PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di Resort Lancang Kuning Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, akhirnya berhasil dipadamkan pada Minggu (20/4/2025) setelah terjadi sejak Jumat (18/4/2025).
Kapolsek Ukui, AKP Rudi Handayono mengungkapkan, medan yang sulit menjadi tantangan utama bagi petugas pemadam kebakaran.
"Jaraknya cukup jauh. Kalau dari sini (Polsek), sekitar 3 jam lebih ke lokasi. Itupun medannya sangat sulit," ujarnya.
Namun, keberuntungan datang ketika hujan turun pada Sabtu (19/4/2025), yang membantu mengurangi api dan asap yang masih ada.
Hujan pertama turun menjelang siang dengan intensitas cukup lebat meskipun tidak berlangsung lama.
"Kemudian, petugas memadamkan api dengan peralatan yang ada dan metode manual. Hujan kembali turun cukup lama dan berhasil menghilangkan sisa-sisa api serta asap," jelas Rudi.
Pemadaman di kawasan TNTN juga menghadapi kendala lain, yaitu kesulitan dalam mencari sumber air.
"Sumber air sangat sulit ditemukan di lokasi Karhutla. Ini sering menjadi masalah saat melakukan pemadaman api di kawasan TNTN," kata Rudi.
Tim terpaksa harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh untuk membantu proses pemadaman. Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga sangat terbatas.
"Akses jalan yang sangat sulit karena masih berupa hutan dan belukar yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Petugas harus melewati jalur yang tidak mudah untuk mencapai titik api," tambahnya.
Pada saat yang sama, tim dari Satreskrim Polres Pelalawan turut turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
"Tim dari Satreskrim Polres Pelalawan turun sekaligus melakukan penyelidikan kemarin," ungkapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan menjelaskan, meskipun kebakaran sudah berhasil dipadamkan, terdapat beberapa permasalahan teknis yang dihadapi tim gabungan.
"Masalah utama saat memadamkan api di TNTN adalah jaraknya yang jauh dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau," ujar Zulfan.
Namun, ia juga menambahkan, kondisi lahan yang bersifat mineral, bukan gambut, membuat api lebih mudah padam.
Zulfan menuturkan, pihaknya belum sempat mengirimkan personel dari Pangkalan Kerinci untuk membantu pemadaman.
"Namun, tim yang sudah turun dari pihak kepolisian dan instansi terkait berhasil memadamkan api dengan baik," tukasnya melansir tribunpekanbaru.com.(*)