www.halloriau.com  
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Disbud Tampilkan Berbagai Kesenian Masyarakat Adat di Provinsi Riau
 
Malam Tahun Baru Diwarnai Ledakan Bom di Pusat Perbelanjaan, 2 Tewas dan 32 Luka-luka
Senin, 31/12/2018 - 19:21:36 WIB
Sebuah bom meledak di pusat perbelanjaan di Kota Cotabato, Filipina mengakibatkan dua orang tewas dan melukai 32 lainnya. Diduga itu ulah teroris. FOTO: AFP / Ferdinandh Cabrera
Sebuah bom meledak di pusat perbelanjaan di Kota Cotabato, Filipina mengakibatkan dua orang tewas dan melukai 32 lainnya. Diduga itu ulah teroris. FOTO: AFP / Ferdinandh Cabrera
TERKAIT:

JAKARTA - Sebuah bom meledak di halaman depan pusat perbelanjaan di Kota Cotabato, selatan Filipina pada Senin (31/12/2018). Kejadian itu membuat dua orang tewas dan melukai 32 lainnya.

Juru bicara Kepala Kepolisian Filipina, Rowell Zafra, mengatakan tak lama setelah insiden terjadi aparat langsung menggeledah seluruh isi mal. 

Hasil penggeledahan polisi menemukan satu barang mencurigakan diduga bom lainnya yang langsung dimusnahkan.

Hingga kini, aparat Filipina belum bisa mengatakan jenis bom yang digunakan dalam peristiwa itu, begitu juga dengan identitas tersangka pelaku.

Puing-puing terlihat berserakan, termasuk barang-barang yang dijual khusus menyambut perayaan tahun baru. Sepatu dan sandal yang berlumuran darah juga terlihat tergeletak persis di depan pintu masuk mal, lokasi ledakan terjadi.

Dikutip AFP, dilansir cnn, saksi mata mengatakan jendela-jendela bangunan di sekitar lokasi kejadian ikut pecah akibat ledakan.

Wilayah Filipina selatan telah diguncang kekerasan kelompok ekstremis, militan, hingga separatis Islam selama beberapa dekade terakhir.

Zafra memaparkan sejumlah kelompok ekstremis Islam yang berbasis di luar Cotabato telah mendeklarasikan berbaiat pada organisasi teroris ISIS.

Berdasarkan data pemerintah Filipina, setidaknya 100 ribu nyawa melayang akibat pemberontakan dan kekerasan yang terjadi di wilayah itu.

Presiden Rodrigo Duterte juga menerapkan darurat militer hingga akhir 2018 di selatan Filipia, terutama selatan Mindanao setelah ISIS memporak-porandakan Kota Marawi pada pertengahan 2017.

Pada September dan Agustus lalu, serangkaian bom menerjang Kota Isulan, 77 kilometer dari selatan Cotabato. Insiden itu menewaskan tiga orang.

Otoritas mengatakan kelompok bersenjata Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. BIFF salah satu kelompok bersenjata di Filipina, selain Abu Sayyaf yang berbaiat kepada ISIS. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Disbud Tampilkan Berbagai Kesenian Masyarakat Adat di Provinsi Riau
  • Warga Pekan Arba Inhil Dilaporkan Hilang di Sungai Batang Tuaka
  • Serapan PAD di Bapenda Pekanbaru Capai Rp372 Miliar
  • Mahasiswa Kukerta UR Ajarkan Warga Desa Tanjung Gadai Olah Ikan Debuk Jadi Siomay dan Es Krim Sagu
  • Keseruan Test Drive dengan New TRITON di Lapangan Sampoerna Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved