www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Diskes Riau Sudah Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Rp 6 Miliar Lebih
 
Polisi Buru Direktur Utama PT CKBN Terkait Korupsi Pipa Transmisi PDAM di Inhil
Senin, 28 September 2020 - 12:16:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau memburu Liong Tjai alias Harris Anggara, tersangka dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Direktur Utama PT Cipta  Karya Bangun Nusa (CKBN) itu jadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Harris Anggara ditetapkan DPO berdasarkan surat  nomor: DPO/06/I/2020/Reskrimsus. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, pada 31 Januari 2020.

"Kita upayakan semaksimal mungkin. Kita koordinasi dengan dengan Polda lainnya yang kita curigai ada keberadaan yang bersangkutan. Tetap kita lakukan  koordinasi," ujar Andri, akhir pekan lalu.

Andri menyebutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Imigrasi untuk melakukan cegah tangkal (cekal) terhadap Harris Anggara. Langkah itu dilakukan agar bersangkutan tidak melarikan diri ke luar negeri.  "Itu (cekal) sudah," kata Andri.

Harris Anggara diduga terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 MM di Kota Tembilahan. Proyek menggunakan dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2013.

Adapun modus operandinya, pertama membiayai pembuatan dokumen perencanaan yang digunakan untuk lelang, kedua menyiapkan tiga perusahaan untuk lelang.

Ketiga selaku Dirut CKBN memberikan dukungan pipa terhadap liga perusahaan yang dipersiapkan, keempat yang melaksanakan dan membiayai seluruh kegiatan, kelima pipa yang dipasang tidak sesuai dengan spesifikasi dan SNI yang dipersyaratkan dengan kontrak, dan keenam menerima aliran dan pencairan 100% dari PT Panatori Raja ke rekening PT CKBN.

Penetapan tersangka terhadap Harris Anggara merupakan yang kedua dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau. Pertama, Haris Anggara diterapkan sebagai tersangka bersama Direktur PT Panatori Raja, Sabar Stevanus P Simalongo, Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Syahriza Taher selaku konsultan pengawas proyek.

Ketika dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka, Harris Anggara selalu mangkir. Tiba-tiba ia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Hakim tunggal Mangapul menyatakan  penetapan tersangka Harris Anggara  tidak sah pada awal November 2019.

Kemudian, penyidik kembali melakukan penyidikan ulang dan Harris Anggara kembali ditetapkan sebagai tersangka. Namun, keberadaannya tidak diketahui hingga saat ini hingga dia ditetapkan sebagai DPO.

Selain Harris Anggara,  penyidik Ditreskrimsus Polda Riau juga menetapkan Wakil Bupati Bengkalis nonaktif, Muhammad. Keterlibatannya Muhammad diketahui dari fakta persidangan tersangka Sabar Stevanus P Simalongo, Edi Mufti BE dan Syahrizal Taher.

Proses penanganan perkara terhadap Muhammad, sudah masuk tahap II, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Kamis (24/9).

Di proyek senilai Rp3,4 Miliar itu, Muhammad selaku Kepala Dinas PUPR Riau diduga melakukan perbuatan melawan hukum, di antaranya menyetujui dan menandatangani berita acara pembayaran, surat perintah membayar (SPM), kwitansi, surat pernyataan kelengkapan dana.

Meski faktanya mengetahui terdapat dokumen yang tidak sah serta tidak dapat dipergunakan untuk kelengkapan pembayaran.

Selanjutnya, menerbitkan dan tandatangani SPM. Meski telah telah diberitahukan oleh Edi Mufti (terpidana dalam kasus yang sama), jika dokumen seperti laporan harian, mingguan dan bulanan yang menjadi lampiran kelengkapan permintaan pembayaran belum lengkap.

Dia juga menandatangi dokumen PHO yang tidak benar dengan alasan khilaf.  Perbuatan para tersangka itu mengakibatkan kerugian sebesar Rp2.639.090.623.

Penulis : Linda Novia
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Muhammad saat keluar ruangan penyidik Mapolda Riau.Berkas dan Bukti Dilimpahkan ke Jaksa, Wabup Bengkalis Nonaktif Muhammad Bakal Ditangani Kejari Inhil
Ilustrasi: korupsi.Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pipa Transmisi Inhil Diperiksa Pekan Ini
  IlustrasiPolda Riau Lanjutkan Proses Perkara Korupsi Pipa Transmisi Inhil

 
Berita Lainnya :
  • Diskes Riau Sudah Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Rp 6 Miliar Lebih
  • Hargai Perjuangan Tenaga Medis dengan Terapkan Protokol Kesehatan
  • Belum Sepekan, 2 Pasien Covid-19 asal Mandau Meninggal Dunia
  • Antisipasi Karhutla 2021, Riau Dapat Tawaran Bantuan Helikopter Water Bombing Chinook dari BNPB
  • Jijik! Pabrik Roti Ketahuan Bikin Adonan Pakai Air Mentah dari Toilet Jorok, Tempat Penyimpanan Dipenuhi Kotoran Tikus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Beli Rumah untuk Curi Minyak
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved