Inhu
Pemkab Inhu | DPRD Inhu
 
+ INDEX BERITA

18:23 - Program Peduli Penghijauan...
11:51 - Kapolres Inhu: Wartawan Pu...
07:43 - Alifa Hibadilah Mengidap P...
10:52 - Lantik 187 Pejabat, Bupati...
11:29 - Sertijab Kapolsek Seberida...
10:39 - Lagi, Kapolres Inhu Bagika...
12:16 - Forkopimda Inhu Keliling d...
06:01 - 66 Personel​ Polres Inhu...
15:26 - HUT ke-39 Satpam, Polres I...
13:09 - Kapolres Inhu Tinjau Jalan...
15:26 - Sejumlah Kecamatan di Inhu...
15:17 - Upacara Hari Ibu ke-91 di ...
06:25 - BUPATI Inhu Bonceng Gubern...
06:06 - Gesa Penerbitan Dokumen Ad...
16:10 - Bupati Yopi Bangga Iven Pa...
13:56 - Bupati Yopi Bangga MTQ ke-...
15:57 - Bupati Yopi Sukses Wisudak...
08:28 - Beri Perhatian Besar, Inhu...
11:36 - Meriahnya Perayaan HAN di ...
18:49 - Pemkab Inhu terus Promosik...
 
Pesangon Tak Dibayar, Karyawan akan Kuasai Kantor Besar PT SRK di Inhu
Sabtu, 19/10/2019 - 11:57:02 WIB

INHU - Dinilai ingkar janji tentang pembayaran pesangon, puluhan karyawan yang tergabung dengan staf PT Sinar Reksa Kencana (SRK) menolak pembayaran pesangon dicicil.


Atas hal ini, pekerja akan melakukan demonstrasi ke kantor besar PT SRK yang berada di Kecamatan Batang Peranap dan Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebanyak 76 pekerja menuntut hak-haknya dibayarkan penuh sesuai berita acara kesepakatan bersama dengan direktur utama PT SRK lama yang isinya dibayarkan pada akhir bulan September 2019. Namun, hingga kini Haryono (direktur PT SRK) tidak mengindahkan perjanjian itu.

Haryono, direktur utama PT SRK lama saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp pribadinya tentang hak pekerja pada Jumat (18/10/2019) tidak ada balasan hingga berita ini dimuat. Padahal media ini hanya memastikan apakah benar pembayaran pesangon dicicil.

"Sistem pembayaran seperti ini, karyawan menduga Management PT SRK lama yang semua sahamnya sudah dibeli oleh PT Mentari group ada permainan di balik layar untuk menghindari pembayaran pesangon pekerja," ucap Baharuddin Gurning selaku mantan manajer PT SRK lama.

Dikatakan Baharuddin Gurning, dirinya pribadi tidak terima pembayaran pesangon dibayarkan seperdelapan dari jumlah keseluruhan hak.

"Direktur utama harusnya punya hati nurani lah, gimana nasip karyawan yang nominal pesangon diterima tak seberapa terus juga dibayarkan seperdelapan. Perjanjian di atas materai Rp6000 berlambang negara saja dilanggar. Gimana nasib pekerja ke depannya menunggu sisa pembayaran itu," tegasnya.

Kepala koordinator dari karyawan, Herman menambahkan, seluruh karyawan tidak terima akan hal itu dan pada Senin (21/10/2019) karyawan akan menduduki kantor kebun dan tidak boleh lagi ada aktivitas sebelum ada kejelasan hak-hak tentang pesangon pekerja.

Penulis : Andri
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Syamsuar Optimis Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif Riau Bisa Tembus Internasional
  • Suzuki XL7 Ertiga Crossover Siap Hadir Bulan Depan
  • Beli Lukisan Picasso Pakai Uang Sendiri, saat Mau Dibawa Malah Dihukum Penjara
  • Korban DBD di Kuansing Berjatuhan Lagi, Dinkes Salahkan Warga
  • Gali Lubang Tutup Lubang​, Salah Satu Tantangan Wujudkan Ibu Kota Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved