www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Rp34 Miliar Raib! Kasus Pupuk Subsidi Seret 15 Pejabat dan Penyuluh Pertanian di Pelalawan
Rabu, 14 Januari 2026 - 11:05:16 WIB
Kejari Pelalawan eksekusi 15 tersangka kasus korupsi pupuk subsidi ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.(foto: andi/halloriau.com)
Kejari Pelalawan eksekusi 15 tersangka kasus korupsi pupuk subsidi ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.(foto: andi/halloriau.com)

PELALAWAN - Kejari Pelalawan menegaskan komitmennya memberantas praktik mafia pupuk bersubsidi yang merugikan keuangan negara hingga Rp34 miliar.

Sebanyak 15 tersangka resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif selama hampir 8 jam, Selasa (13/1/2026) malam.

Para tersangka langsung digiring ke Lapas Kelas IIA Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari langkah tegas aparat penegak hukum dalam melindungi hak petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan.

Kajari Pelalawan, Siswanto SH MH mengungkapkan, kasus ini berawal dari temuan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi di tiga kecamatan, yakni Bunut, Bandar Petalangan, dan Pangkalan Kuras.

“Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Riau, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp34 miliar dari penyaluran pupuk bersubsidi di tiga kecamatan tersebut,” tegas Siswanto.

Siswanto menjelaskan, praktik ilegal ini mencakup penyaluran pupuk yang tidak sesuai aturan, tidak tepat sasaran, hingga indikasi penjualan di luar mekanisme resmi pemerintah.

Kondisi tersebut secara langsung merugikan petani kecil yang seharusnya menjadi penerima utama pupuk bersubsidi.

“Pupuk bersubsidi adalah hak petani. Ketika diselewengkan, dampaknya bukan hanya pada keuangan negara, tapi juga pada produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Kejari Pelalawan menetapkan 15 orang tersangka, termasuk lima ASN Pemkab Pelalawan serta lima ASN lainnya yang bertugas sebagai penyuluh pertanian.

Namun, satu tersangka belum ditahan lantaran pertimbangan kesehatan.

“Yang bersangkutan berusia 63 tahun dan saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Seluruh tersangka dijerat Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP Nasional, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kejaksaan menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah, lengkap, dan kuat secara hukum.

“Penyidikan masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus mafia pupuk bersubsidi ini,” pungkasnya.

Penulis: Andi Indrayanto
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved