www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Tabrak Fuso di Tol Pekanbaru-Dumai, Sopir Innova Tewas
 
Kejari Kuansing Tetapkan 3 Tersangka Korupsi di Disdikpora, Satu Pegawai dan 2 Pihak Swasta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:16:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

TELUK KUANTAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, Riau ternyata sudah menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Penetapan tersangka dilakukan beberapa hari lalu.

Kepala kejari Kuansing, Hadiman SH, MH melalui Kasi Pidsus Roni Saputra, SH membenarkan tiga tersangka ini. 

"Sudah (penetapan tersangka). Iya (tiga tersangka)," kata Toni Sputra SH, Jumat (23/10/2020) dikutip dari tribunpekanbaru.

Tiga tersangka tersebut terdiri dari satu pegawai Disdikpora Kuansing yakni S dan dua dari pihak swasta.

Dua pihak swasta tersebut yakni EE dan AS.

Roni mengatakan pihaknya akan membeberkan mengenai peran ketiga tersangka dalam kasus ini.

Begitu juga soal modus dugaan korupsi serta besaran kerugian negara.

Dugaan korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing yang diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing naik ke tahap penyidikan sejak 27 Juli lalu.

Kejari Kuansing sendiri sudah mulai mengusut kasus ini beberapa bulan lalu.

Sejumlah pejabat di Disdikpora Kuansing pun sudah beberapa diperiksa dalam kasus ini.

Begitu juga pihak rekanan.

Totalnya, ada 16 orang yang sudah diperiksa dalam kasus ini.

Kasus yang diusut Kejari Kuansing tersebut yakni pada tahun anggaran 2019.

Besar pagu anggaran pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini yakni Rp 4,5 Miliar.

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, pola kasus korupsi dalam kasus ini seperti mark up.

Dilihat dalam aplikasi eproc.id, pemenang tender pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini yakni CV Aqsa Jaya Mandiri dengan nilai HPS Rp 4,49 M.

Masih dalam aplikasi yang sama, pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini untuk 15 kecamatan yang ada di Kuansing.

Kejaksaan Naikkan ke Tahap Penyidikan Juli Lalu

Dugaan korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing yang diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, naik ke tahap penyidikan sejak Juli lalu.

Menaikkan tahap dari penyelidikan ini dilakukan Kejari Kuansing pada Senin malam (27/7/2020).

"Iya benar. Sudah (naik ke tahap) penyidikan," kata Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH melalui Kasi Intel Kejari Kuansing Kicky Arityanto, SH, MH, Selasa (28/7/2020).

Kejari Kuansing sendiri sudah mulai mengusut kasus ini beberapa bulan lalu.

Sejumlah pejabat di Disdikpora Kuansing pun sudah beberapa diperiksa dalam kasus ini.

Begitu juga pihak rekanan. Totalnya, ada 16 orang yang sudah diperiksa dalam kasus ini.

Kasus yang diusut Kejari Kuansing tersebut yakni pada tahun anggaran 2019.

Besar pagu anggaran pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini yakni Rp 4,5 Miliar.

Mengenai tersangka, Kejari Kuansing belum mengungkap.

Begitu juga dengan dugaan kerugian negara dalam kasus korupsi ini.

"Soal tersangka, kan baru naik (ke penyidikan). (Kerugian negara) nunggu perhitungan dari ahli," katanya.

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, pola kasus korupsi dalam kasus ini seperti mark up.

Dilihat dalam aplikasi eproc.id, pemenang tender pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini yakni CV Aqsa Jaya Mandiri dengan nilai HPS Rp 4,49 M.

Masih dalam aplikasi yang sama, pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif ini untuk 15 kecamatan yang ada di Kuansing. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiDiiming-imingi Ilmu Pengasihan, Seorang Pegawai Rumah Sakit Cabuli Remaja
Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH (empat dari kiri) memimpin ekspos penetapan tersangka dugaan korupsi Barang dan Jasa di Setda Pemkab Kuansing. Kejari Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi di Setda Pemkab Kuansing
Kabag Hubungan Langganan (Hubla) PDAM Bengkalis Mulyadi Tersangka Sabu 5 Kg Bukan Pegawai PDAM Bengkalis
   Massa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (31/8/2020). Terkait Dugaan Korupsi Hibah dan Bansos, 14 Camat di Siak Periode Tahun 2014-2016 Diperiksa
Kejari Kuansing blender sabu.Kejari Kuansing Musnahkan 41, 97 Gram Sabu-sabu Bukti Kejahatan
Ilustrasi. Foto : CNN IndonesiaMiris, Barang Bukti Narkoba 2,5 Kg Diduga Malah Diperjualbelikan Dua Pegawai BNN

 
Berita Lainnya :
  • Tabrak Fuso di Tol Pekanbaru-Dumai, Sopir Innova Tewas
  • Positif Covid-19 Riau Bertambah 227 Kasus, Sembuh 178 Orang, 5 Meninggal
  • Antisipasi Politik Uang, Gakkumdu Gandeng Pihak Perbankan
  • Lewat Bimtek dan Orientasi, Bawaslu Bekali Pengawas TPS
  • Pemprov Riau Batasi dan Perketat Aktivitas Kantor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved