www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Beri Sinyal Ponpes Nurul Hidayah Bebas Covid-19, Kapolda Riau Tak Ragu Gendong Santri
 
Dua Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan WFC Bangkinang Ditahan KPK
Selasa, 29 September 2020 - 20:17:40 WIB
Wakil Ketua KPK RI Lili Firmauli S dalam keterangan pers yang ditayangkan langsung melalui kanal media sosial KPK. Foto: Riaupos
Wakil Ketua KPK RI Lili Firmauli S dalam keterangan pers yang ditayangkan langsung melalui kanal media sosial KPK. Foto: Riaupos

PEKANBARU - Dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pembangunan jembatan Waterfront City (WFC) tahun anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar memasuki babak baru. Selasa (29/9/2020), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi menahan dua tersangka terkait kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp50 miliar tersebut.

Pengumuman penahanan dua tersangka ini disampaikan Wakil Ketua KPK RI Lili Pintauli S di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan. Juga disiarkan langsung melalui kanal resmi KPK di media sosial.

“Hari ini (Selasa, 29 September 2020,red) kami menyampaikan penahanan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan dan pelaksaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau,” kata Lili dalam keterangan persnya dikutip dari riaupos.

Dua tersangka tersebut adalah ADN (Adnan, tidak dibacakan) Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau dan IKT (I Ketut Suarbawa, tidak dibacakan) Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Penahanan kedua tersangka ini dilakukan lembaga antirasuah menurut Lili di markas KPK RI guna kepentingan penyidikan.

“Tersangka ADN dan IKT ditahan di Rutan masing-masing selama 20 hari ke depan terhitung sejak 29 September 2020 sampai dengan 18 Oktober 2020 di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih,” beber Lili.

Sebelum ditahan, sambungnya, akan dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

KPK menetapkan AND dan IKT pada 14 Maret 2019 dengan dugaan para tersangka telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan dan pelaksaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam proses Penyidikan, KPK telah memeriksa 73 orang saksi terdiri dari Pihak Pemkab Kampar, Pokja PBJ Kab. Kampar, DPRD Kab. Kampar, peserta lelang, pelaksana proyek dan pihak sub kontraktor serta juga telah pula meminta keterangan ahli pengadaan barang dan jasa dan ahli konstruksi.

Atas perbuatannya, dua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK menduga kerjasama antara AND dan IKT terkait penetapan Harga Perkiraan Sendiri ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sampai pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015 dan APBD Tahun 2016.

Atas perbuatan ini, ADN diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai nilai kontrak. Juga diduga terjadi kolusi dan pengaturan tender yang melanggar hukum yang dilakukan oleh para tersangka.

Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak- tidaknya sekitar Rp50 Milyar dari nilai proyek pembangunan jembatan waterfront city secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total nilai kontrak Rp117,68 Milyar. (*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Foto : CakaplahBikin Heboh, Beredar Rekaman Sepasang Warga Binaan Bermesraan di Lapas Bangkinang
IlustrasiTemukan 34 Butir Ekstasi, Tiga Napi di Lapas Bangkinang Tak Berkutik Dirazia Sipir
Bupati Bengkalis Amril Mukminin ditahan KPK. Foto: AntaraBupati Bengkalis Amril Ditahan KPK Usai Jalani Pemeriksaan yang Tertunda
  KPKTerkait Korupsi Jembatan Bangkinang, KPK Panggil Direktur Wijaya Karya
Amril Mukminin ditahan KPK malam tadi.Keluar Gedung KPK sudah Berompi Orange, Ini Kata-kata yang Dilontarkan Amril ke Wartawan
Pengedar Narkoba saat diamankan.Pengedar Narkoba di Kampar Diamankan Polsek Bangkinang Kota, 25 Paket Sabu Disita

 
Berita Lainnya :
  • Beri Sinyal Ponpes Nurul Hidayah Bebas Covid-19, Kapolda Riau Tak Ragu Gendong Santri
  • Gubri Instruksikan Seluruh Pengelola Tempat Wisata Terapkan Protkes dan Koordinasi dengan Kepala Daerah
  • Miris, Ibu Tinggalkan Bayinya yang Masih Berumur 4 Bulan di Rumah Sakit karena Terinfeksi Covid-19
  • Tersangka Pengirim 477 Butir Ekstasi Tujuan Samarinda Ternyata sudah 2 Kali Beraksi
  • Total Positif Corona Indonesia 377.541 Orang, 301.006 Sembuh & 12.959 Meninggal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved