www.halloriau.com  
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Begini Tanggapan Sekda Terkait Predikat Rohul sebagai Daerah Termiskin di Riau
 
Warga Australia Temukan Kulit Ular Sanca Batik 7 Meter, Padahal Habitatnya Jauh
Kamis, 10/10/2019 - 20:15:55 WIB
Kulit ular 7 meter yang ditemukan Morris. FOTO: ABC News.
Kulit ular 7 meter yang ditemukan Morris. FOTO: ABC News.
TERKAIT:

QUEENSLAND - Seorang pria yang tinggal di ujung utara negara bagian Queensland, Australia, bernama Stuart Morris, menjalani rutinitas jalan kakinya seperti biasa, hingga pada suatu ketika ia menemukan kulit ular yang besar dan panjang.

Morris menemukan kulit reptil sepanjang 7 meter ini di dekat sungai di pinggiran kota Cairns, Freshwater.

"Saya mengambil beberapa foto dan lanjut jalan kaki, dan waktu kembali pulang, kulit itu masih ada sehingga saya berpikir saya akan menggulungnya dan membawanya pulang," kata Morris.

"Saya merendamnya dalam air di bak cuci karena semuanya kaku dan saya meletakkannya di lantai di bawah sinar matahari untuk mengeringkannya."

"Tadinya saya pikir, tak ada ular sebesar itu di sini."

Morris mengatakan awalnya ia mengira ular itu adalah ular sanca lokal yang telah melepaskan kulitnya, tetapi setelah diperiksa lebih dekat, ia berpendapat bahwa ular itu telah dikuliti.

"Saya tak percaya seseorang benar-benar akan melakukan itu pada makhluk cantik seperti itu," katanya, dikutip detik.

Pakar ular, David Walton, mengatakan kulit itu tampaknya berasal dari ular sanca batik dari Asia Tenggara.

Ia mengatakan, hal yang masih misterius bagaimana ular itu bisa sampai di Australia.

"Ular sanca batik adalah spesies yang eksotis dan Anda tak bisa memeliharanya kecuali Anda adalah kebun binatang," kata Walton.

"Ular itu bisa saja diselundupkan dan mati dan seseorang mencoba mengulitinya, atau kulitnya memang diselundupkan ke negara ini."

"Perbuatan ini sangat berbahaya."

Walton mengatakan impor kulit semacam itu juga ilegal.

Morris mengatakan ia berencana untuk menghubungi otoritas lingkungan tentang temuannya itu.

"Saya berencana menelepon dan saya akan menunggu apakah mereka bisa menjelaskannya dan saya berharap mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang hal itu," sebutnya.

Ular sanca batik terdaftar sebagai spesies kategori Lampiran II -spesies yang tak selalu terancam punah tetapi perdagangannya harus dikontrol untuk menghindari pemanfaatan yang tak sesuai dengan kelangsungan hidup mereka -di bawah Konvensi Perdagangan Internasional untuk Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah.

Morris ingin tahu bagaimana ular sanca ini bisa masuk ke Cairns. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Begini Tanggapan Sekda Terkait Predikat Rohul sebagai Daerah Termiskin di Riau
  • OHARA Bangkitkan Kecintaan Pemuda Indonesia pada Nilai-Nilai Budaya Bangsa
  • Hendak Bangun Daerah, Afrizal Sintong Daftar dan Kembalikan Formulir ke Demokrat dan Nasdem
  • Lama Ditunggu, Jalan Penghubung Kecamatan Pulau Burung dan Kateman Akhirnya Dibangun
  • Canon PIXMA TS8370, TS6370, dan TS5370, Printer Penunjang Kreativitas dengan Desain Kekinian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved