www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Ini Sebaran 3.512 Kasus Positif Corona di 34 Provinsi, Riau Jadi 13
 
Sensor Pemerintah China Jadi Sorotan saat Wabah Corona,
Sabtu, 08/02/2020 - 12:06:59 WIB
Dokter Li Wenliang.
Dokter Li Wenliang.

JAKARTA - Salah satu pejabat medis di China memuji tindakan delapan orang warga Kota Wuhan yang berupaya memperingatkan wabah virus corona pada awal-awal penyakit ini mulai menyebar akhir Desember lalu.

"Kita seharusnya memberi mereka pujian," kata Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CCDC). "Mereka cukup bijak sebelum wabah mulai melanda."

Salah satu orang yang memberi peringatan akan bahaya virus corona itu adalah dokter Li Wenliang.

"Saya hanya ingin mengingatkan rekan-rekan saya di universitas agar berhati-hati," kata Li kepada CNN pekan lalu, dan diberitakan merdeka.

Li berbicara di rumah sakit saat dia harus dirawat karena tertular virus corona. Jumat pagi kemarin kondisinya memburuk dan dokter 34 tahun itu akhirnya meninggal. Dia menjadi salah satu korban dari sekitar 600 lebih warga China yang tewas karena wabah corona.

Li sebelumnya sempat ditangkap aparat keamanan karena dianggap menyebarkan rumor tentang wabah corona.

Jika penangkapan Li itu bisa dianggap membuat malu pemerintah China, kematian Li jadi bencana.

Dihapus aparat sensor

Reakasi di dunia maya China atas kematian dokter Li begitu cepat dan tidak terduga.

"Tak akan terhitung lagi berapa banyak anak muda yang menjadi dewasa dalam semalam, dunia tidak seindah yang kita bayangkan," tulis seorang pengguna dunia maya. "Apakah kalian marah? Jika salah satu dari kalian beruntung bisa berbicara kepada dunia di masa mendatang, pastikan kalian mengingat kemarahan malam ini."

Di tengah merebaknya kemarahan dan kesedihan publik China, aparat China yang selama ini bertugas di bagian sensor tampaknya cukup kerepotan.

Di Weibo--jejaring sosial mirip Twitter di China--tagar "Pemerintah Wuhan Harus Meminta Maaf kepada dokter Li Wenliang" dan "Kami ingin kebebasan berpendapat" menarik perhatian ribuan pengguna sebelum dihapus aparat sensor.

Tagar lain "saya ingin kebebasan berpendapat" sempat dilihat 1,8 juta pengguna sebelum kemudian juga disensor pada kemarin pagi.

Mengontrol narasi

Kemarahan publik diperparah dengan upaya aparat untuk mengontrol narasi tentang kematian Li di tengah wabah corona.

Sejumlah media pemerintah melaporkan kematian Li pada Kamis malam dengan mengutip sumber dari rekan Li dan beberapa dokter di Rumah Sakit Pusat Wuhan, tapi kemudian berita-berita itu dihapus tanpa penjelasan. Pihak rumah sakit mengklaim mereka sedang mengupayakan Li bisa selamat tapi kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Li sudah meninggal.

Meski ada kemungkinan kabar itu salah dan media China tidak akan menjadi yang pertama melaporkan kematian itu, kuatnya dugaan ada sensor dari aparat sudah cukup memicu kemarahan di dunia maya China.

"Seorang dokter harus mati dua kali," tulis seorang pengguna jejaring WeChat. "Itu penghinaan nasional."

Sebagian orang menyoroti munculnya konfirmasi kematian Li pada tengah malam dengan harapan publik sudah terlelap dan aparat akan lebih mudah mengontrol reaksi.

"Saya tahu kalian akan mengabarkan soal ini saat tengah malam. Kalian pikir kami semua sudah tidur? Tidak. Kami belum tidur," tulis pengguna lain.

Meluapnya kemarahan dan protes publik akhirnya membuat badan anti-korupsi China, Komisi Pengawas Nasional kemarin mengatakan mereka mengirimkan tim ke Wuhan untuk menyelidiki kasus kematian dokter Li.

Komisi Pengawas Nasional dikenal sebagai lembaga pengawas kedisiplinan yang paling ditakuti di China. (*)





Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Pasar Wuhan kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi.Dibuka Kembali, Pasar di Wuhan Tetap Nekat Jual Hewan Liar
IlustrasiGeger Virus Baru di China yang Lebih Mematikan dari Covid-19, Membunuh Hitungan Jam
IlustrasiSudah Diumumkan China, Ini Obat Efektif Sembuhkan Pasien Corona
  Ilustrasi1.541 Warga China Positif Corona Tanpa Gejala
Wanita ditangkap karena meludah berkali-kali di transportasi umu..Wanita Ditangkap karena Meludah Berkali-kali di Transportasi Umum
Ilustrasi VaksinDitemukan, Ilmuwan China Dapat Lampu Hijau Uji Vaksin Corona COVID-19 ke Manusia

 
Berita Lainnya :
  • Ini Sebaran 3.512 Kasus Positif Corona di 34 Provinsi, Riau Jadi 13
  • DPP Pekanbaru terus Awasi Distributor Bahan Pokok Cegah Permainan Harga
  • Data Terbaru Corona Hari Ini: Kasus Positif Capai 3.512, 280 Meninggal
  • Nekat Langsungkan Pernikahan saat Lockdown, Polisi Serbu Lokasi Pesta, Pengantin dan Semua Tamu Ditangkap
  • Cegah Covid-19, SKK Migas dan Pertamina EP Salurkan Bantuan Hand Sanitizer
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved