www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
DPRD Riau Sambut Baik Rencana Gubri Bakal Mutasi Kepsek Bermasalah
 
Polri Akui Sulit Tindak Pelaku Hate-Speech di Media Sosial
Minggu, 26/03/2017 - 12:54:06 WIB

JAKARTA - Bareskrim Polri akui sulit untuk menyelidiki sejumlah kasus ujaran kebencian (hate speech) di jejaring sosial Facebook. Alasannya terdapat perbedaan hukum yang berlaku antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Perbedaan regulasi jadi tantangan kami dengan pemilik FB di Amerika Serikat," kata Kasubdit II Direktorat Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji, di Jakarta, Minggu (26/3/2017).

Himawan mengatakan bahwa terdapat sejumlah ujaran kebencian yang dibagikan oleh para pemilik akun di Facebook. Kendati demikian, pihaknya kesulitan untuk meminta data pelaku ujaran kebencian tersebut kepada pihak Facebook. 

"Mereka enggak akan berikan data karena di AS itu hate speech itu biasa saja," katanya.

Ia menyebut, sejumlah kasus ujaran kebencian maupun kasus SARA di Facebook ditangani dengan restore justice. Restore justice merupakan pembinaan terhadap pelaku untuk menumbuhkan kesadaran etik dalam penggunaan teknologi informasi atau siber atau media sosial sehingga diharapkan nantinya pelaku dapat menjadi agen perubahan yang bisa mengedukasi komunitasnya.

"Kalau dia men-share, belum jadi viral, kami lakukan restore justice, meminta dia lakukan permintaan maaf, hapus konten, lalu minta dia sosialisasikan ke komunitasnya," katanya.

Menurut dia, restore justice layak untuk dilakukan karena penegakkan hukum saja tidak akan efektif. "Penegakkan hukum saja tidak efektif 100%. Kami tangkap satu, muncul tiga pelaku. Kami tangkap tiga, muncul 10 pelaku," ujarnya.

Selain itu, restore justice juga dilakukan karena jumlah personel Bareskrim yang terbatas. Tak hanya pelaku yang dijadikan agen perubahan, pihaknya juga menggandeng sejumlah komunitas siber untuk meluruskan berbagai berita-berita bohong yang beredar di media sosial.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Empat tersangka kurir narkoba ditangkap BNN. Riau Rawan Penyelundupan Narkoba, Deputi BNN: Oknum Polri Terlibat Pantas Dihukum Mati
IlustrasiSiswi SMP Tewas Usai Lompat dari Gedung Sekolah, Ada Dugaan Terjadi Bullying
Korban bullying di sekolah dalam perawatan di RS. Foto: TribunpekanbaruSiswa SMP di Pekanbaru Korban Bullying di Sekolah, Hidung Patah dan Dioperasi
  Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman NurhidayatIngin Populer, Tiga Ibu di Meranti Sebarkan Hoax di Medsos
Novel BaswedanPolisi Tangkap 2 Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Tersangka Merupakan Personel Polri
Ade ArmandoUnggah Foto Anies Seperti Joker Disertai Tulisan "Gubernur Jahat", Ade Armando Dipolisikan

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Riau Sambut Baik Rencana Gubri Bakal Mutasi Kepsek Bermasalah
  • Dramatis! Olympiakos Singkirkan Arsenal
  • Berkas Perkara Tuntas, Tersangka Dugaan Suap Proyek Jalan Bengkalis Segera Disidang
  • Gelar Media Gathering dengan Wartawan di Rohul, Kalapas Akui Peran Media Sangat Penting
  • Pemko Dumai Belajar Prodamas ke Kota Kediri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved