www.halloriau.com
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Ayah Pemerkosa Anak Sendiri dan Keluarga di Kepulauan Meranti Diusir dari Desa, Rumah Mereka Dirobohkan
Sabtu, 14 November 2020 - 13:38:41 WIB
Rumah pelaku pemerkosaan anak dan keluarganya dirobohkan, karena rumah tersebut dianggap menyebar aib oleh warga setempat.
Rumah pelaku pemerkosaan anak dan keluarganya dirobohkan, karena rumah tersebut dianggap menyebar aib oleh warga setempat.

SELATPANJANG - Madi berusia 45 tahun warga Dusun Pelita Jaya, Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, merenggut keperawanan anak kandungnya sendiri berinisial, P (17). Bahkan aksi bejatnya ini dilakukan berulang kali, hingga anaknya itu dikabarkan hamil. 

Pihak keluarga yakni istri dan anaknya yang menjadi korban kebiadaban ayahnya itu malah enggan menindak secara hukum dan malah mencabut laporan di kepolisian yang awalnya difasilitasi oleh pihak desa.

Hal ini lalu membuat emosi sejumlah warga meledak. Imbasnya, pria itu diusir dari desa mereka.

Kepala Desa Nipah Sendanu, Kasino mengaku kesal dengan apa yang telah menjadi keputusan pihak keluarga. Untuk itu selain pelaku, keluarganya pun turut diusir dan harus pergi dari desa setempat untuk selamanya.

Dia menegaskan, warga di lingkungan setempat berharap pelaku dan keluarganya tidak lagi tinggal di lingkungan masyarakat tersebut, karena perbuatannya yang sudah melampaui batas toleransi.

"Setelah mendapatkan informasi jika laporan itu dicabut pihak keluarga korban, saya merasa tidak puas, lalu kita panggil pihak keluarga bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyelesaikan masalah ini. Pihak korban membuat kasus ini menjadi ruwet, ketika kasus ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian, ibunya dan anak yang diperkosa itu malah tidak mau melaporkan. Seakan-akan istri dan anaknya bersekongkol untuk menyelamatkan ayahnya, untuk itu kami pihak desa memfasilitasi masyarakat dan meminta persetujuan dimana pelaku dan keluarganya harus diusir dari kampung," kata Kepala Desa Nipah Sendanu, Kasino, Sabtu (14/11/2020) pagi.

Dikatakan, kejadian tersebut sudah terjadi sangat lama dan berulangkali namun pihak keluarga korban tidak mau melapor dan sedikit pun tidak ada rasa menyesal dan malu.

"Pihak keluarga sedikit pun tidak ada rasa malu dan sedih terhadap kejadian ini ataupun rasa menyesal. Hal ini membuat beberapa tokoh di kampung menjadi kesal dan emosi. Usai diperiksa di Mapolres, pelaku tidak menampakkan diri, hanya keluarganya saja, kalaupun dia nekad pulang saya yakin pasti dihajar massa, dan kita tidak tahu posisinya dimana saat ini, yang jelas kita bersama para tokoh tidak menginginkan pelaku untuk kembali ke kampung ini lagi," ujarnya.

Diungkapkan, keputusan untuk mengusir pelaku dan keluarganya itu tidak hanya dari pemerintah desa melainkan pihak terkait lainnya seperti tokoh agama dan masyarakat.

"Malam itu pihak keluarga korban kita panggil dan kita bacakan surat pernyataan dari seluruh masyarakat desa, mereka diusir agar bala dari kampung ini hilang. Solusi itu merupakan jalan tengah yaitu tuntutan agama dan sosial, karena hukum tidak bisa memprosesnya. Jika dari sisi agama orang berzina harus kita cambuk apalagi dengan anak kandung, harus dirajam tapi karena tinggal di Indonesia, kita masih menghargainya. Adapun alasan paling tepat kita mengusir keluarganya itu adalah dimana puncak masalahnya itu ada di keluarga korban. Seandainya dia melaporkan ke pihak kepolisian kita pasti angkat jempol, malah kita pandang korban ini dan pelaku dijebloskan ke penjara yang sudah coba kita bantu fasilitasi waktu itu. Ini malah mereka pula yang bersubahat, dan waktu kita panggil pun tidak ada rasa malu dan sedih di wajah mereka," ungkap Kasino.

Saat diusir dari kampung, masyarakat desa setempat pun tidak ingin mengingat kenangan yang ada terhadap keluarga tersebut. Untuk itu warga pun ingin membakar rumahnya namun pihak desa melarang melainkan hanya dirobohkan saja.

"Waktu kami usir dari kampung, tidak ada permintaan maaf dari mereka. Mungkin mereka keluar dari kabupaten ini, saya pun tidak tahu, yang jelas mereka harus keluar dari kampung ini. Agar tidak menimbulkan bekas, rumahnya itu sempat mau dibakar warga karena dianggap menyebar aib, tapi berdasarkan kesepakatan bersama, kita suruh pihak keluarganya untuk membuka dan merobohkan rumah itu," pungkas Kasino.

 

Penulis: Ali Imran

Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (PPW) Provinsi Riau melakukan serah terima pengelolaan rehabilitasi dan renovasi sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2020).Balai PPW Provinsi Riau Serahkan Pengelolaan Renovasi 18 Sekolah di Kepulauan Meranti
Ilustrasi6 Tambahan Pasien Baru Corona di Riau dari Meranti, Total 117 Kasus
Tumpukan kayu bakau yang sudah dipotong dan siap dimasukkam kedalam panglong, tempat arang dipanggangEskploitasi Mangrove di Kepulauan Meranti Tak Sebanding dengan Kontribusi kepada Negara
  Ilustrasi.Hasil Swab Nyatakan Warga Jalan Belanak Meranti Negatif Terpapar Covid-19
Guru terjun ke laut agar perahu mereka tidak tenggelam dalam perjalanan menuju sekolah terisolir di SDN 10 Lukun, Dusun Keridi Desa Bathinsuir, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Meranti, Riau.Viral, Perahunya Dihantam Gelombang, Guru di Meranti Nekat Terjun ke Laut
Ketua IDI Wilayah Riau, dr Zul Azdi SpB.IDI Riau Galang Dana untuk Suku Akit Meranti

BERITA LAINNYA    
IlustrasiDalam 3 Hari Polisi Ciduk Pelaku Judi Togel di Kabupaten Pelalawan
Foto bersama.Lurah dan TNI Polri Gabung Bersihkan Gundukan Sampah di Rumpes
Ketua KPU Dumai Darwis (kanan) tengah berbincang dengan Plh Walikota Dumai Herdi Salioso dan Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudisthira usai coffe morning baru-baru ini.KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Dumai 20 Januari
  Kegiatan donor darah IKA 4968 di Mal SKA. IKA 4968 Gelar Acara Donor Darah di Mal SKA
Ilustrasi penerimaan PPPK tahun 2021 (foto int)Tak Ada Anggaran, Pemkab Kepulauan Meranti Terpaksa Batalkan Perekrutan PPPK 2021
IlustrasiDinas Pendidikan Riau Dilema soal Sekolah Tatap Muka
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved