www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Bupati Sukiman Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Covid-19 di 2 Kecamatan
 
Gara-gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli hingga Tewas
Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:42:25 WIB
Abrar Fahad. FOTO: Facebook.
Abrar Fahad. FOTO: Facebook.

BANGLADESH - Abrar Fahad, 21 tahun, mahasiswa Universitas Teknologi dan Mesin Bangladesh (BUET), ditemukan tewas di asramanya beberapa hari setelah ia mengkritik pemerintah di media sosial.

Beberapa mahasiswa yang merupakan anggota dari Liga Awami dikaitkan dengan kasus kematian tersebut.

Organisasi Liga Chhatra Bangladesh (BCL), yang merupakan bagian dari Liga Awami, sebelumnya diketahui terlibat dalam beberapa kasus terkait kekerasan dan pemukulan mahasiswa. Pada 2018, aktivis BCL juga terlibat dalam proses pemukulan dalam aksi unjuk rasa.

Dilansir dari BBC, Rabu (9/10/2019), setelah menelaah rekaman CCTV, pihak kepolisian mengatakan bahwa penyelidik mengidentifikasi sembilan orang keluar dari asrama Fahad. Setidaknya, lima orang di antaranya merupakan aktivis BCL. Para pelaku diduga memukuli Fahad hingga tewas di dalam asramanya.

Wakil Komisaris Polisi Dhaka Munstasirul Islam telah membenarkan kematian Abrar Fahad. Menurut salah satu media lokal, anggota BCL melakukan investigasi serta pemukulan terhadap Abrar Fahad mengenai sebuah partai Islam. Hal tersebut terkait tulisannya di media sosial yang mengkritik pemerintah tentang masalah perjanjian berbagi air dengan India.

Pada Selasa, 8 Oktober 2019, polisi menangkap 13 orang tersangka dan semuanya merupakan mahasiswa BUET. Enam orang tersangka lainnya masih dalam proses pencarian.

Pemerintah Bangladesh telah berjanji untuk bertanggung jawab atas kematian mahasiswa tersebut.

Setelah kasus tersebut terkuak, para mahasiswa di Dhaka melakukan unjuk rasa untuk membela keadilan bagi Abrar Fahad. Aksi protes yang berlangsung selama dua hari, terus meminta hukuman mati bagi para tersangka. Sejumlah alumni dan dosen juga turut serta dalam aksi demonstrasi tersebut.

"Hal ini jelas tidak bisa diterima, bahwa seorang mahasiswa meninggal karena kekerasan," ujar AKM Masud, ketua Asosiasi Pengajar BUET.

Menurut dia kematian Abrar Fahad merupakan bukti pihak berwenang gagal dalam menjamin keamanan mahasiswa. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Sukiman Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Covid-19 di 2 Kecamatan
  • Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi, XL Axiata Bagikan Sembako di Padang
  • Alhamdulillah, Pasien Covid-19 di Pekanbaru Sembuh Semua, Ini Pesan TAF Buat Tenaga Medis dan Pemko
  • Diduga Hendak Bunuh Diri, Gadis Remaja Ditemukan Pingsan di Taman Pelabuhan BSL Bengkalis
  • Kasus Positif Covid-19 di Inhu Nihil, OTG 4 Orang, PDP Masih Dirawat 1 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved