Inhu
Pemkab Inhu | DPRD Inhu
 
+ INDEX BERITA

12:21 - Amankan Idul Adha, Polres ...
16:35 - Luar Biasa, Polres Inhu Ra...
15:41 - Pohon Tua Tumbang, Listrik...
10:54 - Ketua TP PKK Inhu Rezita M...
17:20 - Dua ODP di Inhu Dalam Pema...
16:17 - Baru 4 Hari Operasi Patuh ...
21:16 - Tiga PDP di Inhu Masih Dir...
11:16 - Polres Inhu Gelar Pasukan ...
14:32 - Besok, Polres Inhu Gelar O...
12:42 - Data Terbaru Covid-19 di I...
16:52 - Satu PDP di Inhu Masih Dir...
16:33 - Dugaan Pemerasan, Kepala I...
12:26 - Puluhan Mahasiswa Inhu Ger...
06:28 - Bupati dan Kadisdik Inhu D...
19:51 - PLN Rengat Berikan Diskon ...
14:00 - Tidak Ada Penambahan ODP, ...
12:32 - Kerjasama dengan UT Pekanb...
19:25 - ODP Covid-19 Selesai Peman...
10:41 - Mengejutkan, 64 Kepsek di ...
21:13 - Besok, PLN Lakukan Pemadam...
 
Ringkus Pelaku Ujaran Kebencian di Medsos, PWI Inhu Apresiasi Kinerja Polres Inhu
Kamis, 25 Juni 2020 - 21:20:21 WIB
ketua PWI Inhu, Efril Reza.
ketua PWI Inhu, Efril Reza.
TERKAIT:

INHU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) apresiasi dan puji kinerja Polres Inhu yang telah bergerak cepat dalam bertindak dan mengamankan pelaku ujaran kebencian lewat media sosial Facebook (FB), yakni MS (42) warga Desa Punti Kayu Kecamatan Batang Peranap.

"Kita apresiasi kinerja Polres Inhu yang telah mengamankan pelaku ujaran kebencian lewat media sosial, jika tidak segera diamankan, kita khawatir masalah ini meluas dan bisa mengarah ke unsur sara," kata ketua PWI Inhu, Efril Reza, Kamis (26/6/2020).

Diungkapkan Efril, selain bisa mengarah pada unsur SARA, ada hal lain yang membuat tidak nyaman rekan-rekan pers dan wartawan, khususnya di Inhu.

Sebab, MS pelaku ujaran kebencian itu mengaku jika ia adalah wartawan yang betugas di Inhu dan menetap di Desa Punti Kayu.

Kejadian ini, lanjut Efril dapat mencoreng nama baik serta menimbulkan persepsi buruk masyarakat terhadap wartawan.
Sementara, wartawan itu sendiri merupakan profesi yang diatur dan dilindungi oleh undang-undang.

Wartawan profesional yang diakui oleh Dewan Pers harus memenuhi tiga syarat, pertama bekerja pada perusahaan pers yang terverifikasi Dewan Pers, kedua tergabung dalam organisasi profesi konstituen Dewan Pers dan ketiga harus lulus uji kompetensi wartawan.

Selain itu, dalam bertugas, wartawan juga harus taat terhadap undang-undang no 40 tahun 1999 tentang pers dan 11 item kode etik jurnalistik.

"Dalam postingan di media sosial itu bisa kita lihat jika tersangka tidak percaya dengan Allah dan muak dengan nama Tuhan, nah bagaimana bisa dia bekerja secara profesional dan menaati kode etik jurnalistik sedangkan dengan Allah saja tidak percaya," ucap Efril dengan nada tinggi.

Atas nama PWI Inhu dan rekan-rekan wartawan Inhu, ia mengucapkan terima kasih pada Kapolres Inhu yang telah menindak lanjuti kasus ini agar nama baik wartawan tetap terjaga dihati masyarakat dan PWI Inhu mendukung tindakan hukum yang dilakukan Polres Inhu sebagai pembelajaran ke depan. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kentut Berjuang Ganti Nama
  • Hari Ini Riau Diguyur Hujan Seharian Tapi tidak Merata
  • Jelang Peresmian, 248 Titik CCTV Dipasang di Sepanjang Tol Pekanbaru-Dumai
  • Tas Mahal Seharga Rp29 Juta Ini Dibilang Mirip Kantong 'Pup' Anjing, Menurutmu?
  • Pemko Isolasi Pasien Positif OTG Covid-19 di Rusunawa Rejosari
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved