www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Gara-gara Terobos Lampu Merah di M Boya Tembilahan, Dua Pengendara Motor Dilarikan ke Rumah Sakit
 
Iran Tentang Rencana Inggris Kirim Pasukan dan Kapal Perang ke Teluk
Senin, 29 Juli 2019 - 06:40:14 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani.
Presiden Iran Hassan Rouhani.

JAKARTA - Pemerintah Iran menyatakan sangat menentang keberadaan pasukan asing di wilayah Selat Hormuz, perairan Teluk. Menurut mereka hal itu malah membuat situasi semakin panas setelah insiden pesawat nirawak (drone) Amerika Serikat yang ditembak jatuh hingga penangkapan kapal tanker Inggris.

"Keberadaan pasukan asing tidak membantu keamanan kawasan, tetapi juga menjadi faktor pemicu ketegangan," kata Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam pernyataannya seperti dilansir CNNIndonesia, Minggu (28/7).

Inggris menyatakan berencana mengirim sejumlah pasukan dan kapal perangnya untuk mengawal kapal-kapal yang berlayar ke Selat Hormuz, karena perselisihan yang terjadi belakangan ini dengan Iran. Angkatan Laut Inggris di Gibraltar terlebih dulu menangkap kapal supertanker Iran, Grace 1, yang dituding hendak mengirim minyak ke Suriah.

Iran membalas dengan menangkap kapal tanker Stena Impero, berbendera Inggris yang melintas di Selat Hormuz. Mereka juga menangkap kapal berbendera Panama, MT Riah.

Langkah Inggris itu didukung oleh sejumlah negara Eropa. Yakni Denmark, Italia dan Prancis.

Rouhani menyatakan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keamanan di Selat Hormuz adalah Iran dan Oman. Pangkal persoalan menurut dia juga bukan sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini.

"Akar masalah sejumlah kejadian yang tidak mengenakkan dan ketegangan di kawasan ini adalah sikap Amerika Serikat yang menarik diri dari perjanjian nuklir 2015," ujar Rouhani.

Senada dengan Rouhani, juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, menyatakan rencana Inggris tidak akan menyelesaikan masalah dan malah menjadikan masalah itu semakin rumit.

"Rencana untuk mengirim armada dari Eropa ke Teluk Persia adalah pesan permusuhan, provokatif, dan malah meningkatkan ketegangan," kata Rabiei.

Iran menyatakan siap membebaskan kapal Stena Impero asal Inggris melepas tanker Grace 1.

Garda Revolusi Iran dilaporkan membebaskan sembilan dari total 12 awak kapal asal India yang bekerja di MT Riah.

Hingga kini, masih ada 21 warga India lainnya yang masih berada di bawah tahanan Iran, termasuk di dalamnya tiga orang dari kapal MT Riah dan 18 lain dari kapal tanker Stena Impero. Selain 18 warga India yang berada dalam kapal, ada pula tiga orang Rusia, satu warga Latvia dan seorang warga Filipina.

Kapal MT Riah sebelumnya disita di perairan sebelah selatan Pulau Larak, Selat Hormuz karena diduga membawa bahan bakar selundupan. Dari laporan dari situs web TankerTrackers menyebutkan bahwa kapal MT Riah sempat menyeberangi perairan Iran pada 14 Juli, namun setelah itu pihaknya berhenti mengirimkan sinyal.

Kapal Stena Impero beserta 23 awak di dalamnya disita dan ditahan oleh Garda Revolusi Iran pekan lalu di wilayah selatan pelabuhan Bandar Abbas karena diduga telah melanggar "peraturan maritim internasional."

Aksi saling sandera tanker ini memperkeruh krisis yang dipicu Iran dengan negara-negara Barat sejak April, apalagi setelah Amerika Serikat menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli minyak dari Iran.  (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

 
Berita Lainnya :
  • Gara-gara Terobos Lampu Merah di M Boya Tembilahan, Dua Pengendara Motor Dilarikan ke Rumah Sakit
  • Batal Berangkat, JCH Rohul Bisa Tarik Dana Pelunasan BPIH Atau Dapat Nilai Manfaat BPKH
  • Sudah Tiga Kasus Pencabulan di Rambah, yang Terbaru Pria Setengah Abad Lebih Cabuli Anak 8 Tahun
  • Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
  • Bupati Siak Serahkan Bantuan Produk Olahan Ikan untuk Tingkatkan Imunitas di Tengah Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved