PEKANBARU - Ardi Yahya (34), seorang karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di aliran Sungai Indragiri, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Rencana untuk memverifikasi pengajuan pinjaman modal usaha nasabah justru menjadi pengabdian terakhir pria berusia 34 tahun tersebut.
Setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad korban pada Selasa (19/5/2026) siang sekitar pukul 13.45 WIB.
Tubuh Ardi ditemukan hanyut sejauh puluhan kilometer dari lokasi awal mula ia dilaporkan hilang.
"Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Inhu," ungkap Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi.
Budi menjelaskan bahwa titik penemuan korban berada cukup jauh dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Kuatnya arus Sungai Indragiri disinyalir membawa tubuh korban hingga radius 10 kilometer ke arah hilir.
Tragedi memilukan ini bermula pada Senin (18/5/2026) siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Sebagai institusi yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi mikro, Ardi bersama dua rekannya, Irawan (25) dan M Yasin (53), mengemban misi lapangan untuk melakukan survei finansial.
Mereka berencana menyeberangi sungai menggunakan perahu mini guna memeriksa profil nasabah bernama Saharudin, seorang warga yang berdomisili di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Inhu.
Nahas, saat berada di tengah kepungan arus Sungai Indragiri, perahu yang mereka tumpangi mendadak limbung kehilangan keseimbangan lalu terbalik.
Dalam situasi mencekam tersebut, Irawan dan M Yasin berhasil menyelamatkan diri berkat refleks cepat.
Namun malang bagi Ardi, ia terseret arus sungai yang deras dan langsung dinyatakan hilang.
Operasi kemanusiaan langsung digelar sesaat setelah laporan kecelakaan air diterima.
Tim Rescue Basarnas Pekanbaru tiba di lokasi pada Senin dini hari pukul 01.35 WIB untuk memetakan koordinat dan berkoordinasi dengan potensi SAR lokal.
Penyisiran masif kemudian dilanjutkan pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB. Menggunakan perahu karet, tim menyisir area sungai hingga radius 3 kilometer ke arah hilir dari titik tenggelam sebelum akhirnya memperluas jangkauan pencarian hingga radius 10 kilometer.
“Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugas dan sinergitas yang baik selama operasi berlangsung,” pungkasnya.