PEKANBARU - Risiko pekerjaan di lapangan kembali memakan korban. Niat hati menjalankan tugas profesional demi memverifikasi pengajuan modal usaha nasabah, sebuah tim survei dari Permodalan Nasional Madani (PNM) justru mengalami musibah hebat di pedalaman Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Satu orang petugas non-bank dilaporkan hilang dan tenggelam setelah perahu mini yang mereka tumpangi kehilangan keseimbangan lalu terbalik di tengah derasnya arus Sungai Indragiri, Kecamatan Pasir Sialang Jaya, pada Minggu (17/5/2026) siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa ini bermula ketika Ardi Yahya (34), seorang pegawai PNM, bergerak bersama dua rekannya, Irawan (25) dan M Yasin (53).
Mereka berencana menyeberangi sungai menggunakan perahu berukuran kecil. Tujuannya adalah melakukan survei lokasi dan verifikasi faktual terhadap seorang calon nasabah bernama Saharudin (53), warga Desa Pasir Sialang Jaya, yang tengah mengajukan pinjaman modal.
Namun nasib malang menimpa saat perahu berada di tengah kepungan arus sungai pada koordinat perkiraan 0°22'45"S 102°20'47"E.
Perahu mini tersebut mendadak oleng akibat kehilangan keseimbangan dan langsung terbalik, melemparkan seluruh penumpangnya ke dalam air.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengungkapkan, dua dari tiga penumpang perahu tersebut berhasil menyelamatkan diri dari maut. Namun, Ardi Yahya gagal mencapai tepian.
“Saat berada di lokasi kejadian, perahu yang digunakan hilang keseimbangan hingga akhirnya terbalik. Dua orang berhasil selamat," ujarnya, Senin (18/5/2026).
"Sementara satu orang atas nama Ardi Yahya (34), laki-laki, warga Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil, dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian,” sambungnya.
Begitu menerima laporan resmi mengenai kecelakaan moda transportasi sungai tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru bergerak cepat.
Pihak berwenang langsung mengirimkan bantuan personil ke titik lokasi kejadian yang berjarak sekitar 137 kilometer dari pusat kota Pekanbaru.
Satu tim rescue yang berkekuatan delapan personel terlatih langsung bertolak menuju hilir Sungai Indragiri dengan koordinat *heading* 133 derajat dari Kantor SAR Pekanbaru.
Pencarian kini difokuskan pada penyisiran area sekitar titik terbaliknya perahu dan menyisir ke arah hilir sungai, mengingat karakteristik arus Sungai Indragiri yang cukup dinamis.
Budi Cahyadi menegaskan bahwa operasi ini akan melibatkan unsur SAR gabungan setempat, mulai dari TNI, Polri, hingga masyarakat sekitar.
Meski demikian, keselamatan tim di lapangan tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi medan yang menantang.
“Tim rescue telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan tetap memperhatikan faktor keselamatan selama pelaksanaan operasi SAR,” pungkasnya.