www.halloriau.com  
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
 
Perempuan Uighur Dibuat Mandul dengan Cara Disuntik di Camp Cina
Rabu, 14/08/2019 - 13:19:45 WIB
Ilustrasi perempuan etnis Uighur di Xinjiang, China.
Ilustrasi perempuan etnis Uighur di Xinjiang, China.
TERKAIT:
 
  • Perempuan Uighur Dibuat Mandul dengan Cara Disuntik di Camp Cina
  •  

    JAKARTA - Sejumlah perempuan etnis Uighur yang mengaku pernah ditahan di kamp khusus di Xinjiang, China mengklaim bahwa mereka secara paksa dibuat mandul dengan cara disuntik. Menurut mereka hal itu terjadi ketika mereka berada di kamp.

    "Mereka menyuntik kami berkali-kali," ujar Gulbahar Jailova yang sempat ditahan selama lebih dari satu tahun di Xinjiang dikutip dari CNNIndonesia.

    "Kami harus mengeluarkan lengan kami melalui sebuah lubang kecil di pintu. Kami kemudian menyadari bahwa setelah suntikan tersebut, kami tidak mengalami menstruasi lagi," kata wanita berusia 54 tahun itu.

    Jailova juga mengaku selama di dalam tahanan, ia harus tinggal di dalam ruang seluas 61 meter dengan 50 orang di dalamnya.

    "Kami seperti sepotong daging," ujar Jailova.

    Dilansir Independent, Rabu (14/8), kejadian serupa juga dialami tahanan lainnya bernama Mehrigul Tursun yang berusia 30 tahun. Melalui sebuah wawancara video dengan lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International di Tokyo, Jepang, Tursun mengaku ketika ia ditahan di kamp pengasingan Xinjiang pada 2017 lalu, ia disuntik dan diberi obat-obatan yang tak diketahui jenisnya.

    Tursun yang sekarang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, mengaku setelah disuntik merasa letih dan depresi. Setelah empat bulan kemudian, ia dikeluarkan karena didiagnosa mengalami penyakit mental.

    Setelah menjalani pemeriksaan di AS, dokter juga mengkonfirmasi bahwa Tursun memang telah disterilisasi.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah kelompok pemerhati Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa hingga kini ada sekitar satu juta minoritas Uighur, Kazakhstan serta kelompok minoritas lainnya yang ditahan di kamp pengasingan di Xinjiang.

    Para peneliti juga mengklaim fasilitas di Xinjiang layaknya "kamp-kamp pengasingan selama masa perang" yang perlahan-lahan membunuh budaya setempat.

    Di sisi lain, pemerintah China menyebut kamp tersebut sebagai "asrama" disertai dengan pelatihan. Pihaknya juga membantah tuduhan telah menyiksa minoritas Uighur serta menyebut kabar itu adalah palsu.

    Sementara banyak bekas tahanan yang mengaku telah disiksa, dipukuli bahkan disengat listrik sebagai hukuman. Mereka juga dipaksa mengkonsumsi daging babi, menjalani pendidikan politik serta menyanyikan lagu-lagu rezim komunis.

    Meski begitu, protes keras masyarakat dunia terhadap China nyatanya tidak memberikan pengaruh apapun. Menurut laporan pekan lalu, pemerintah China diketahui sedang membangun kamp-kamp yang lebih rahasia. (*)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
  • Defisit, Proyeksi Belanja RAPBD Meranti Tahun 2020 Naik Sebesar Rp1,453 Triliun
  • Wow, Kadisparbud Sebut Festival Pacu Jalur Kuansing 2019 Pecahkan 2 Rekor MURI
  • Lima Terdakwa Kasus 37 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati, Sampaikan Pembelaan dengan Tangisan
  • Gagal Melaju ke Babak Selanjutnya, Jonatan Tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved