www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Sekda Riau Syahrial Abdi dan 6 ASN Diperiksa KPK Soal Kasus yang Jerat Abdul Wahid
Rabu, 19 November 2025 - 21:50:38 WIB
KPK periksa Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi (foto/dok halloriau)
KPK periksa Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi (foto/dok halloriau)

PEKANBARU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.

Salah satu pejabat yang diperiksa pada Rabu (19/11) adalah Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Perwakilan BPKP Riau dan dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
 
Selain Syahrial, enam aparatur sipil negara turut dimintai keterangan. Mereka berasal dari Dinas PUPR-PKPP Riau, di antaranya Ferry Yonanda, Aditya Wijaya Raisnur Putra, Brantas Hartono, Deffy Herlina, Zulfahmi, serta Teza Darsa yang kini menjabat Plt Kepala Dinas Kominfotik Riau. Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sejak awal pekan.

Pada Selasa (18/11), KPK lebih dulu memeriksa tujuh saksi, termasuk Kabag Protokol Setdaprov Riau, Raja Faisal Febrinaldi, serta beberapa staf Setdaprov, pegawai honorer PUPR-PKPP, sopir Gubernur Riau, dan seorang pihak swasta. Sehari sebelumnya, lima saksi juga diperiksa, terdiri dari pramusaji rumah dinas gubernur, ASN PPPK PUPR-PKPP, dan staf perencanaan Dinas Pendidikan Riau.
 
Seluruh pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau M Arief Setiawan, dan tenaga ahli gubernur Dani M Nursalam yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selama proses penyidikan, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi strategis seperti Kantor Dinas Pendidikan, BPKAD Riau, rumah dinas gubernur, serta kediaman para tersangka.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan pungutan fee terstruktur di Dinas PUPR-PKPP. Dugaan tersebut mencuat setelah pertemuan Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Ferry Yunanda dengan enam Kepala UPT membahas kewajiban fee dari kenaikan anggaran UPT Jalan dan Jembatan, yang melonjak dari Rp71,6 miliar menjadi Rp177,4 miliar. Fee yang awalnya 2,5 persen kemudian naik menjadi 5 persen atau sekitar Rp7 miliar, dengan ancaman mutasi bagi yang menolak. Informasi ini disampaikan kepada Kepala Dinas menggunakan kode 7 batang.
 
KPK menemukan adanya tiga kali setoran fee dari Juni hingga November 2025 dengan total Rp4,05 miliar. Pada setoran pertama sebesar Rp1,6 miliar, sekitar Rp1 miliar diduga mengalir kepada Gubernur Abdul Wahid melalui perantara Dani M Nursalam. Setoran kedua pada Agustus mencapai Rp1,2 miliar untuk berbagai kebutuhan internal, sedangkan setoran ketiga sebesar Rp1,25 miliar diduga kembali mengalir ke gubernur sekitar Rp800 juta.

Penyerahan setoran ketiga inilah yang menjadi pintu masuk operasi tangkap tangan KPK. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan M Arief Setiawan, Ferry Yunanda, serta lima Kepala UPT. Abdul Wahid kemudian ditemukan di sebuah kafe bersama orang kepercayaannya, Tata Maulana, sementara penggeledahan di rumahnya di Jakarta Selatan menemukan uang asing senilai sekitar Rp800 juta. Dengan temuan uang saat OTT, total barang bukti mencapai Rp1,6 miliar.

Dani M Nursalam yang sempat dicari akhirnya menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan komitmen lembaga antirasuah untuk mengusut tuntas praktik korupsi tersebut. Ia menekankan bahwa korupsi merupakan perbuatan tercela yang merugikan masyarakat dan negara.

Sumber: Haluanriau


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved