Inhu
Pemkab Inhu | DPRD Inhu
 
+ INDEX BERITA

19:34 - BNI dan BRI Inhu Beri Bant...
12:25 - Forkopimda Inhu Sidak Bulo...
11:59 - Azuan Helmi Nilai Wacana B...
10:20 - Seorang Warga Inhu Ditemuk...
19:55 - Waduh, Buaya Berukuran 4 M...
15:40 - KPBD Indragiri Hulu Ergusf...
14:53 - Cegah Covid-19, Forkopimda...
20:01 - Pasir Penyu Bergerak, Inis...
11:55 - Cegah Covid-19, Disdukcapi...
10:23 - Pemkab Inhu akan Jemput Ba...
09:45 - Perangi Covid-19, Bupati I...
12:06 - Pemkab Inhu Semprot Disinf...
11:42 - Mengais Rezeki saat Wabah ...
10:37 - Polres Inhu dan Kodim Semp...
12:41 - Sahabat RAJUT Bagikan 5.00...
10:33 - Teleconference dengan Gubr...
10:16 - Polres Inhu Gelar Apel Pas...
22:19 - DPC PDI Perjuangan Kabupat...
15:42 - Satpol PP Razia Warnet, Di...
11:45 - Imbas Covid-19, Warga Bina...
 
Sidak ke PT BBF, DPRD Inhu: Limbahnya Parah, Berceceran di Sekitar Perusahaan
Rabu, 29/01/2020 - 10:36:08 WIB
Komisi III DPRD Inhu melakukan sidak ke PT BBF.
Komisi III DPRD Inhu melakukan sidak ke PT BBF.
TERKAIT:

INHU  - Komisi III Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Bayas Bioule (BBF) yang beroperasi di Kecamatan Kuala Cinaku.

Inspeksi DPRD juga didampingi pihak Kecamatan Kuala Cenaku. Dalam sidak tersebut, ditemukan limbah minyak Cruide Palm Oil (CPO) berceceran di sekitar perkarangan PT BBF. PT BBF merupakan anak perusahaan PT Darmexs.

PT BBF diketahui beroperasi sebagai penampung minyak CPO dari berbagai kecamatan di Kabupaten Inhu, dan serta kabupaten tetangga. Minyak CPO itu selain diolah oleh perusahaan, juga dikirim ke berbagai provinsi menggunakan kapal tongkang.

Pihak BBF tidak berkutik ketika rombongan DPRD melakukan sidak atas temuan limbah minyak hasil olahan PT BBF tersebut.

"Limbahnya parah, berceceran di sekitaran lokasi perusahaan," kata Ketua Komisi III Taufik Hendri, di lokasi perusahaan, (28/1/2020).

Kata Hendri dari politisi PAN itu mengatakan, tampak limbah sudah mengapung di sekitar selokan yang berada di pinggiran kawasan perusahaan, yang nantinya akan mengalir ke Sungai Indragiri.

"Sayangnya kita ke lokasi tidak menemukan jawaban dari menejemen perusahaan. Untuk itu kita agendakan hearing," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kuala Cenaku, Muhammad Arif saat turut mendampingi sidak tersebut menyayangkan sikap dari PT BBF lantaran sikap perusahaan dituding tidak ramah lingkungan.

"Di sini yang korban masyarakat tempataan, bahkan baunya itu juga menyengat," ungkap Camat.

Menurutnya, perusahaan tidak melakukan pembersihan terhadap limbah-limbah yang mengalir di selokan yang berada di pinggiran kawasan perusahaan.

Terpisah saat dikonfirmasi Humas PT BFF, Joko, tidak menampik bahwa limbah tadi memanglah dari perusahaan.

"Akibat salah satu tangki penampungan bocor. Namun kini sudah dibuatkan tangki khusus," singkat Joko.

Penulis : Andri Subakti
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Update Data Covid-19 di Rohul Per 7 Maret 2020: 2 PDP Sehat, 2 Masih Isolasi dan 2 Isolasi Mandiri
  • Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Jadi 21, Tiga yang Baru Ada yang Tanpa Gejala
  • Polda Riau Gagalkan Penyelundupan TKI dan TKA ke Malaysia di Tengah Pandemi Covid-19
  • Relawan Covid-19 Himpun dan Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Kabupaten Inhil
  • Pemkab Kepulauan Meranti Siapkan Ruangan Khusus Pasien Positif Corona Senilai Rp 3 Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved