www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Namanya Terseret di Sidang Amril Mukminin, Golkar Tetap Majukan Eet di Pilkada Bengkalis
 
Warga India Berbondong-bondong Protes Pembangunan Patung Yesus, Takut Pindah Agama
Selasa, 14 Januari 2020 - 16:22:36 WIB
Warga India memprotes pembangunan patung Yesus. Foto: AFP/STR
Warga India memprotes pembangunan patung Yesus. Foto: AFP/STR

INDIA-Ratusan aktivis yang terkait dengan partai penguasa India memprotes rencana pembangunan patung Yesus Kristus. Patung Yesus di India besarnya menyaingi patung serupa di Brasil.

Sejak dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) intoleransi meningkat di India. Perdana Menteri Narendra Modi dituding berupaya mengubah India dari negara sekuler ke negara Hindu.

Sementara itu protes di Karnataka pada Senin (13/1/2020) waktu setempat, dipimpin oleh organisasi RSS. Kelompok garis keras itu terafiliasi dengan BJP.

"Kami ingin menghentikan (pembangunan) itu, karena hal itu bertolak belakang dengan semangat kerukunan komunal, dan mendorong perpindahan agama yang dilakukan oleh para misionaris Kristen," ucap salah seorang pemimpin RSS Prabhakar Bhat, seperti dikutip dari AFP, dinukil kumparan, Selasa (14/1/2020).

Pembangunan patung Yesus di India sudah dimulai sejak Desember lalu. Lantaran mendapat protes, pembangunan patung setinggi 34,7 meter ini dihentikan.

Patung Yesus Kristus dari granit putih di India hanya lebih pendek sedikit dari patung Christ The Redeemer di Rio de Janiero, Brasil.

Patung Yesus di India, didirikan di desa Harobele. Mayoritas penduduk desa adalah pemeluk Kristen.
Meski demikian, warga India percaya desa itu adalah tempat kelahiran salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu.
Pemerintah Daerah Karnataka menuding pemerintah sebelumnya memberikan izin pembangunan patung secara ilegal. Saat ini Pemda Karnataka dikuasai BJP.

Dari 2014 lalu, Modi mulai berkuasa, diskriminasi terhadap agama minoritas di India semakin melonjak. Sasaran diskriminasi bukan cuma agama minoritas, namun juga kelompok kasta terendah.

Laporan tersebut dikeluarkan oleh Komisi AS untuk Kebebasan Beragama. Pemerintah India telah menolak laporan tersebut. (*)







Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Biara Katolik berusia 1.500 tahun hancur di Kota Al-Qaryatain, Suriah.Kelompok ISIS Bunuh 21 Umat Kristen
 

 
Berita Lainnya :
  • Namanya Terseret di Sidang Amril Mukminin, Golkar Tetap Majukan Eet di Pilkada Bengkalis
  • Tolak Kedatangan TKA China, Massa Ancam Blokade Bandara Haluoleo Kendari
  • Amankan 5 Kg Sabu dan 8 Ribu Ekstasi, Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar Narkoba Bersenjata Api
  • Serahkan Piagam, Masyarakat Apresiasi Pejuang Pemadam Karhutla Riau
  • Triwulan Pertama 2020, PMA Riau Capai Rp5 Triliun, Naik Dibanding Tahun Lalu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved