KUANTAN SINGINGI – Keberadaan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, masih belum diketahui di tengah berkembangnya informasi mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sejumlah informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan berbagai kemungkinan terkait keberadaan Suhardiman. Ada yang menyatakan ia meninggalkan daerah bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, sementara informasi lain menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah dibawa ke Jakarta.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun pihak berwenang yang membenarkan informasi tersebut.
Upaya menghubungi kerabat maupun orang-orang terdekat Suhardiman juga belum membuahkan hasil. Seluruh pihak yang dihubungi belum memberikan respons.
Pantauan di rumah dinas Bupati Kuansing menunjukkan suasana relatif lengang. Aktivitas hanya terlihat dari beberapa pekerja taman yang tetap menjalankan tugas rutin.
Saat ditanya mengenai keberadaan bupati, salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui.
"Tidak tahu," ujarnya singkat.
Kondisi serupa juga terlihat di rumah pribadi Suhardiman Amby di Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman, yang diketahui ditempati istri keduanya.
Seorang warga setempat berinisial H mengatakan sejak kabar OTT KPK mencuat, rumah tersebut tampak sepi.
"Tidak terlihat ada Pak Bup dan Ibu Suci," katanya.
Di tengah minimnya informasi resmi, beredar pula kabar bahwa istri kedua Suhardiman bersama adik kandungnya, Herison, telah dibawa ke KPK.
Namun informasi tersebut hingga kini juga belum dapat dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang.
Wakil Bupati Belum Beri Keterangan
Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing Mukhlisin dikabarkan masih berada di kediaman pribadinya di Desa Hulu Teso, Kecamatan Logas Tanah Darat.
Meski demikian, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum dapat dimintai konfirmasi.
Mukhlisin merupakan satu-satunya pejabat yang sempat terlihat saat tim KPK melakukan pemeriksaan di rumah dinas Sekda Kuansing, Zulkarnain, pada Senin (29/6/2026).
Di sisi lain, sepanjang proses pemeriksaan yang berlangsung sejak pagi hingga malam, Zulkarnain tidak terlihat berada di rumah dinasnya.
Hingga Selasa siang, rumah dinas Sekda Kuansing juga tampak sepi. Sejumlah personel Satpol PP masih berjaga di lokasi, namun belum memberikan keterangan terkait keberadaan Zulkarnain.
Aktivitas DPRD Kuansing Ikut Terganggu
Situasi yang berkembang pasca-OTT KPK juga berdampak terhadap aktivitas di lingkungan DPRD Kuansing.
Keberadaan Ketua DPRD Kuansing, Juprizal, hingga Selasa siang belum diketahui. Sementara itu, ruang kerjanya telah dipasangi garis penyegelan oleh penyidik KPK.
Sekretaris DPRD Kuansing, Andi Zulfitri, mengaku belum mengetahui keberadaan Ketua DPRD tersebut.
Pernyataan senada disampaikan anggota DPRD Kuansing dari PAN, Desta Harianto.
"Sudah lama sekali enggak jumpa dengan Ketua DPRD," ujarnya.
Seorang anggota DPRD Kuansing yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan situasi tersebut turut memengaruhi jalannya agenda legislatif.
Menurutnya, rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa akhirnya ditunda karena para anggota dewan belum dapat berkonsentrasi menjalankan agenda kerja.
"Sudah tidak fokus lagi gara-gara OTT KPK ini. Kami tunda rapat Bamus sampai situasi stabil," katanya.
Hingga Selasa siang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menyampaikan keterangan resmi mengenai pihak-pihak yang diamankan maupun status hukum para pejabat yang dikaitkan dengan operasi tersebut.