DUMAI - Upaya penyelundupan manusia dari Malaysia melalui "jalur tikus" di pesisir pesisir Riau kembali digagalkan.
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil mencegat sebuah speedboat bermesin ganda yang membawa delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural dan delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh di pesisir Pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, pada Senin (31/8/2026) subuh.
Untuk bisa menyeberang ke wilayah Indonesia secara gelap, belasan penumpang tersebut dilaporkan harus merogoh kocek yang cukup dalam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, masing-masing penumpang dimintai bayaran bervariasi antara Rp6,5 juta hingga Rp9,6 juta.
Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Agung N Kusumaji mengungkapkan, penyergapan ini merupakan hasil kerja keras Tim Quick Response Lanal Dumai yang tergabung dalam Satgas Gabungan Tim B Giat Intelmar Kodaeral I dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I.
"Penindakan terhadap dugaan penyelundupan manusia ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah laut serta menindak aktivitas ilegal yang berpotensi mengancam kedaulatan dan keamanan negara," tegas Agung, Selasa (1/9/2026).
Operasi intelijen ini bermula dari informasi krusial yang diterima pada Minggu (30/8/2026) mengenai adanya pergerakan kapal yang dicurigai membawa PMI dan WNA menuju pesisir Dumai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Danunit Intel Lanal Dumai, Kapten Laut (S) Wahyu Widy Wydayat, langsung memimpin tim untuk melakukan penyekatan dan pengintaian berlapis di sekitar perairan Pantai Purnama.
Tepat pukul 06.00 WIB, target yang ditunggu akhirnya muncul. Sebuah speedboat berwarna abu-abu yang ditenagai dua mesin bertenaga 200 PK terlihat melaju kencang dan mendarat darurat di pesisir pantai.
Menyadari kehadiran aparat yang telah bersiaga, kepanikan terjadi. Sang tekong (nakhoda kapal) beserta seluruh penumpang nekat melompat dari kapal dan berlarian ke arah pantai untuk melarikan diri. Pengejaran pun tak terelakkan.
Petugas gabungan dengan sigap menyisir lokasi dan berhasil mengamankan speedboat beserta tiga PMI di tahap awal.
Penyisiran lanjutan membuahkan hasil dengan ditemukannya lima PMI tambahan dan delapan WNA Bangladesh yang bersembunyi. Sayangnya, tekong kapal berhasil lolos dan kini berstatus buron.
"Sebanyak delapan orang PMI nonprosedural dan delapan orang WNA Bangladesh berhasil diamankan. Sementara itu, tekong speedboat berhasil melarikan diri dan masih dalam penanganan lebih lanjut," tambah Agung.\
Selain mengamankan 16 penumpang gelap, petugas juga menyita sejumlah barang bukti vital di lokasi kejadian, antara lain 1 unit speedboat dengan dua mesin (200 PK) dan 8 buah paspor.
Kemudian, 6 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP), 2 lembar fotokopi permit (izin kerja) dan 16 unit telepon seluler.
Sebagai langkah lanjutan, delapan PMI akan diserahkan kepada Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai.
Sementara itu, delapan WNA Bangladesh diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai.
Kakan Imigrasi Dumai, Ruhiyat M Tolib memastikan pendataan ketat akan segera dilakukan terhadap dokumen perjalanan dan identitas para WNA tersebut.
"Kami akan melaporkan hasil pemeriksaan ini ke Kanwil Riau. Ada kemungkinan kami akan mengajukan proses penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan," pungkasnya.