Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

19/02/2020
Warga Inhil Diserang Buaya saat Hendak Mandi di Sungai, Kakinya Luka Parah
15/02/2020
Dipusatkan di Desa Nyiur Permai, Bupati Inhil Resmikan Program DMJ Plus Terintegrasi Keritang
14/02/2020
PD BPR Gemilang MoU dengan Kejaksaan Negeri Tembilahan
14/02/2020
Pejabat Eselon III Pemkab Inhil Dilantik, Berikut Daftar Namanya
13/02/2020
Debit Air Sungai Indragiri Naik, Polres Inhil Imbau Pengguna Jalan Waspada
13/02/2020
Kebakaran Lahan Seluas 3 Hektare di Inhil Diduga Masuk Kawasan Konsesi PT IGJA
12/02/2020
Disdukcapil Inhil Canangkan Buka Layanan di Kecamatan
09/02/2020
Satu Rumah di Inhil Hangus Terbakar, Penyebabnya Belum Diketahui
08/02/2020
Bupati Inhil Lantik dan Kukuhkan Pejabat Eselon II, Berikut Nama-Namanya
06/02/2020
Pemda Inhil Akan Data Ulang Masyarakat Miskin Peserta PBI dari APBD
06/02/2020
Disperakim Inhil Susun Berita Acara Proyek Sumur Bor Senilai Rp 10,8 Miliar
05/02/2020
Pemerintah Kabupaten Inhil Kedatangan Tamu dari Mahkamah Agung RI
04/02/2020
Tokoh Masyarakat Inhil Minta Imigrasi Tembilahan Perketat Keberadaan WNA
04/02/2020
Jadi Ketua, Wakil dan Anggota DPRD Inhil, Ini Besarnya Gaji yang Diterima
04/02/2020
Jembatan Sungai Piring di Dapil Ketua DPRD Inhil Memprihatinkan
01/02/2020
Warga Concong Ditemukan Tinggal Tulang, Diduga Dimakan Biawak
01/02/2020
Guru di Inhil Lihat Dua Ekor Harimau Sumatera, Begini Ceritanya
01/02/2020
Seorang Guru di Inhil Lihat Dua Ekor Harimau Sumatra Perbatasan Lahang dan PT Surya Dumai
31/01/2020
7000 Bibit Ikan Lele Dilepas di Kerambang Apung Kodim 0314 Inhil
31/01/2020
Warga Diterkam Harimau di Inhil, BBKSDA Riau Imbau Masyarakat Tetap Waspada
 
Bak Film Laskar Pelangi, Tenaga Pengajar di Desa Terpencil Inhil Sabar Ajari Murid di Sebuah Gubuk
Minggu, 26/01/2020 - 21:24:34 WIB
Tampak keadaan sekolah tanpa dinding di Inhil.
Tampak keadaan sekolah tanpa dinding di Inhil.
TERKAIT:

INHIL- Teringat Film Laskar Pelangi dimana film yang menceritakan suatu keadaan dan suasan di sekolah. Tak jauh berbeda, di Inhil juga ternyata ada kondisi seperti ini. Seorang tenaga pengajar tampak sabar memberikan pendidikan kepada beberapa orang murid di sebuah gubuk tanpa dinding di desa terpencil, tertinggal, terluar di Kecamatan Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Ahmad Fauzi seorang tenaga pengajar SDN 012 UPT VII di Desa Sapta Mulya Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong. Di sekolah dasar tersebut hanya memiliki 13 orang murid yang belajar di sebuah gubuk tanpa dinding dan memiliki papan tulis tua seperti Film Laskar Pelangi.

Keberadaan sekolah dasar tersebut berada di sebelah utara Kabupaten Inhil dan hanya sekitar kurang lebih 5 Km berbatasan langsung dengan Kabupaten Pelalawan. Kondisi sekolah yang berada di desa transmigrasi dikelilingi perusahaan besar.

Desa Mulya Jaya sangat terisolir, akses untuk menuju lokasi sekolah dari ibu kota kabupaten sangat sulit dan harus menempuh jalur laut menuju Guntung Baru ke desa Saka Rotan lalu menggunakan sepeda motor sekitar 30 menit melalui jalan perusaahan, baru bisa sampai ke sekolah tersebut.

Menurut Fauzi, dulunya sekolah ini memiliki murid cukup banyak, namun saat ini muridnya sangat sedikit dikarenakan masyarakat setempat banyak pindah ke perusahaan untuk bekerja memenuhi ekonominya.

“Awal transmigrasi desa ini sangat ramai penduduknya tapi karena seringnya dulu terjadi kebakaran lahan menyebabkan sebagian masyarakatnya pindah dan bekerja di PT yang tidak jauh letaknya dari desa ini,” ungkap Fauzi, Minggu (26/1/2020).

Masyarakat setempat terpaksa memilih bekerja di perusahaan, dikarenakan bencana alam kebakaran lahan membabat habis kebun mereka mengakibatkan kebun kelapa mereka rusak parah.

Fauzi memaparkan, saat ini sekolah dasar tersebut hanya memiliki Kelas 1 jumlahnya hanya 1 orang dan kelas 2 hanya 3 orang, kelas 3 jumlah muridnya 5 orang dan murid kelas 4 tidak ada sedangkan murid kelas 5 berjumlah 2 orang dan kelas 6 ada 2 orang.

Untuk tenaga pengajarnya ada 3 orang terdiri dari 2 pegawai negeri dan satu honorer untuk membantu operasional sekolah. Sedangkan dana BOS tidak mencukupi karena sedikitnya jumlah murid.

Kurangnya fasilitas belajar dan mengajar, bahkan gedung sekolah hampir roboh, tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencerdaskan anak bangsa. Kepala sekolah dan tenaga pengajar berjuang mengajukan langsung bantuan kepada Pemerintah Pusat melalui aplikasi Dapodik Sekolah dengan memaparkan kondisi real sekolah di desa terpencil tersebut.

“Sekolah akhirnya mengajukan permohonan melalui kementrian PUPR. Diawal Januari tahun 2020, SDN 012 UPT VII Sapta Mulya Jaya direhab sebanyak 6 lokal yang kucuran dananya mencapai Rp1 Miliar,” sebut Fauzi. 

Dikarenakan adanya bantuan tersebut, gedung sekolah reyot terpaksa dibongkar untuk membangun gedung baru. Proses belajar mengajar terpaksa menumpang ke gubuk tanpa dinding tersebut.

“Kami akhirnya menumpang ke tempat yang bisa dipakai untuk proses belajar mengajar walau sedikit jumlah muridnya. Semangat anak-anak disini untuk menuntut ilmu sangat tinggi karena itu saya menggelar mereka seperti laskar pelangi,” jelasnya.

Dari Cerita Kondisi Sekolah Tersebut, yang Jadi sorotan ialah realitas keberadaan perusahan korporasi.

Dari pemaparan kondisi real sekolah di desa terpencil dan terisolir tersebut, keberadaannya dikelilingi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi tidak memberikan efek membangun di bidang pendidikan bahkan kepada masyarakat binaan. Pasalnya, gedung sekolah dan rumah dinas guru didirikan pada tahun 1998 tidak tersentuh oleh bantuan pihak korporasi.

Bayangkan jika pihak sekolah tidak mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah, sedangkan pihak perusahaan yang mengeruk sumber daya alam tidak menghiraukan kepentingan masyarakat binaan. Tentu saja sangat miris dengan kondisi ini. Padahal perusahaan berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial ke masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal itu berdasarkan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan”. Di ayat (2) menyebutkan “Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran”.

Inilah yang menjadi landasan bagi perusahaan swasta yang beroperasional di Indrgairi Hilir, menyisihkan laba bersih perusahaan yang diraih untuk selanjutnya disalurkan ke tengah masyarakat dengan tepat sasaran melalui berbagai program kesejahteraan masyarakat, meliputi bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, manajemen bencana maupun bantuan Khusus.

Tapi kenapa kontribusi dari pihak perusahaan sangat minim kepada masyarakat binaanya. Inilah salah satu bukti realitas keberadaan perusahaan korporasi hanya menikmati sumber daya alam. Sedangkan dampak negatif seperti hama kumbang, kebakaran lahan serta sengketa lahan, pihak masyarakat yang menanggung beban.

Penulis : Yendra
Editor : Fauzia 



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • BKN Temukan Joki Pakai Teknologi Canggih di Seleksi CPNS 2019
  • Ikuti Arahan Presiden, Pemkab Kampar Komit Permudah Perizinan Investasi
  • Satu Orang Tewas Akibat Virus Corona di Korea Selatan
  • Agar Sesuai Standar, KLHK Awasi Pembangunan Terowongan Gajah di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
  • Di Bawah Ancaman Pisau, Empat Anak Ini Dipaksa Lakukan Oral Seks
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved