www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


10 Hari Provinsi Riau Dalam Bidikan KPK
Rabu, 12 November 2025 - 17:13:19 WIB
Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid saat dibawa ke gedung KPK.(foto: int)
Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid saat dibawa ke gedung KPK.(foto: int)

PEKANBARU - Provinsi Riau dalam bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu 12 hari terakhir, pasca dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP).

Hal itu bermula saat Kepala Dinas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan beserta lima Kepala UPT diamankan di ruang kerjanya pada Senin, 3 November lalu.

Berikut kronologi yang dirangkum Halloriau.com:

Senin, 3 November 2025
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan PUPR-PKPP, Jalan SM Amin, Kota Pekanbaru pukul 13.00 WIB.

Pada pukul 17.45 WIB, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau M Arief Setiawan diamankan dari ruang kerjanya oleh KPK. Dirinya sempat menjawab pertanyaan awak media dan memastikan keadaan baik-baik saja. "Tidak ada, aman," singkatnya.

Kabar tersebut meluas hingga terjaringnya Gubernur Riau Abdul Wahid bersama 8 orang lainnya. Yakni Sekretaris Dinas, Kepala UPT Wilayah I-V PUPR-PKPP dan dua tenaga ahli (TA) Gubernur Riau.

Kabar ini dibenarkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. "Benar, telah diamankan 10 orang hasil dari operasi tangkap tangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau," kata Budi.

Pasca kejadian tersebut, kediaman Gubernur Riau yang berada di Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru mendadak sepi tak berpenghuni. Padahal biasanya masih banyak staf, protokoler dan personil Satpol PP yang lalu lalang hingga malam hari.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kominfotik Riau sempat mengklarifikasi kabar tersebut, Plt Dinas Kominfotik, Teza Darsa menyebutkan Abdul Wahid hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Selasa, 4 November 2025
Abdul Wahid digiring ke Jakarta. Dirinya tiba di Gedung Merah Putih KPK mengenakan kaos berwarna putih dan menggunakan masker. Ia juga datang bersamaan dengan Kepala Dinas PUPR-PKPP M Arief Setiawan dan Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Ferry Yunanda.

KPK turut mengamankan uang senilai Rp1,6 Miliar di Rumah Gubri Abdul Wahid di Jakarta, dengan berbagai mata uang, termasuk rupiah, dolar Amerika, dan poundsterling. 

Pada sore harinya, Tenaga Ahli Gubernur Riau Tata Maulana tiba di Gedung Merah Putih disusul Dani M Nursalam yang disebut-sebut menyerahkan diri.

Rabu, 5 November 2025
Tim KPK memulangkan Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Ferry Yunanda beserta Kepala UPT Wilayah I-V ke Kota Pekanbaru.

Sementara Gubernur Riau Abdul Wahid, Kadis PUPR-PKPP M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dengan modus fee 5 persen setara Rp7 miliar atas penambahan anggaran proyek.

Dengan ditetapkannya Abdul Wahid sebagai tersangka, statusnya sebagai Gubernur secara otomatis dinonaktifkan. Pemerintah Provinsi Riau menerima radiogram dari Kemendagri dengan perintah Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur.

Kamis, 6 November 2025
KPK melakukan penggeledahan di Kediaman Dinas Gubernur Riau mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.25 WIB. Tim antirasuah tersebut turut membawa sejumlah dokumen.

Jumat, 7 November 2025
KPK kembali melakukan penggeledahan. Kali ini di rumah Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam. Penggeledahan dimulai pukul 09.00 hingga 11.20 WIB.

Senin, 10 November 2025
Kantor Gubernur Riau dikejutkan dengan kedatangan delapan unit mobil yang memarkirkan kendaraannya secara berlapis di area lobi, sekitar pukul 11.30 WIB.

Kedatangan Tim Penyidik KPK itu guna pengembangan kasus OTT di Dinas PUPR-PKPP. Mereka turut menggeledah mobil Dinas Sekretaris Daerah Syahrial Abdi dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

Sekitar pukul 16.45 WIB, Tim Penyidik KPK keluar membawa 3 koper dan 1 kardus berisi dokumen. Sekda Riau Syahrial Abdi dan Kabag Protokol Biro Adpim Raja Faisal Febnaldi turut dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selasa, 11 November 2025
KPK terus melakukan pengembangan atas kasus OTT tersebut, dengan menggeledah Dinas PUPR-PKPP, Jalan SM Amin Kota Pekanbaru.

Penggeledahan berlangsung selama 6 jam, terhitung pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Rabu, 12 November 2025
KPK melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di Jalan Cut Nyak Dien Kota Pekanbaru sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Penulis: Sri Wahyuni
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved