Inhu
Pemkab Inhu | DPRD Inhu
 
+ INDEX BERITA

11:27 - Gelorakan Semangat HUT ke-...
14:21 - Program Jaga Kampung, Polr...
12:34 - Operasi Patuh Lancang Kuni...
11:23 - Meski Covid-19, Kapolres H...
22:35 - Bripka Ripal Terima Pin Em...
22:01 - Dihadiri Wakil Bupati, For...
12:21 - Amankan Idul Adha, Polres ...
16:35 - Luar Biasa, Polres Inhu Ra...
15:41 - Pohon Tua Tumbang, Listrik...
10:54 - Ketua TP PKK Inhu Rezita M...
17:20 - Dua ODP di Inhu Dalam Pema...
16:17 - Baru 4 Hari Operasi Patuh ...
21:16 - Tiga PDP di Inhu Masih Dir...
11:16 - Polres Inhu Gelar Pasukan ...
14:32 - Besok, Polres Inhu Gelar O...
12:42 - Data Terbaru Covid-19 di I...
16:52 - Satu PDP di Inhu Masih Dir...
16:33 - Dugaan Pemerasan, Kepala I...
12:26 - Puluhan Mahasiswa Inhu Ger...
06:28 - Bupati dan Kadisdik Inhu D...
 
Sidak ke PT BBF, DPRD Inhu: Limbahnya Parah, Berceceran di Sekitar Perusahaan
Rabu, 29 Januari 2020 - 10:36:08 WIB
Komisi III DPRD Inhu melakukan sidak ke PT BBF.
Komisi III DPRD Inhu melakukan sidak ke PT BBF.
TERKAIT:

INHU  - Komisi III Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Bayas Bioule (BBF) yang beroperasi di Kecamatan Kuala Cinaku.

Inspeksi DPRD juga didampingi pihak Kecamatan Kuala Cenaku. Dalam sidak tersebut, ditemukan limbah minyak Cruide Palm Oil (CPO) berceceran di sekitar perkarangan PT BBF. PT BBF merupakan anak perusahaan PT Darmexs.

PT BBF diketahui beroperasi sebagai penampung minyak CPO dari berbagai kecamatan di Kabupaten Inhu, dan serta kabupaten tetangga. Minyak CPO itu selain diolah oleh perusahaan, juga dikirim ke berbagai provinsi menggunakan kapal tongkang.

Pihak BBF tidak berkutik ketika rombongan DPRD melakukan sidak atas temuan limbah minyak hasil olahan PT BBF tersebut.

"Limbahnya parah, berceceran di sekitaran lokasi perusahaan," kata Ketua Komisi III Taufik Hendri, di lokasi perusahaan, (28/1/2020).

Kata Hendri dari politisi PAN itu mengatakan, tampak limbah sudah mengapung di sekitar selokan yang berada di pinggiran kawasan perusahaan, yang nantinya akan mengalir ke Sungai Indragiri.

"Sayangnya kita ke lokasi tidak menemukan jawaban dari menejemen perusahaan. Untuk itu kita agendakan hearing," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kuala Cenaku, Muhammad Arif saat turut mendampingi sidak tersebut menyayangkan sikap dari PT BBF lantaran sikap perusahaan dituding tidak ramah lingkungan.

"Di sini yang korban masyarakat tempataan, bahkan baunya itu juga menyengat," ungkap Camat.

Menurutnya, perusahaan tidak melakukan pembersihan terhadap limbah-limbah yang mengalir di selokan yang berada di pinggiran kawasan perusahaan.

Terpisah saat dikonfirmasi Humas PT BFF, Joko, tidak menampik bahwa limbah tadi memanglah dari perusahaan.

"Akibat salah satu tangki penampungan bocor. Namun kini sudah dibuatkan tangki khusus," singkat Joko.

Penulis : Andri Subakti
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Berikut Sebaran 50 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Riau Hari Ini
  • Prabowo Subianto Kembali Pimpin Partai Gerindra Periode 2020-2025
  • Riau Tambah 50 Kasus Baru Covid-19, Berikut Data Seluruh Daerah se-Indonesia
  • Polres Dumai Fasilitasi Siswa Belajar Daring
  • Bertambah 2.277, Total Positif Corona di RI sudah 123.503 Kasus
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved