www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Habis Gelap, Terbitlah Pelalawan Terang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Dugaan Korupsi Yan Prana, Jaksa Temukan Kerugian Negara
Jumat, 19 Februari 2021 - 11:43:13 WIB
Yan Prana saat ditahan oleh Kejati Riau
Yan Prana saat ditahan oleh Kejati Riau

PEKANBARU - Penghitungan kerugian negara (PKN) dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau nonaktif, Yan Prana Jaya Indra Rasyid selesai dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dari audit yang dilakukan, penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau menemukan kerugian negara mencapai Rp2.895.349.844,37.

Berkas perkara dugaan korupsi yang melibatkan Yan Prana saat ini dalam penelaahan jaksa peneliti Kejati Riau. Ini pasca dilakukannya penyerahan tahap pertama berkas perkara dari penyidik.

Yan Prana yang juga merupakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau nonaktif itu kini dalam penahanan jaksa. Dia adalah tersangka dugaan korupsi anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2013-2017.

Dia ditetapkan tersangka dalam statusnya sebagai mantan Kepala Bappeda Siak yang juga Pengguna Anggaran (PA) saat itu.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Hilman Azazi, Kamis (18/2/2021) menyampaikan, pihaknya sudah selesai menghitung kerugian negara dalam perkara ini.

"PKN sudah kita lakukan. Terdata negara dirugikan Rp2.895.349.844,37," ungkapnya dilansir riaupos.

Lebih lanjut disampaikannya, hasil PKN ini akan jadi data yang melengkapi berkas yang sedang ditelaah oleh jaksa peneliti."Berkasnya masih ditelaah jaksa peneliti," kata dia.

Penelaahan berkas dilakukan terhadap syarat formil maupun materil perkara yang diproses. Jika dari penelaahan jaksa peneliti menyatakan berkas lengkap atau P-21, maka akan dilakukan pelimpahan tahap II pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilakukan penuntutan. Sementara, jika belum, maka, berkas akan dikembalikan pada penyidik atau P-19 disertai dengan petunjuk.

Yan Prana ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa (22/12/2020) dan langsung dilakukan penahanan.Selanjutnya pihak kejaksaan memperpanjang  masa penahanannya selama 40 hari lagi untuk ke depannya.

 Itu terhitung sejak tanggal 11 Januari sampai dengan 19 Februari 2021. Surat perpanjangan penahanan dengan Nomor B -01/L.4.5/Ft.1/01/2021 tanggal 04 Januari 2021 itu, ditandatangani oleh Kepala Kejati Riau saat itu Dr Mia Amiati SH MH.

Alasan penahanan terhadap Yan Prana sendiri, sifatnya subjektif. Yakni alasan kemungkinan menghilangkan barang bukti dan adanya indikasi penggalangan saksi.

Dari hasil penghitungan sementara, nilai kerugian keuangan negara akibat perbuatan Yan Prana sekitar Rp1,8 miliar. Modus operandi dugaan korupsi yang dilakukannya sebagai PA adalah melakukan pemotongan atau pemungutan setiap pencairan yang sudah dipatok, sekitar 10 persen.

Atas perbuatannya, Yan Prana dijerat dengan pasal berlapis sebagaimana tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Yakni, Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 10 huruf (b), Pasal 12 huruf (e), Pasal 12 huruf (f), UU Tipikor, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Suasana demo depan Kejati RiauDesak Periksa Syamsuar, Spanduk Korupsi Muat Wajah Syamsuar dan Yan Prana
Yan Prana Jaya ditahan Kejati RiauPakai Rompi Orange, Ini Catatan Dugaan Korupsi Sekdaprov Yan Prana
Muspidauan menemui massa dan mengatakan kasus dugaan korupsi Bansos Siak telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Massa Desak Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bansos di Siak. Jika Tersangka, Pecat Yan Prana!
Ulil Amri saat masuk ke ruang penyidik.Tiga Orang Kepercayaan Syamsuar Diperiksa Kejati Riau
Kajati Riau, Mia Amiati Kajati Riau: Kasus Dugaan Korupsi di Siak Segera Masuk Tahap Penyidikan
  ilustrasiJaksa Kembali Usut Dugaan Korupsi di Kabupaten Siak
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Hilman Azazi SHDugaan Korupsi Bansos Siak, Aspidsus Tegaskan Tak Perlu Izin untuk Periksa Gubri Syamsuar
IlustrasiKasi Intel Kejari Siak Benarkan Pemeriksaan Kejati Riau Terikait Korupsi di Setdakab
Stop Korupsi.Kejati Didesak Usut Tuntas Korupsi di Siak, Jangan hanya Sekedar Klarifikasi
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya Indra RasyidTerkait Dugaan Korupsi di Siak, Jaksa Kejati Panggil Sekdaprov Riau

BERITA LAINNYA    
IlustrasiHabis Gelap, Terbitlah Pelalawan Terang
IntToyota Raize dan Daihatsu Rocky Kebagian PPnBM 0 Persen
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selatpanjang, Khairul Bahri Siregar yang didampingi Kepala Seksi Binadik, Haidi Zamri menyampaikan usulan izin klinik di Lapas itu kepada Kepala Dinas Kesehatan, dr Misri HasantoOptimalkan Layanan Kesehatan, Lapas Selatpanjang Usulkan Izin Klinik
BRK gelar RUPS-LB. Salah satu agendanya membahas konverasi ke syariah.BRK Gelar RUPS-LB, Diantaranya Bahas konversi ke Syariah
AshantyAshanty Diperbolehkan Isolasi Mandiri di Rumah Usai Lewati Masa Kritis
  Yamaha Gear 125 MultigunaYamaha Gear 125 Multiguna Hadir untuk Konsumen di Pasar Dangoe-dangoe Rohul
 New Pajero SportMengintip Varian Tertinggi New Pajero Sport, Ternyata Ini yang Bikin Istimewa
IlustrasiBertambah 49 Kasus, Angka Kesembuhan Riau Hari Ini Lebih Tinggi
IlustrasiCepat Tukar! Kartu Debit 'Gesek' BNI Diblokir 1 Mei
Proses pendinginan yang dilakukan di lahan bekas terbakar Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang PesisirDiduga Gara-gara Puntung Rokok, Dua Hektar Lahan di Desa Tenggayun Raya Membara
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved