Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

13 Juli 2020
Diterjang Angin Puting Beliung, Satu Rumah di Inhil Rata dengan Tanah
11 Juli 2020
Bupati Inhil Soroti Ekonomi Seberang Tembilahan dan Akses Transportasi Pasca Longsor
11 Juli 2020
Delapan Rumah dan Pelabuhan Amblas Akibat Longsor di Inhil
09 Juli 2020
Bupati Wardan Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
08 Juli 2020
Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
07 Juli 2020
Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
04 Juli 2020
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
03 Juli 2020
Kabar Gembira, 6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembuh
03 Juli 2020
Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan
02 Juli 2020
PT SRL dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pekantua Inhil
01 Juli 2020
Kapolres Inhil Kedepankan Kerjasama Atasi Covid-19 dengan Tim Gugus Tugas
01 Juli 2020
Untuk Keempat Kalinya, Pemkab Inhil Sukses Raih Opini WTP
30 Juni 2020
Tepis Pernyataan Penolakan Reses Anggota DPRD Riau, Bupati Inhil: Belum Terima Surat Resmi
30 Juni 2020
Wakil Bupati Inhil Buka Program TMMD Imbangan Tahun 2020
24 Juni 2020
Berselang Sehari, Positif Covid-19 di Inhil Bertambah 9 Kasus
24 Juni 2020
Seorang Tahanan di Mapolres Inhil Positif Corona, 35 Tahanan Jalani Tes Swab
19 Juni 2020
Tim Kukerta Relawan Tembilahan Hilir Kerjasama dengan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan
18 Juni 2020
Bupati Inhil Serahkan Kode Desa Aplikasi eDMC-19 Secara Virtual
17 Juni 2020
Hari Ini, 2 Warga Inhil Positif Covid-19
17 Juni 2020
Petani di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Dapat 40 Jahitan di Kaki
 
Meresahkan dan Jatuh Korban Jiwa, Warga Pelangiran Minta Pemerintah Evakuasi Harimau Sumatera
Rabu, 30 Oktober 2019 - 21:29:00 WIB

PEKANBARU - Warga Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, memohon kepada pemerintah untuk mengevakuasi harimau sumatera liar dari area tersebut karena meresahkan dan sudah mengakibatkan jatuh korban jiwa.

"Surat permohonan sudah kami kirimkan ke Bupati Indragiri Hilir, dan selanjutnya saya akan mengirimkan langsung surat ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau," kata Kepala RT038 Desa Tanjung Simpang, Rayo, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Rabu (Antarariau).

Ia mengatakan sedang mengumpulkan tanda tangan warga lainnya untuk dilampirkan pada surat permohonan evakuasi harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar tersebut.

"Paling tidak minimal ada 60 tanda tangan dari warga yang dikumpulkan," katanya.

Rayo menjelaskan alasan surat permohonan tersebut untuk meminta ketegasan dari pemerintah guna mengakhiri konflik harimau dengan manusia di Desa Tanjung Sampang.

"Agar ada tindakan tegas dalam rangka mengatasi masalah gangguan binatang buas harimau yang dalam dua tahun ini telah beberapa kali meneror masyarakat kami," ujar dia.

Ia mengatakan gangguan dari satwa belang tersebut telah memakan korban nyawa manusia, yakni seorang warga pada 25 Agustus 2019.

Menurut dia, warga yang selama ini bekerja sehari-hari mencari ikan di seputaran Sungai Simpang Kanan merasa terganggu dan ketakutan untuk beraktivitas sebabbeberapa kali bertemuadengan satwa dilindungi tersebut.

"Beberapa kali warga kami melihat harimau tersebut masih berkeliaran di wilayah sekitaran desa kami, sehingga kami tidak bisa melakukan pekerjaan mencari ikan yang tentunya berdampak pada kehidupan ekonomi kami," ujarnya.

Warga setempat berharap, Bupati Indragiri Hilir dan otoritas yang berwenang, yakni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera mengevakuasi harimau dari desa itu.

"Kami sangat khawatir apabila masalah ini tidak segera ditindaklanjuti dengan serius, bisa kembali jatuh korban yang ini tentunya sangat tidak kita inginkan," kata Rayo.

Sebanyak tiga orang meninggal akibat serangan harimau sumatera di Kabupaten Indragiri Hilir selama 2019. Pada Kamis (24/10), seorang pekerja bernama Wahyu Kurniadi asal Provinsi Aceh, meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah menjadi korban penerkaman harimau sumateradi lahan konsesi PT Ria Indo Agropalma di Kecamatan Pelangiran.

Sebelumnya, harimau sumatera menyerang pekerja di konsesi PT Ria bernama M. Amri pada 23 Mei 2019. Korban diserang hingga tewas oleh satwa belang itu di Kanal Sekunder 41 PT Ria di Desa Tanjung Simpang.

Pada pada Agustus 2019, seorang warga asal Sumatera Selatan bernama Darwaman alias Nang (36) tewas akibat diterkam harimau sumatera liar di lahan konsesi PT Bhara Induk.Nang adalah warga Desa Tanjung Simpang.

Kepala BBKSDA RiauSuharyonobelum merespons konfirmasi dari ANTARA terkait dengan permintaan warga Desa Tanjung Simpang.

Namun, sebelumnya setelah jatuh korban jiwa ketiga, Suharyono sempat menyatakan perlu kajian yang komprehensif untuk mengakhiri konflik harimau-manusia di Pelangiran.

Perlu ada langkah-langkah perencanaan untuk mengatasi konflik tersebut, karena selama ini daerah tersebut memang menjadi kantong habitat harimau sumatera, yakni Lanskap Kerumutan.

Daerah Pelangiran di Lanskap Kerumutan pada 2018 juga mengakibatkan jatuh korban jiwa dua orang akibat serangan harimau liar yang diberi nama Bonita. Harimau tersebut didiagnosa mengalami kelainan karena lebih suka berkeliaran pada siang hari dan tidak takut oleh keramaian manusia. BBKSDA Riau menyatakan Bonita akhirnya bisa ditangkap dan sudah direlokasi dari kawasan tersebut.

"Tidak bijak kalau langsung evakuasi (harimau, red.). Kita harus lihat dari kacamata yang lebih luas karena memang itu rumah harimau. Kemungkinan solusi ke depan harus lihat lebih bijak bagaimana harimau-harimau di wilayah tersebut," ujar Suharyono. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Diiming-imingi Bisa Diterima Jadi PNS, Seorang Korban Tertipu Pasutri ASN di Kampar Rp165 Juta
  • Blue-E, Smart Card yang akan Gantikan Buku KIR
  • Ingin Jadi Boneka Ken, Remaja Pria Ini Dandan 4 Jam Sebelum Berangkat Sekolah
  • Fakultas Hukum UIR Terima Kunjungan Bawaslu Pekanbaru
  • Pemprov Riau Telah Salurkan BLT Covid-19 ke 11 Kabupaten dan Kota
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved