6 Juta, Sembuh 354 Ribu
Himalaya kini bisa terlihat di Jalandhar, India Foto: CNNTerapkan Locdown, Puncak Himalaya Terlihat Jelas di India, Pertama Kali dalam 30 Tahun
Obed Duron Gomez, Wali Kota Mahahual, Meksiko, dilaporkan ditembak mati geng kriminal setelah menerapkan lockdown demi mencegah virus corona. Lockdown Wilayah Cegah Corona, Geng Kriminal Tembak Mati Walikota Meksiko
  Ilustrasi istana Kerajaan Arab Saudi.150 Anggota Kerajaan Arab Saudi Positif Corona
Mahasiswa buang makanan gratis yang diberikan pemerintah Foto: IstimewaDibagikan Makanan Gratis oleh Pemerintah, Mahasiswa Malah Membuangnya!
IlustrasiMulai Juni, Rusia Siap Uji Vaksin Virus Corona pada Manusia

 
Berita Lainnya :
  • Cegah Covid-19, SKK Migas dan Pertamina EP Salurkan Bantuan Hand Sanitizer
  • Antisipasi Tertular Corona, Chili Market Hadir Penuhi Kebutuhan Sembako Warga Secara Online
  • Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Komisi II DPRD Pekanbaru Sidak Gudang Bangunan
  • Menpan-RB Tegaskan Selain Dilarang Mudik Lebaran, ASN Juga Tak Boleh Cuti Selama Pandemi Corona
  • Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien Rumah Sakit yang Lompat dari Lantai 4, Mengeluh Sesak Nafas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved