PELALAWAN - Keheningan malam di kawasan perkebunan sawit Desa Kuala Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, berubah menjadi mencekam pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Dua bersaudara kandung yang sehari-hari bekerja sebagai pemanen sawit menjadi sasaran aksi pembegalan sadis.
Sang kakak dilaporkan tewas mengenaskan akibat luka bacok di bagian kepala setelah melakukan perlawanan sengit demi mempertahankan sepeda motornya.
Sementara itu, sang adik berhasil lolos dari maut berkat kecerdikan menyelamatkan diri di situasi kritis.
Peristiwa bermula saat kedua korban yang merupakan warga pendatang asal Pulau Nias, Sumatera Utara (Sumut), hendak pulang ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan di kebun sawit milik warga setempat.
Saat melintasi area yang dikenal warga sebagai daerah Panduk-Belimbing, motor mereka dihadang komplotan pria tak dikenal yang bersenjata tajam.
Tanpa basa-basi, para pelaku langsung memukul sang adik hingga terlempar dari motor.
Menyadari situasi tidak berimbang dan nyawanya terancam, sang adik mengambil keputusan cepat untuk berpura-pura pingsan di tanah.
Melihat korban tak bergerak, para pelaku langsung mengikat tubuh dan melakban mulut sang adik.
Namun, nasib berbeda menimpa sang kakak, yang memilih tegak berdiri, melawan komplotan begal yang mencoba merampas motor mereka.
Kalah jumlah dan senjata, sang kakak roboh setelah menerima hantaman benda tumpul di kepala bagian bawah serta luka bacok fatal di kepala atas.
"Adiknya berhasil melepaskan ikatan dan lakban dengan cara menggigitnya setelah pelaku kabur. Kemudian dia merangkak menolong kakaknya dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar," ujar seorang warga.
Dalam kondisi bersimbah darah, sang kakak dievakuasi menggunakan kendaraan warga ke praktik bidan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas Bunut untuk penanganan darurat.
Sayangnya, luka hantaman keras dan pendarahan hebat di kepala membuat nyawa korban tidak tertolong.
Tim medis di Puskesmas Bunut menyatakan korban sudah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Para pelaku sendiri berhasil membawa kabur sepeda motor milik korban ke arah kegelapan kebun sawit.
Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Thomas Bernandes Siahaan, membenarkan terjadinya aksi kriminalitas jalanan yang merenggut nyawa pekerja kebun tersebut.
Saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan serpihan petunjuk, memeriksa saksi-saksi, dan melacak arah pelarian komplotan begal tersebut.
"Saat ini masih lidik. Tim Opsnal masih di TKP dalam rangka penyelidikan," tukas AKP Thomas Bernandes.