Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

04 Juni 2020
Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
04 Juni 2020
Sedang Menoreh Getah, Petani Karet di Bengkalis Diterkam Harimau
04 Juni 2020
Menuju New Normal, Penumpang Speedboat di Inhil Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
04 Juni 2020
Tim Kukerta Relawan Tembilahan Hilir Lakukan Pendataan dan Edukasi Warga Terkait Covid-19
01 Juni 2020
Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
01 Juni 2020
New Normal di Inhil; Tempat Hiburan, Pesta dan Keramaian Tetap Dilarang
31 Mei 2020
Pengerjaan Ruas Jalan Kuala Keritang Tunggu Eksekusi
30 Mei 2020
Dandim 0314/Inhil Pimpin Rakor dan Sosialisasi Persiapan Sambut Era New Normal
29 Mei 2020
Data Grafis Pasien Covid-19 Inhil Terus Turun
28 Mei 2020
Warga Sungai Beringin Tembilahan Gotong Royong Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni
26 Mei 2020
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil
24 Mei 2020
Bupati Inhil Apresiasi PLN Usai 5 Desa Dapat Program Desa Berlistrik
23 Mei 2020
Yang Keempat Pasien Covid-19 Inhil Dinyatakan Sembuh
22 Mei 2020
Anak Umur 13 Tahun di Inhil Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona
22 Mei 2020
Kembali Hari Ini Satu Pasien Positif Covid-19 Inhil Dinyatakan Sembuh
20 Mei 2020
Kapolres Inhil Kawal Penyaluran BST Tahap Pertama Hingga Dini Hari
20 Mei 2020
Covid-19; Pemkab Inhil Tidak Fasilitasi Shalat Id di Lapangan
20 Mei 2020
Bupati Inhil Launching BST Tahap Pertama
17 Mei 2020
Dua Pasien Positif Covid-19 Inhil Dinyatakan Sembuh
17 Mei 2020
STIFAR Riau Kembali Adakan Kegiatan Bakti Sosial
 
Lawan Pandemik Covid-19, Pemilik Warung Kopi di Tembilahan Mengeluh
Minggu, 05 April 2020 - 06:26:46 WIB

INHIL- Saat melawan pandemi corona virus (Covid-19) di Indragiri Hilir (Inhil), Pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan segala bentuk aktivitas keramaiaa dan bagi pengelola usaha hiburan agar menutup tempat usahanya untuk sementara. 

Surat edaran bernomor 30521/SE/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang kewaspadaan dan pencegahan penularan corona virus disease 2019 dan Keputusan Bupati Nomor 317/III/HK-2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam.

Dalam surat edaran tersebut, warung makan, cafe masih diperbolehkan buka selama masa waspada corona asalkan tidak menyediadakan tempat, berupa meja dan kursi. Makanan yang dibeli dibungkus dibawa pulang ke rumah. 

Imbauan tersebut guna memutus mata rantai penyebaran corona virus demi menyelamatkan nyawa warga. Namun, imbauan yang memakan puluhan hari itu membuat para pengusaha kecil seperti warung kopi mengeluh.

Pasalnya, warung kopi berbeda dengan warung makan atau warung pasar yang bisa dibungkus belanjaan bawa pulang.

Hal tersebut disampaikan pemilik warung kopi, Sam (40 tahun) saat ditemui awak media, Minggu (5/4/2020) pagi. 

“Harus ada solusi. Omset warungnya menurun drasktis, karena pengunjung tidak bisa duduk santai menikmati kopi jualan. Pengunjung memesan kopi ketika duduk santai di warung. Kalau tidak ada pengunjung, kopi warung kami tidak ada yang beli. Berbeda dengan warung makan dan pasar," katanya.

Budaya warung kopi berbeda dengan tempat usaha lainnya. Karena masyarakat kebiasaan minum kopi duduk santai setiap hari sebagai bentuk guyub atau kerukunan warga, bagian dari negosiasi, hingga sebagai prestise yang menunjukkan status sosial.

Dikatakannya, tidak merasa kecewa dengan surat edaran Bupati tersebut. Juga tidak mencoba membangkang atas imbauan dari Kapolri untuk menghindari aktivitas keramaian. Namun, harus ada solusi ketika kebijakan itu diterapkan agar tidak terjadi gejolak sosial berdampak kepada ekonomi rakyat bawah.

"Harusnya ada solusi, agar kebijakan ini tidak dipukul rata. Misalnya usaha pemilik warung kopi diberi intensif, agar kebutuhan terpenuhi," lanjutnya.

Ditegaskannya, jika protokol kesehatan dalam bisnis kuliner untuk mencegah virus corona harus ditutup, Sam mengaku akan siap merelakan profit warung kopinya untuk kepentingan lebih besar. Namun harus ada solusi agar warga kelas bawah bisa bertahan ketika gempuran melawan corona virus.

Keputusan tutup sementara adalah upaya dari pelaku usaha untuk mengoptimalkan masa social distancing  (jaga jarak) untuk melawan penyebaran virus corona. Inti dari social distancing adalah strategi kebijakan publik untuk menghambat penyebaran virus.

“Dengan imbauan tersebut saya pasti akan mematuhinya, akan tetapi Pemerintah harus lebih memikirkan akan hal kebijakan tersebut,” tutupnya.

Penulis : Yendra
Editor : Fauzia 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kapolres Inhu Pimpin Sertijab Kabag Ops, Minta Segera Jalankan Tugas
  • Sensus Penduduk Online di Riau Berhasil Daftar 1,31 Juta Penduduk
  • Rahmat Hidayat Calon Presiden BEM STIE Akbar Apresiasi Penanganan Covid-19 di Riau
  • Kabar Baik, 312 Pasien Covid-19 di Sumbar Sembuh
  • Pasca PSBB Berakhir, Pemko Pekanbaru Gesa Perwako Perilaku Hidup Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved