www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Benarkah Lorenzo Jadi Test Rider MotoGP Aprilia?
 
Buron 5 Tahun, Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Malah Berubah Jadi Tahanan Kota
Rabu, 30 September 2020 - 06:19:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Pasangan suami istri (Pasutri) HW dan SY, tersangka kasus dugaan penipuan tanah di Kabupaten Kampar, tak kunjung ditahan penyidik Polda Riau.

Kini, beredar isu status DPO tersangka ini, setelah 5 tahun jadi buron dicabut, berganti menjadi tahanan kota wajib lapor. 

Isu tersebut justu membuat pihak pelapor meradang, setelah upaya hukum yang dilakukannya selama ini tak berjalan sesuai aturan-aturan hukum di Indonesia. Sebaliknya kini dihadapkan dengan kenyataan mengejutkan.

Kuasa Hukum Suyanto, Suharmansyah S.H, M.H, cs, Selasa (29/9/2020) malam, di Pekanbaru sangat menyayangkan perihal perubahan status tersangka DPO berubah menjadi tahanan kota wajib melapor ke Polda Riau. 

Menurut dia, dalam waktu 5 tahun proses penanganan perkara terhadap dua tersangka tak kunjung selesai hingga status DPO diterbitkan kepolisian 23 November 2015 seiring perintah penahanannya juga sudah keluar. 

"Justru kini status DPO nya dua tersangka mau dicabut, dirubah menjadi wajib lapor. Alasannya, karena keduanya dinilai beritikad baik," ucap Suharmansyah.

Suharmansyah yang juga mewakili FSHO, ingin pertanyakan netralitas seorang penyidik Ditrektorat Reserse Kriminal Umum, Polda Riau. Seakan tak percaya, malah penetapan DPO tersangka 5 tahun, mendadak berubah menjadi wajib lapor.

"Kami minta penyidik segera menahan dua tersangka itu. Karena tak memiliki itikad baik, menghilang selama 5 tahun (DPO) sekaligus menghambat penanganan perkara klien kami," desak Suharmansyah.

Sementara itu, pihaknya juga tak menginginkan penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka. Sehingga, kata Suharmansyah antara pinyidik dengan pelapor tak ada saling menutupi sehingga mencul sistem transparan. 

Sebelumnya, Polda Riau telah menetapkan pasutri ini, Hadie Widjaja dan Susi Yusni menjadi tersangka yang terlibat perkara dugaan penipuan tanah di Kabupaten Kampar. Kasus ini terbilang cukup lama. 

Laporan polisi nomor STPL/131.a/XI/2015/Reskrimum. 

Sementara surat DPO diterbitkan polisi pada 23 November 2015 dengan nomor : DPO/1/XI/2015/Reskrimum, yang dulu dipimpin oleh Kombes Rivai Sinambela. Saat ini, jabatan Ditreskrimum Polda Riau diemban Kombes Zain Dwinugroho.

Kasus ini berawal dari perjanjian kerja sama pembangunan puluhan rumah toko (ruko) di Kabupaten Kampar 2012 lalu, dengan luas tanah 19.958 hektare. Saat itu akan dibangun ruko, ternyata sedang diagunkan ke Bank Danamon di Pekanbaru.  

Selang beberapa waktu, pembangunan ruko pun akhirnya selesai pada 2014. Suyanto berniat untuk menjual ruko-ruko tersebut. Kemudian Suyanto mengajak Hadie dan Susi ke Danamon untuk memisahkan sertifikat tanah yang telah dibangun ruko menjadi beberapa surat sertifikat ruko. 

Namun, justru hasilnya, pihak Danamon tidak menyetujui. Awalnya setuju dalam perjanjian antara Suyanto dan Hadie, Susi serta pihak Bank. Belakangan pihak Danamon menyampaikan tak boleh dipecah menjadi beberapa bagian karena masih diagunkan. 

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi16 Kg Sabu Diamankan dari Oknum Perwira Ditreskrimsus Polda Riau
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol SunartoPolda Riau Benarkan Ubah Status DPO Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Jadi Wajib Lapor
Ekspos kasus pembunuhan supir travel di Pekanbaru.Polda Riau Ciduk Pelaku Pembunuhan Sopir Travel saat di Rumah Pijat di Medan, Dua Buron
  Ekspos kasus pembakaran mobil di Rohul. 3 tersangka ditahan.Polda Riau Bongkar Kasus Pembakaran Strada Triton di Rohul, 3 Ditahan dan 3 DPO, Pemberi Dana Diburu
IlustrasiBuron 5 Tahun, Tersangka Pasutri Dugaan Penipuan Tanah di Kampar Malah Berubah Jadi Tahanan Kota
Wakil Bupati Bengkalis Non Aktif Muhammad tiba di Polda Riau.Usai Proses Tahap II, Muhammad Kembali Dititipkan di Rutan Polda Riau

 
Berita Lainnya :
  • Benarkah Lorenzo Jadi Test Rider MotoGP Aprilia?
  • Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, KLH Bersama TNI dan Masyarakat Bangun KBD di 5 Desa
  • Libur Panjang, Gubri Minta Pengelola Perketat Penerapan Prokes di Tempat Wisata
  • Jalur Alternatif Lewat Kuansing Belum Meningkat Meski Jalan Lintas Riau-Sumbar di Kampar Amblas
  • MU Semangat Lawan Arsenal Usai Pesta Gol di Liga Champions
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved