www.halloriau.com

HalloSawit
BREAKING NEWS :
BPJS Diminta Percepat Pencairan Klaim Biaya Pasien Covid-19 ke RS
 
Makin Panas! Iran Berencana Bombardir 4 Kedubes Amerika Serikat
Senin, 13 Januari 2020 - 15:40:28 WIB
  Demo massa Irak.
Demo massa Irak.

IRAN - Iran memiliki banyak rencana untuk menyerang Amerika Serikat. Setelah tiga pangkalan udara AS di Irak diserang, Iran juga berencana menghancurkan empat kedutaan besar Amerika Serikat di sejumlah negara.

Sejumlah pejabat AS berkomentar terkait rencana serangan Iran ke empat kedutaan AS di sejumlah negara. Mereka yakni Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Bahkan mereka mengklaim sudah mengetahui adanya rencana serangan terhadap empat Kedubes AS.

Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa sebelum meninggal, Jenderal Iran, Qassim Sulaimani berencana untuk meledakkan kedutaan besar AS dengan serangan pesawat tak berawak. Tak hanya itu, Sulaimani juga mengancam beberapa kedutaan besar Amerika di luar negeri.

"Saya yakin itu (Sulaimani) sudah berencana mengancam empat kedutaan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

"Soleimani secara aktif merencanakan serangan baru, dan dia menyasar kedutaan besar kami, dan bukan hanya kedutaan besar di Baghdad," kata Trump saat di Ohio, seperti dikutip dari BBC.

Intelijen Ketahui Niat Musuh Serang Kedutaan AS

Menurut pejabat senior pertahanan kepada wartawan, Kamis (9/1/2020), AS memiliki intelijen yang bisa memantau dari berbagai plot dan ancaman yang melibatkan Soleimani, termasuk yang melibatkan rencana untuk menyerang kedutaan dengan bahan peledak.

Kemudian seperti dikutip dari Middle East Eye, Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Minggu (12/1/2020) mengatakan belum mengetahui bukti secara spesifik dari para pejabat intelijen bahwa Iran berencana untuk menyerang empat kedutaan besar AS.

"Saya tidak melihat satupun mengenai empat kedutaan," kata Ester.

Esper juga setuju dengan Presiden Trump bahwa serangan lanjutan terhadap kedutaan besar AS mungkin terjadi. Namun menurutnya pernyataan Trump di kepada Fox News tidak didasarkan pada bukti spesifik tentang serangan terhadap empat kedutaan besar.

"Apa yang dikatakan presiden adalah bahwa mungkin ada serangan tambahan terhadap kedutaan. Saya berbagi pandangan itu," kata Esper.

Intelijen Geng Eight

Menteri Pertahanan AS Mark Esper dalam wawancara tentang "State of the Union" di CNN mengatakan bahwa pemerintah memiliki "kecerdasan yang sangat baik" soal serangan terhadap beberapa kedutaan besar. Menurutnya "kecerdasan" itu hanya bisa dilakukan oleh "Geng Eight", sekelompok kongres tinggi AS.

"Tidak ada diskusi dalam briefing Gang Eight bahwa empat kedutaan AS menjadi sasaran dan kami memiliki intelijen yang sangat bagus yang menunjukkan ini adalah target spesifik," katanya, dikutip merdeka.

Kedutaan Besar AS di Baghdad

Sebelumnya, Kedutaan AS di Baghdad digeruduk warga Irak. Mereka menyerukan agar warga AS di Irak pergi dari wilayahnya. Kejadian itu sebagai buntut dari tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani karena serangan udara drone Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad.

"Dikarenakan meningkatnya ketegangan di Irak dan kawasan, Kedutaan AS menyerukan warga Amerika memperhatikan imbauan perjalanan Januari 2020 dan meninggalkan Irak secepatnya," kata pernyataan kedutaan AS, seperti dilansir laman Dawn, Jumat (3/1/2020).

"Warga AS harus meninggalkan Irak dengan pesawat jika memungkinkan atau lewat darat jika tidak bisa". (*)








Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Brian dan istrinya Erin yang meninggal bulan ini. Sumber gambar, FacebookYakin Corona hanya Hoaks, Pria Ini Malah Kehilangan Istrinya Akibat Covid-19
Foto: AntaraHasil Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Dihantam Rudal Dua Kali
Foto: AntaraKapal Perang Amerika Serikat Terbakar, 21 Orang Cedera
  Presiden Amerika Serikat Donald TrumpAdik Perempuan Sebut Trump Pembohong dan Tak Gemar Membaca
Rekaman benda terbang tak dikenal/UFO.Pentagon akan Bentuk Unit Baru untuk Selidiki UFO
Donald TrumpBikin Kontroversi Lagi, Trump Minta Tes Corona Diperlambat karena Tak Ingin AS Tampak Buruk

 
Berita Lainnya :
  • BPJS Diminta Percepat Pencairan Klaim Biaya Pasien Covid-19 ke RS
  • Pelamar Lulus Administrasi Penerimaan Tenaga Kontrak Kesehatan Penanganan Covid-19
  • Diskominfo Pekanbaru Siap Luncurkan Aplikasi untuk Penanganan Covid-19
  • Mitos dan Fakta Berjemur Bisa Cegah Virus Corona
  • Buron 5 Tahun, Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Malah Berubah Jadi Tahanan Kota
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    Salat Idul Adha Pertama di Hagia Sophia
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved