www.halloriau.com
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Polda Riau Benarkan Ubah Status DPO Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Jadi Wajib Lapor
Senin, 05 Oktober 2020 - 19:58:30 WIB
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto

PEKANBARU - Kabar perubahan status DPO 5 tahun yang disandang tersangka dugaan penggelapan di Kampar, pasutri inisial HW dan SY, menjadi Wajib Lapor saja, ke Polda Riau, ternyata benar.

Pasutri HW dan SY sebelumnya terjerat kasus dugaan penipuan tanah di Kabupaten Kampar. Keduanya dipolisikan oleh Suyanto. Namun, kedua tersangka malah kabur hingga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), hingga 5 tahun lamanya.

Lama menjadi DPO, didapat kabar keduanya kini sudah jadi tahanan kota saja, dengan kewajiban melapor ke Polda Riau. Hal ini membuat heran pihak pelapor.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dihubungi halloriau.com, Senin (5/10/2020) sore, membenarkan perihal status DPO tersangka telah berubah jadi wajib lapor.

"Ya benar. Statusnya (DPO) berubah (Dicabut) menjadi wajib lapor," singkat Sunarto.

Sebelumnya, isu tersebut justu membuat pihak pelapor meradang, setelah katanya, upaya hukum yang dilakukannya selama ini tak berjalan sesuai aturan-aturan hukum di Indonesia. Malah katanya kini pihaknya dihadapkan dengan kenyataan mengejutkan.

Kuasa Hukum pelapor Suyanto, yakni Suharmansyah S.H, M.H, cs, baru-baru ini mengaku sangat menyayangkan perihal perubahan status tersangka DPO tersebut menjadi tahanan kota yang wajib melapor ke Polda Riau. 

Menurut dia, dalam waktu 5 tahun proses penanganan perkara terhadap dua tersangka tak kunjung selesai hingga status DPO diterbitkan kepolisian 23 November 2015 lalu seiring perintah penahanan pasutri itu dikeluarkan kepolisian. 

"Justru kini status DPO nya dua tersangka mau dicabut, dirubah menjadi wajib lapor. Alasannya, karena keduanya dinilai beritikad baik," ucap Suharmansyah.

Suharmansyah yang juga mewaki FSHO, ingin mempertanyakan netralitas penyidik Ditrektorat Reserse Kriminal Umum, Polda Riau yang menangani kasus itu. Dia mengaku seakan tak percaya, penetapan DPO tersangka 5 tahun, malah bisa mendadak berubah menjadi wajib lapor.

"Kami minta penyidik, segera menahan dua tersangka itu. Karena tak memiliki itikad baik, menghilang selama 5 tahun (DPO) sekaligus menghambat penanganan perkara klien kami," desak Suharmansyah.

Sebelumnya, Polda Riau telah menetapkan pasutri ini, HW dan SY menjadi tersangka yang terlibat perkara dugaan penipuan tanah di Kabupaten Kampar. Kasus ini terbilang cukup lama dengan Laporan Polisi nomor STPL/131.a/XI/2015/Reskrimum. 

Sementara surat DPO diterbitkan polisi pada 23 November 2015 dengan nomor : DPO/1/XI/2015/Reskrimum, yang dulu dipimpin oleh Kombes Rivai Sinambela. Saat ini, jabatan Ditreskrimum Polda Riau diemban Kombes Zain Dwinugroho.

Kasus ini berawal dari perjanjian kerja sama pembangunan puluhan rumah toko (ruko) di Kabupaten Kampar 2012 lalu, dengan luas tanah 19.958 hektare. Saat itu akan dibangun ruko, ternyata malah sedang diagunkan ke salah satu bank di Pekanbaru.  

Selang waktu, pembangunan ruko pun akhirnya selesai pada 2014. Suyanto berniat untuk menjual ruko-ruko tersebut. Kemudian Suyanto mengajak HW dan SY ke bank tersebut untuk memisahkan sertifikat tanah yang telah dibangun ruko menjadi beberapa surat sertifikat ruko. Namun didapat informasi, pihak bank tidak bisa melakukannya.

Penulis : Helmi
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiTujuh Personel Polda Riau Dipecat Selama 2020
Ilustrasi sebuah kegiatan operasi pengamanan hari besar930 Personel Polda Riau Amankan Operasi Lilin
Audiensi Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dengan Kapolda Riau, Irjen. Pol. Agung Setia Ibnu Effendi.Bersedia Jadi Pembicara Seminar, Kapolda Riau: FPK Bisa Jadi Energi Ikut Perbaiki Situasi
  Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting saat hadiri peresmian gedung baru Mapolda Riau di Jalan Pattimura Pekanbaru, Jumat (18/12/2020).Foto IST
Polda Riau Diharapkan Tingkatkan Pelayanan dan Profesional
IlustrasiBBKSDA Riau Serahkan Penanganan Tewasnya Owa pada Polda Riau
Tes Narkoba dilakukan terhadap karyawan PT Pangkalan Baru Indah.Gratis, Ditresnarkoba Polda Riau Lakukan Test Narkoba di Lingkup Tenaga Kerja

BERITA LAINNYA    
Kegiatan donor darah IKA 4968 di Mal SKA. IKA 4968 Gelar Acara Donor Darah di Mal SKA
Ilustrasi penerimaan PPPK tahun 2021 (foto int)Tak Ada Anggaran, Pemkab Kepulauan Meranti Terpaksa Batalkan Perekrutan PPPK 2021
IlustrasiDinas Pendidikan Riau Dilema soal Sekolah Tatap Muka
  Foto bersama.Lurah dan TNI Polri Gabung Bersihkan Gundukan Sampah di Rumpes
Ketua KPU Dumai Darwis (kanan) tengah berbincang dengan Plh Walikota Dumai Herdi Salioso dan Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudisthira usai coffe morning baru-baru ini.KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Dumai 20 Januari
Kadiskes Riau Mimi Yuliani NazirTerus Meningkat, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Sudah 25.014 Orang
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved