www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Pemko Gandeng Kejari Pekanbaru Tarik 6 Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Eks Pejabat
 
Amerika Serikat Akan Lanjutkan Operasi Militer, Irak Tolak Beri Izin
Jumat, 17/01/2020 - 13:10:21 WIB
Ilustrasi militer Amerika Serikat.
Ilustrasi militer Amerika Serikat.
TERKAIT:

JAKARTA - Pemerintah Irak menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk melanjutkan operasi militer di negara mereka.

Pernyataan itu disampaikan pemerintah Irak untuk membantah laporan bahwa AS akan memulai kembali operasi militer di Baghdad.

Ribuan tentara AS dikerahkan ke Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah ISIS kembali bangkit. Mereka menjadi bagian dari koalisi internasional yang diundang Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS.

Namun, operasi militer itu dihentikan pada 5 Januari lalu atau dua hari setelah serangan drone AS menewaskan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani di sekitar bandara Baghdad. Serangan yang diluncurkan pada 3 Januari itu turut menewaskan salah satu tokoh militer Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

Juru bicara perdana menteri Irak untuk urusan militer Abdulkarim Khalaf mengatakan kepada AFP bahwa pasukan koalisi tidak memiliki izin dari Baghdad untuk melakukan misi bersama.

"Operasi gabungan belum dilanjutkan dan kami belum memberikan izin," kata Abdulkarim Khalaf dikutip dari cnnindonesia.

Khalaf mengatakan pemerintah Irak telah memerintahkan koalisi untuk menghentikan operasi gabungan setelah AS meluncurkan dua serangan udara ke Irak.

Selain pembunuhan Soleimani dan Muhandis, serangan AS ke Irak pada akhir Desember lalu lalu menewaskan 25 pejuang milisi. Serangan itu diluncurkan sebagai pembalasan atas kematian kontraktor AS akibat hantaman roket.

"Perjanjiannya adalah bahwa koalisi ada di sini untuk melawan ISIS dan membantu Irak melawan ISIS, jadi kami menganggap serangan itu sebagai tindakan sepihak," kata Khalaf.

Sebagai tanggapan, kata dia, maka operasi bersama yang meliputi penggunaan wilayah udara Irak akan dilarang. Parlemen Irak juga telah meminta pemerintah mengusir 5.000 tentara AS dari sana setelah serangan AS.

Sebelumnya, menurut laporan New York Times, Rabu (15/1) dua petinggi militer AS mengatakan bahwa Pentagon ingin melanjutkan operasi untuk memerangi ISIS.

Saat dimintai tanggapan oleh AFP, Pentagon mengaku tidak dapat memberikan informasi mengenai kelanjutan operasi militer tersebut. Juru bicara koalisi pimpinan-AS di Baghdad juga menolak berkomentar.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin kemarin mengungkapkan bahwa para pemimpin Irak secara pribadi mendukung kehadiran pasukan AS di sana, meskipun ada seruan pengusiran.

"Mereka tidak akan mengatakan secara terbuka. Tetapi secara pribadi mereka semua menerima kenyataan bahwa AS masih ada di sana melaksanakan misi anti-teror," kata Pompeo di sebuah forum di Universitas Stanford. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pemko Gandeng Kejari Pekanbaru Tarik 6 Mobil Dinas yang Dikuasai Oknum Eks Pejabat
  • Akibat Corona, PTPN V Bakal Fokus Produksi CPO Kelas Premium
  • Suzuki XL7 Resmi Dipasarkan, Lebih Murah dari Kompetitornya
  • Merusak Lingkungan, Izin Kilang Sagu dan Panglong Arang di Meranti segera Dicabut
  • Awal Maret Praktek Kerja Lapangan, Mahasiswa AKNP Diberikan Pembekalan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved